
" Maafkan aku, Sel. Aku berjanji tidak akan cemburu lagi." ucap Dido sambil menyatu kan kedua tangan nya.
" Maaf soal apa?" tanya Selomita.
" Soal tadi aku marah-marah padamu." ucap Dido yang lagi-lagi bingung dengan sikap Selomita.
" Oh lupakan, " kata Dido yang langsung duduk di sebelah Selomita, " Do, kamu sendiri?" tanya Selomita.
" Aku sama Ujang, " kata Dido menjelaskan.
" Oh, kamu kesini mau nengokin aku?" tanya Selomita.
" Iya, aku kangen banget sama kamu. Kalau aku telpon kamu selalu sibuk." ucapnya.
" Maaf, kegiatan ku sangat banyak. Dan aku harus giat jualan, untuk membiayai sekolah ku." jelas Selomita, " Aku meminta tolong kak Fania untuk mencari ruko." kata Selomita.
" Ruko?" tanya Dido.
" Iya, aku akan memperbesar usaha keripik. Karena peminatnya sudah sangat banyak." ujarnya.
" Dan kau akan sangat sibuk sekali." ucap Dido.
" Maafkan aku, aku harap kau bisa mengerti aku ." ucap Selomita sambil memegang kedua tangan Dido.
Dido sangat heran dengan sikap wanita yang langsung berubah.
" Iya, aku akan sabar menunggu mu. " ucap Dido.
" Do, dua bulan lagi aku akan pergi ke NTT untuk bertugas." kata Selomita.
" Berapa lama?" tanya Dido.
__ADS_1
" Enam bulan." jawab Selomita.
" Apa? Enam bulan?" kaget Dido.
" Iya, " jawab Selomita.
" Semoga kau bisa cepat menyelesaikan sekolah mu. " kata Dido.
" Ehem, ehem.." dehem Ujang yang berada di depan pintu.
" Iya Jang?" tanya Dido.
" Den, uda jam berapa?" tanya Ujang yang melihat ke arah jam dinding.
" Oh iya, sudah jam lima sore. Kenapa waktu cepat sekali." kata Dido dengan muka cemberut.
" Memang kamu mau kemana?" tanya Selomita.
" Aku ditugaskan oleh bapak untuk membeli bibit. Dan sekalian aku ingin mengunjungi mu." kata Dido, " Karena aku sudah rindu sekali padamu." ucapnya.
" Apa kau sangat menginginkan nya?" tanya Dido yang langsung mencolek hidung Selomita.
" Aku harap kau bisa sabar sedikit. " kata Selomita yang menatap lekat wajah Dido.
Dido pun pamit pada Fania dan Yasmin, setelah itu dia langsung memeluk Selomita dengan erat.
" Aku mohon tetap jaga hati mu untuk ku " pesan Dido yang langsung mencium kening Selomita.
" Iya, " jawab Selomita sambil tersenyum.
Kemudian Dido menaiki mobil, dan meninggalkan Selomita.
__ADS_1
******
Dua bulan berlalu, Selomita pun berkemas untuk pergi ke NTT.
Semua temannya sudah berkumpul di bandara, keluarga mengiringi perjalanan mereka. Begitu juga dengan Selomita, dia di antar oleh Fania dan Yasmin. Dido tak nampak kehadiran nya, namun sebelum jalan Selomita melakukan video call. Dido harus menghadiri pameran di kota. Karena usaha tanaman hias nya kini sudah berkembang. Tak percuma bapaknya menyuruh dia bersekolah di jurusan pertanian. Ilmunya sangat berguna untuk usaha bapaknya.
Selomita sudah berangkat meninggalkan bandara, dengan hati antara senang dan gugup. Karena dia harus praktek langsung memeriksa pasien.
SELOMITA
" Do, aku sudah sampai di NTT." Selomita mengirimkan pesan.
Namun belum Dido balas, mungkin karena dia sedang sibuk.
" Sel, kamu satu kamar dengan Alena dan Riska." kata dosen pembimbing yang menempatkan dia di puskesmas NTT.
" Iya pak, " jawab Selomita yang masih sibuk dengan ponselnya.
" Sel, ayo kita ke kamar." ajak Alena.
Selomita dan Riska mengikuti Alena yang sedang berjalan dengan dosen.
" Ris, kamu serius bisa tinggal disini?" tanya Alena menyindir.
" Aku usahakan, toh semua demi karier ku." jawab Riska.
" Ya asalkan kamu jangan ngeluh-ngeluh di depanku saja." kata Alena dengan nada ketus.
" Ish,, " kata Riska yang langsung menatap sebal Alena.
Riska bingung dengan sikap Alena yang berubah. Kenapa jadi jutek dan menyebalkan.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.