
" Sel, aku sudah berangkat menuju desa." pesan singkat Dido yang memberitahu Selomita.
Tetapi pesannya belum di balas, karena Selomita sedang bekerja.
****
Dido pun sampai di desanya, dia dan Kristiana pun masuk ke dalam rumah.
" Kita balik lagi, " ucap Kristiana yang sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
" Bu, aku mau langsung ke kamar." ucap Dido.
" Iya, " jawab Kristiana yang mulai merapikan baju-baju nya yang berada di dalam koper.
" Bu, malam ini bapak tidur di sini ya." kata Pak Condro.
" Terserah bapak, " jawab Kristiana tanpa melihat pak Condro yang sudah tertidur di kasur.
" Semoga Dido akan baik-baik saja ya bu, bukannya bapak ingin memisahkan mereka. Tapi perkebunan bapak sedang membutuhkan tenaga Dido." ucap Pak Condro memberikan penjelasan.
" Pak, Dido pasti mengerti. Dan mungkin Selomita juga sudah memahami nya, ibu tahu hubungan mereka akan baik-baik saja setelah mendapat restu dari Mak Inah." kata Kristiana yang duduk di sebelah pak Condro.
" Terima kasih bu, kamu sudah mengerti bapak. Dan kamu tidak cemburu seperti Maya, kalau bapak menyebut nama Sainah." kata Pak Condro.
__ADS_1
" Itu karena ibu baru mengenal sebagai ibunya Selomita. Dan ibu gak mengenal dia sebagai kekasih bapak." sindir Kristiana.
" Oh jadi ibu cemburu?" ledek Pak Condro yang mendekati Kristiana. Walaupun umurnya sudah setengah abad, namun pak Condro masih bersemangat untuk berhubungan mesra dengan istri-istrinya.
" Ih bapak, jangan genit. Masih sore, " ucap Kristiana yang menjauh saat di gelitik oleh Pak Condro.
Dido masih melihat ponselnya, belum ada tanda-tanda kalau ponselnya berbunyi. Dia terus memandangi benda kotak berukuran 5 inchi. Tak terasa matanya mulai mengantuk, Dido pun memejamkan kedua matanya.
***
Selomita telah menyelesaikan pekerjaannya, dia baru sempat untuk mengambil ponselnya. Diusapnya layar yang masih terkunci, di tekan tombol untuk membuka kunci nya.
" Dido, " ucap Selomita yang baru saja menerima pesan dari Dido.
"Sel, aku sudah berangkat menuju desa." pesan yang tertulis di layar ponselnya.
Panggilan yang ke tiga, ternyata Dido belum menjawab panggilan dari Selomita. Hatinya bertanya-tanya, kenapa Dido tidak menjawab telepon darinya. Tapi dia mencoba berpikir positif, mungkin Dido sedang sibuk. Lalu Selomita langsung merapikan bajunya, dan mengambil tasnya. Dia bergegas untuk pulang ke kostan.
" Sel, " panggil Yasmin.
" Iya kak, " jawab Selomita yang langsung membalikkan badannya ke arah Yasmin.
" Kamu pulang bareng kakak sama Fania, " kata Yasmin yang langsung merangkul Selomita.
__ADS_1
" Tapi kak Fania masuk middle, " kata Selomita.
" Kak Fania akan pulang bersama kita, karena mulai hari ini kita akan tinggal bersama." ucap Yasmin.
" Apa kak?" tanya Selomita.
" Iya, kak Fania kan kakaknya kak Yasmin. Masa harus ngekost di rumah sendiri." ucap Yasmin.
" Tapi aku kan..." kata-kata Selomita terhenti saat Fania sudah berada di belakang mereka.
" Ayo jalan." kata Fania yang langsung menuntun tangan Selomita.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil Yasmin.
" Mulai hari ini, fasilitas yang aku pakai bisa kak Fania dan kamu gunakan." ujar Yasmin yang sudah menyalakan mesin mobil nya.
" Tapi kak,...." ucap Selomita yang di sela oleh Fania.
" Kamu dan kakak sama, kita bukan orang oain. Kita sekarang saudara." ucap Fania yang langsung memeluk Selomita.
Fania dan Yasmin di pesan oleh Dido untuk menjaga Selomita. Dido tak ingin Selomita di ganggu oleh cowok-cowok. Dan juga tidak ingin Selomita merasa kesepian.
-
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.