CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Kecewa


__ADS_3

Saat dalam perjalanan pulang dari rumah Kris,di sepanjang jalan air mataku tak terasa mengalir membasahi pipi.Hatiku rasanya sakit sekali setelah aku mengetahui kenyataan jika Kris masih mempunyai kekasih.


Kris adalah cinta pertama ku dan Kris pula yang sudah mematahkan hatiku saat ini.Melinda memberhentikan laju motornya dan dia mengajak ku turun di sebuah jalan yang kanan kirinya hanya ada hamparan sawah yang sangat luas.


"El kita turun dulu yuk di sini" kata Melinda.Segera ku hapus air mataku agar Melinda tak mengetahuinya kalau aku sedang menangis sepanjang jalan tadi.


"Ngapain Mel kita turun di sini,mana jalanannya sepi pula" kataku.


"Aku mengajakmu kesini karena ku ingin menghilangkan sedikit beban di hatimu" kata Melinda.


"Maksud mu??" kataku.


"Aku tau saat ini kamu sangat kecewa dan sakit hati dengan perbuatan Kris ke kamu,,jadi di sinilah kamu bisa menangis dan berteriak sepuas mu,tanpa ada orang lain yang tau itu yang selalu aku lakukan di tempat ini" kata Melinda.


Sebenernya aku sangat pengen sekali menangis dengan sekencang-kencangnya,namun aku malu dengan Melinda.


"El menangislah tidak apa-apa jangan kamu hiraukan keberadaan ku" kata Melinda sambil memeluk ku.


Seketika itu aku pun mulai menangis dan mulai berteriak karena aku menyesal telah mengenal dan menerima Kris sebagai kekasihku.


(Andai aku tak mengenal Kris dan mencintainya,,mungkin aku tak akan merasakan sakit yang seperti ini) gumamku dalam hati.


Aku mulai menjauh dari Melinda,ku titipkan handphone ku padanya dan aku berjalan menuju tengah-tengah persawahan untuk berteriak sekuat mungkin,agar rasa sakit ku ini hilang.


"Aaaaaaaaaaaaaaa.....aaaaaaaaaa.....aaaaaaaaaaa aku benci kamu Kris,aku sangat membenci mu hiks..hiks...hiksss) teriak ku.


Dari kejauhan Melinda melihatku terus karena dia sangat khawatir dengan keadaan aku saat ini.


(Semoga setelah ini Ela tidak merasakan sakit hati lagi,,kasihan sekali dia baru merasakan cinta pertama,,,eh sakit hati pula yang dia rasakan) gumam Melinda dalam hatinya.


Dert,,,,Dert,,,,Dertt,,,,,Dert,,,,handphone ku bergetar.Saat Melinda melihat ternyata Kris yang menelfonku,,Tapi Melinda sama sekali tak mengangkat telfonnya.(Ngapain sih orang gila ini masih nelfon-nelfon Ela,,kurang kerjaan banget) gumam Melinda dalam hatinya.


Ke lima kalinya Kris menelfon barulah Melinda mengangkatnya.


(Ada apa kamu telfon Ela lagi??) kata Melinda dengan sewotnya.


(Ela nya dimana sekarang??) kata Kris.


(Ngapain kamu nyariiin Ela,,mau bikin dia sakit hati) kata Melinda.


(Tolong lah Mel katakan di mana dia sekarang,,ada yang mau aku jelasin ke dia) kata Kris sambil memohon kepda Melinda.


(Sudah lah Kris gak ada yang perlu kamu jelasin lagi,lagian Ela sudah tau semua kok) kata Melinda.


(Aku cuma mau jelasin ke dia sekarang,,tolonglah Mel) kata Kris,


(Ya sudah kami sekarang berada di jalan kembar tak jauh dari rumahmu,,,) kata Melinda.


(Baiklah kalian tunggu aku ya,aku akan ke sana sekarang) kata Kris.


(Oke) kata Melinda sambil mematikam sambungan telfonnya.


(Oh Tuhan apa yang aku lakukan ini sudah benar ya mempertemukan mereka berdua sekarang) gumam Melinda dalam hati sambil mengaruk-garuk kepalanya.


Karena aku sudah merasa lebih baik,aku memutuskan untuk menghampiri Melinda dan berniat untuk mengajaknya pulang.


"Mel ayo pulang yuk,,aku udah mendingan nih" kataku.


"Emmmm sebentar ya Mel" kata Melinda.


(Marah gak ya si Ela,kalau tau aku nyuruh Kris ke sini) gumam Melinda dalam hati.


"Ayo lah Mel keburu ke maleman,,apa kamu gak takut di jalan seperti ini" kataku.


"Gak lah" kata Melinda dengan singkatnya.


Kenudian datanglah mas Kris dan dia menghampiri kami.(Ngapain lagi sih mas Kris nemuin aku dan dia kok bisa tau kalau aku di sini) gumamku dalam hati.


"Ayo Mel kita pulang sekarang aku sudah males dan gak mau ketemu dia lagi" kataku.


"Sorry ya Mel tadi aku yang ngasih tau dia,kalau kamu dan aku berada di sini,,dan sebaiknya kamu selesaikan masalah kamu sama dia sekarang" kata Melinda.


"Kamu kan tau Mel semua sudah selesai dari tadi" kataku.


"Sudahlah selesaikan dulu aku akan menunggu mu di sana" kata Melinda sambil meninggalkan ku.


Sekarang hanya ada aku dan mas Kris.Aku sama sekali tidak mau melihatnya dan tidak mau juga mengajaknya berbicara.


"Dek" kata Kris.


Aku tetap saja diam dan tak mengiraukannya.


"Dek aku mohon dek,tolong dengerin penjelasan aku dulu" kata Kris,


"Apa lagi mas yang perlu kamu jelasin ke aku,semuanya sudah jelas mas" kataku.

__ADS_1


"Aku tau dek aku salah,,aku sudah membohongi mu dek,,maafkan aku dek" kata Kris.


"Mudah bagimu mas meminta maaf,harusnya kamu berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak" kataku.


"Aku sudah dangat percaya padaku mas,,tapi yang ada hanya kekecewaan yang aku dapatkan" kataku.


"Sudah;ah mas aku mau pulang,urusan kita sudah selesai sampai di sini" kataku.


Kulangkahkan kaki ku meninggalkannya,,namun dia menarik tangan ku dan segera memelukku.Tanpa sadar aku menangis dalam pelukkannya dan aku memukul-mukul dadanya.


"Kamu jahat mas,,kamu jahat sama aku,apa salahku sama kamu samapai kamu tega kayak gini sama aku" kataku.


"Pukullah aku dek dan menangislah sekuat mu kalau itu bisa membuatmu lega" kata Kris.


Sepuluh menit sudah aku menangis dalam pelukannya,sekarang dia memegang wajahku dengan kedua tangannya dan memandangkan dengan tatapan penuh penyesalan.


"Dek maafkan akau ya,sudah buat kamu sakit hati" kata Kris.


"Aku memang masih mempunyai kekasih saat ini dek" sambungnya.


"Kalau mas masih punya kekasih kenapa mas menjadikan aku kekasih mas juga??" kataku.


"Aku tidak bisa membohongi perasaan ku dek kalau aku suka denganmu" kata Kris.


"Kalau begitu biarlah aku yang mengalah mas,dan tetaplah bersama kekasih mu ani,,aku rela kok mas" kataku.


"Tapi aku tidak mau dek pisah sama kamu" kata Kris.


"Kamu tidak boleh egosi mas,dan aku tidak mau menjadi penghancur hubungan orang mas" kataku.


"Terus mau kamu apa dek sekarang agar kamu memaafkan aku dan kamu tidak akan meninggalkan aku??" kata Kris,


"Jujur aku masih sayang sama mas tapi aku gak mau berada dalam posisi ini mas" kataku.


"Jadi aku harus bagaimana dek?" kata Kris.


"Hanya ada dua pilihan mas,kamu pilih aku atau dia??" kataku.


Mas Kris terdiam dan sgera melepaska tangannya dari wajahku,aku sadar apa yang aku katakan barusan memeang terdengar sangatlah egois.Namun aku juga tidak bisa membohongi diriku kalau sebenernya aku masih sayang sama mas Kris dan aku tidak mau juga kehilangannya.


"Kenapa mas kamu diam,,kamu gak bisa kan melakukannya" kataku.


"Baiklah dek aku sudah tau apa yang harus aku lakukan" kata Kris.


Mas Kris mengeluarkan handphonenya dari dalam sakunya,kemudian dia membuka bagian belakang handphonenya.Di keluarkan lah sim card yag ada di dalam handphonenya dan dia mematahkannya menjadi dua.


"Dek kamu sudah percaya kan sekarang" kata Kris.


"Percaya,,apa maksudnya??" kataku.


"Aku sudah mematahkan sim card ku menjadi dua,itu artinya juga aku sudah mengakhiri hubungan ku dengan Ani" kata Kris.


"Semudah itu mas memutuskan suatu hubungan???" kataku.


"Iya dek,,lantas aku harus bagaimana dek??" kata Kris.


"Bukan cara seperti itu mas yang aku mau,,mas dulu memulai hubungan dengannya secara baik-baik dan memutuskannya pun harus secara baik-baik mas" kataku.


"Baiklah dek jika itu mau mu,akan aku lakukan" kata Kris.


"Tapi tolong dek percayalah padaku,,kali ini aku tak akan membohongi mu lagi" kata Kris.


"Aku tidak mau kamu berjanji apa pun padaku mas,,lebih baik buktikan saja dulu" kataku.


"oke,,mari ikut ke rumahku kembali akan aku buktikan semuanya" kata Kris.


Kali ini aku semakin di buat binggung dengan tindakan mas Kris.Kemudian mas Kris mengandeng tanganku dan mengajakku untuk menghampiri Melinda.


"Mel kamu bisa kan nganterin Ela ke rumahku lagi??" kata Kris.


Tanpa berpikir panjang Melinda mengiyakan apa yang di omongakn mas Kris padanya,Melinda menyalakan motornya.


"Ayo El naiklah" kata Melinda.


Aku segera naik di belakangnya dan dia melajukan motornya di belakang motor Kris.Kini kami sampai kembali di rumah mas Kris.


"Masuklah dek,Mel" kata Kris.


"Oke" kata Melinda.


Kami berdua duduk di kursi,sedangkan mas Kris masuk ke dalam rumahnya.Tak berselang lama dia kembali ke ruang tamu dengan membawa handphone lainnya.


 


"Dek aku akn memelfonnya sekarang di hadapan kamu,supaya kamu percaya dan tidak salah paham lagi" kata Kris.

__ADS_1


"Ini kau pakai handphone ibuku" sambungnya.


Aku dan Melinda hanya terdiam saja.


Tuuuuttttt.....Tuuuuttttt....Tuuuuuttttt.mas Kris memulai menelfon Ani.Tak lama kemudian Ani mengangkat telfonnya.Mas Kris mulai mengaktifkan mode laudspeaker.


"Hallo" kata Ani.


"Hallo" kata Kris.


"Ini dengan siapa ya?" kata Ani.


"Aku Kris" kata Kris.


"Oh ada apa??,,barusan aku telfon nomer kamu kok gak aktif,,kenapa beb??" kata Ani.


"Maaf aku sudah ganti nomer" kata Lris.


"Lho kok gak ngasih tau aku sih beb" kata Ani.


"Sebenarnya aku menelfon mu kerena aku mau minta maaf padamu" kata Kris.


"Maaf untuk apa beb" kata Ani.


"Aku ingin mengakhiri hubungan kita,,karena sebenernya aku sudah ada kecocokan dengamu dan di tambah lagi hatiku sekarang sudah di tempati nama orang lain" kata Kris.


"Maksud kamu apa,,ngomong kayak gini sama aku" kata Ani.


"Itulah kenyataannya,,aku ingin mengakhiri hubungan kita mulai saat ini dan aku harap kamu mau menerimannya serta aku minta maaf sama kamu" ka ris.


"Aku doain semoga kamu dapat penganti yang lebih baik dariku" sambungnya.


"Baiklah kalau itu mau kamu,aku menerima keputusan mu dengan lapang dada" kata Ani.


"Terima kasih" kata Kris.Seketika itu pula sambungan telfon terputus.


Saat ini aku dan Melinda hanya benggong dan rasanya kami berdua tidak percaya dengan apa yang yang di lakukan mas Kris barusan.


"Sekarang kamu sudah percaya kan dek sama aku,dan mula saat ini kamu satu-satunya kekasihku.


Aku hanya terdiam dengan kata-kata ma Kris namun reaksi Melinda sangat tak terduga.


"Nak gitu dong Kris,,itu baru namanya laki-laki baik" kata Melinda.


"Ingat satu hal lagi jangan pernah kamu sakitin Ela lagi,,kalau sampai kamu sakitin aku lawanmu"sambungnya.


"Inaya Allah mulai hari ini dan seterusnya aku tidak akan menyakitinya" kata Kris.


"Oke aku pegang janjimu" kata Melinda.


Aku dan mas Kris salin memandang karena memang di antara kita saling membutuhkan dan tidak mau terpisahkan satu sama lain.


"Eh udah dong saling pandangnya ada orang nih disni ehehehehehehe" kata Melinda pada kami sambil tertawa.


Kami pun tersipu malu di buatnya.


"Karena masalahnya sudah selesai,,mari kita pulang sekaran El sebelum nanti ayahmu marah" kata Melinda.


"Ayo" kataku.


Aku dan Melinda berpamitan kepada mas Kris untuk pulang.


"Mas aku pamit pulang dulu ya,,dan makasih juga mas udah pilih aku" kataku.


"Sama-sama dek,,aku sangat cinta dan sayang padamu dek" kata Kris.


"Aku juga mas" kataku.


"Kami pulang ya mas Assalamu'alaikum" kataku.


"Wa;alaikum salam hati-hati ya dek,,jangan lupa kalau sudah sampai rumah kabari mas ya" kata Kris.


"Dan kamu juga Mel jangn ngebut-ngebut ya bawa motornya,,aku gak mau kalau sampai kekasihku kenap-kenapa" kata Kris,


"Beres-beres kamu tenang saja" kata Melinda.


Kami pun keluar dari rumah mas Kris dan segera Melinda melajukan motornya untuk pulang ke rumah ku.


~Bersambung~


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2