CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 110


__ADS_3

" Do, ada gosip yang beredar katanya kamu meniduri Niken?" tanya Kristiana yang sedang duduk di sisi tempat tidur Dido.


Dido terlihat tidak bersemangat, karena kemarin Mak Inah mengusir nya.


" Aku dijebak Bu, apa ibu percaya dengan semua yang di cerita kan orang?" tanya Dido dengan pandangan kosong.


" Ibu lebih percaya pada anak ibu, Dido gak mungkin berbuat hal seperti itu." kata Kristiana.


" Terima kasih Bu, sekarang yang aku pikirkan adalah bagaimana cara meyakinkan Mak Inah." suara Dido terdengar kelu.


" Nanti ibu akan cari solusinya, kamu sabar ya Nak." kata Kristiana.


Lalu Kristiana menuju halaman depan untuk menyiram bunga.


" Maaf bu menganggu, " sapa Ujang.


" Iya Jang, ada apa?" tanya Kristiana yang sedang menyiram tanaman hias nya.


" Soal video yang di sebar oleh Niken." ucap Ujang.


" Iya, apa kamu sudah melihat nya?" tanya Kristiana.


" Saya rasa mas Dido tidak akan melakukan hal sehina itu." kata Ujang menyangkal.


" Iya, namun Dido tidak cukup bukti untuk menjelaskan kepada calon mertua nya." kata Kristiana yang menatap tanaman hiasnya dengan wajah sendu.


" Mas Dido sangat mencintai Selomita, sewaktu pulang dari hotel dia mencoba menjelaskan kepada Selomita. Namun saya gak berani bertanya bu." kata Ujang.


" Apa reaksi Selomita?" tanya Kristiana.


" Dia memblokir nomor mas Dido, akhirnya menelpon pakai ponsel saya." jelas Ujang.


" Kamu bisa jadi saksi Jang?" tanya Kristiana.

__ADS_1


" Bisa bu, " jawab Ujang," Sebelum sampai hotel, Niken memang mencoba untuk mendekati mas Dido. Dan dia berbicara kepada saya akan melakukan segala cara untuk merebut mas Dido dari Selomita. Saat di dalam mobil, Niken mencoba menyentuh mas Dido. Namun keburu saya lihat, dan menegurnya." Ujang menceritakan kejadian sebelum mereka sampai di hotel saat akan ada acara pameran.


" Baiklah, aku akan bicarakan dengan Dido. Lalu Kristiana masuk ke dalam kamar Dido. Dan Kristiana menjelaskan semua yang Ujang ceritakan.


" Do, ada yang ingin ibu bicarakan." kata Kristiana. Lalu dia menceritakan semua hal yang Ujang bicarakan.


Kemudian Dido mulai berpikir, saat dia meminum orange jus yang di berikan oleh pihak hotel, tubuhnya merasa aneh.


" Bu, aku akan ke hotel dan meminta rekaman cctv. Pasti aku akan menemukan bukti-buktinya." kata Dido bersemangat.


" Baiklah Do, kau minta temani Ujang." saran Kristiana.


" Baik bu, doakan aku agar masalah ku cepat selesai." kata Dido yang langsung mengambil jaket yang tergantung di dinding.


Dido meminta Ujang untuk mengantarkannya ke hotel.


*****


" Sel, kamu gak rapi-rapi?" tanya Riska yang sudah masuk ke kamar Selomita.


" Aku lagi gak enak badan, " tuturnya seraya berbaring lagi di tempat tidur.


" Apa kau sakit?" tanya Riska.


" Entah, pikiran ku sedang kusut. Jadi kurang fokus menerima pelajaran, dan aku ijin dulu ya." kata Selomita yang melihat ke arah Riska.


" Baiklah, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku." kata Riska seraya tersenyum dan meninggalkan kamar Selomita.


Teman-teman Selomita semuanya pergi melakukan KKN ke desa sebelah. Sedangkan Selomita sedang terbaring di tempat tidur, dirinya masih sangat terpukul soal hubungan nya dengan Dido.


" Tok, tok, tok..." terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


" Siapa?" teriak Selomita yang berada di kamarnya.

__ADS_1


" Aku Hari.." jawab Hari dari arah luar pintu.


Selomita langsung bangun dari tempat tidur, dan bergegas menuju pintu luar.


" Ceklek..."


" Ada apa Har?" tanya Selomita dari balik pintu yang terbuka sedikit.


" Kau tidak tugas hari ini?" tanya Hari.


" Aku kurang sehat, jadi ijin untuk tidak tugas hari ini." kata Selomita, " Memang ada apa Har?" tanya Selomita.


" Aku membawakanmu bubur ayam." kata Hari yang memberikan rantang yang berisikan bubur.


" Har, aku jadi merepotkan mu " kata Selomita yang menerima rantang berisi bubur.


" Tidak, sudah menjadi kewajiban ku sebagai anak kepala desa. Harus menjamu tamu dengan baik." kata Hari.


" Terima kasih " kata Selomita.


" Kau makan ya, sesudah itu langsung minum obat." kata Hari yang begitu perhatian pada Selomita.


" Maaf ya Har, di penginapan ini hanya ada aku. Sebaiknya kamu jangan ada disini, kalau aku sedang sendirian." kata Selomita


" Iya aku mengerti, tapi kalau kamu butuh sesuatu aku ada di sekitar sini." kata Hari.


" Iya, aku masuk dulu ya." kata Selomita yang langsung menutup pintunya.


Hari langsung meninggalkan penginapan, dan menuju ke arah pantai. Karena dia masih harus mencari ikan untuk di jual ke tempat pelelangan. Nelayan adalah pekerjaan Hari, walaupun bapaknya seorang kepala desa dia tidak mau mengandalkan kedudukan orang tuanya. Dia tetap bekerja keras bersama nelayan lainnya.


-


Silakan berikan like dan vote ya, Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2