
" Tok, tok, tok..." Mak Inah mengetuk rumah utama tempat kost Fania dan Selomita.
Karena Mak Inah di tunjukkan oleh para tetangga, sesuai alamat surat yang Fania pernah kirim.
" Ceklek.." terdengar suara pintu terbuka.
"Maaf anda mencari siapa?" tanya Kristiana.
" Saya mencari anak yang kost di sini yang bernama Fania." kata Mak Inah dengan senyum peluhnya karena lelah.
" Oh Fania baru aja jalan kerja, ibu siapa ?" tanya Kristiana dengan senyumnya yang ramah.
" Saya ibunya. " kata Mak Inah seraya berjabat tangan.
Kristiana melihat anak laki-laki dan perempuan di belakang Mak Inah.
" Oh ibu tunggu aja di dalam, nanti saya telpon Fania." kata Kristiana yang mempersilahkan masuk Mak Inah berserta anak-anaknya.
" Biar saya aja yang menelpon." kata Mak Inah.
" Oh kalau gitu, silakan masuk dan duduk sambil menunggu Fania." kata Kristiana yang belum sadar kalau ibunya Fania adalah ibunya Selomita.
Mak Inah pun masuk dan duduk di sofa, " Fatur, Sarina." panggil Mak Inah.
" Iya, Mak..!" jawab Fatur dan Sarina serempak lalu menghampiri Mak Inah yang sudah duduk di sofa.
Kristiana membuatkan teh manis untuk mereka bertiga.
" Ini ada sedikit cemilan buat adik-adik." kata Kristiana dengan tersenyum.
" Terima kasih, Bu " jawab Fatur.
" Makanlah, sambil menunggu kakak kalian." kata Kristiana.
__ADS_1
" Iya, " jawab Fatur.
Lalu Kristiana dan Mak Inah pun berbincang tentang masalah anak-anak nya. Namun dia tidak membahas soal Selomita. Sedangkan Kristiana hanya menceritakan Yasmin. Karena Yasmin memang sahabat Fania. Satu jam berlalu, Mak Inah lupa menelpon Fania. Dan datanglah Yasmin yang sudah masuk ke rumah.
" Assalamu'alaikum, eh Ibu ada tamu?" sapa Yasmin yang baru pulang dari seminar.
" Kok kamu uda pulang aja?" tanya Kristiana.
" Cuma seminar aja, abis ini aku mau ke kafe." kata Yasmin yang menghampiri Mak Inah dan Ibunya.
" Ini ibunya Fania, " kata Kristiana memperkenalkan kepada Yasmin.
" Oh Fania ada di kamar nya, habis ini kami mau berangkat ke kafe barengan." kata Yasmin.
" Oh kalau gitu biar saya yang ke kamar kostnya. Dimana ya?" tanya Mak Inah.
" Yang paling ujung Bu." kata Yasmin menunjukan.
" Terima kasih juga teh manisnya dan cemilannya." ucap Mak Inah.
Mak Inah langsung menuju kamar kost Fania.
Fatur dan Sarina membuntuti dengan membawa tas dan bungkusan oleh-oleh.
" Tok, tok, tok ." Mak Inah mengetuk pintu kamar kost Fania.
" Sebentar, " teriak Fania yang sedang di dalam toilet.
Fatur dan Sarina pun mengekor mamaknya.
" Ceklek..." pintu pun terbuka.
" Mamak...!!" ucap Fania yang sangat terkejut dengan kehadiran mamaknya.
__ADS_1
" Fania, kamu kok kaget gitu ngeliat mamak?" tanya Mak Inah heran.
" Eh, enggak Mak. Kok mamak gak ngabarin dulu kalau mau kesini?" tanya Fania yang begitu terkejut, yang membuatnya terkejut bukan kehadiran mamaknya. Melainkan ketakutannya kalau nanti Selomita ketahuan tambah akrab dengan Dido.
" Masuk Mak, " kata Fania.
Mak Inah masuk berserta adik-adiknya.
" Fatur, Sarina kalian istirahat di kasur ya. " kata Fania yang menyuruh adik-adiknya istirahat karena dia harus berangkat bekerja.
" Mak, kalau aku tinggal bekerja gak apa-apa?" tanya Fania.
" Gak apa-apa, kan memang itu kewajiban kamu. Mamk hanya ingin mengantarkan ijazah Selomita." jelas Mak Inah dengan maksud kedatangannya.
" Oh, kenapa gak kirim aja lewat pos?" tanya Fania
" Mamak kangen sama kalian, apa kalian gak kangen sama mamak?" tanya Mak Inah merajuk.
" Kangen Mak, cuma aku belum ada waktu untuk pulang." ujar Fania.
" Makanya mamak yang ke sini." kata Mak Inah.
Lalu Mak Inah meletakkan tas dan barang yang dia bawa ke dalam kamar Fania.
" Mak aku tinggal kerja ya, kalau mau makan di kulkas sudah ada bahan makanan. " kata Fania yang terlihat sedikit cemas karena takut hubungan Selomita di ketahui oleh mamaknya.
" Iya, " jawab Mak Inah.
-
-
Silakan like dan berikan komentar mu
__ADS_1