CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 120


__ADS_3

Hello guys, ini adalah bab terakhir dari perjalanan cinta Selomita dan Dido. Karena akhirnya cinta mereka direstui oleh Mak Inah.


Selamat membaca ya, semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa kamu petik dari cerita Author 🙏


......*****......


Pagi ini, Dido telah mempersiapkan semuanya. Dia sudah bilang kepada bapaknya, untuk melamar Selomita.


Jam menunjukkan pukul sebelas siang, keluarga Dido sudah rapi mempersiapkan semua bawaan, yang akan di jadikan seserahan.


"Kamu sudah rapi, Do?" tanya Pak Condro kepada Dido yang sedang di dalam kamarnya.


"Sudah, Pak!" jawab Dido.


"Do, berikan ini pada Selomita." Pak Condro memberikan Dido cincin emas bergambar hati.


"Cincin?" kaget Dido karena bapaknya memberikan cincin.


"Iya, itu cincin yang bapak simpan untuk mak Inah. Dan kini kamu harus memakai kannya ke jari anaknya," kata Pak Condro sambil memukul pelan pundak Dido


Dido merasa bahagia, karena hari ini adalah hari yang spesial untuk nya.


Semua istri Pak Condro sudah berkumpul di ruang tamu, termasuk Anton.


"Selamat ya, Do. Akhirnya kamu akan melamar Selomita," kata Anton sambil memeluk Dido.


"Terima kasih," jawab Dido yang membalas pelukan Anton.


Mereka pun berangkat menuju rumah Selomita, dengan menggunakan dua mobil.


"Yasmin, sudah kau hubungi?" tanya Pak Condro.


" Sudah, Pak. Katanya langsung ke rumah Kak Fania," jelas Dido yang duduk di bangku supir.


Mobil mereka melaju dengan perlahan, karena jalanan yang di lewati masih berlubang. Padahal pak kades sudah mengaspal tahun lalu. Mungkin karena sering terjadi hujan lebat, dan jalan tergenang air, maka merusaknya lagi.


Rombongan Dido telah sampai di rumah Selomita. Dan mobil nya sudah terparkir di halaman rumah nya.


Semua anggota keluarga keluar dari mobil satu persatu.


"Assalamu'alaikum," ucap Dido memberi salam.


"Wa'alaikumsalam," jawab Mak Inah yang juga sudah rapi mengenakan gamis. Walaupun umurnya sudah tua, namun tetap terlihat kecantikan nya. Dan kecantikan itu menurun di wajah Selomita.


" Mari masuk!" kata Mak Inah yang mempersilahkan para rombongan masuk.


Mereka duduk di tikar pandan, dan sudah tersedia aneka kue dan air mineral.

__ADS_1


" Bapak!" panggil Yasmin dari arah kamar Selomita.


"Yasmin! Nak, kamu kapan datangnya?" tanya Pak Condro yang datang menghampiri nya lalu memeluk Yasmin.


" Subuh, Pak jalan dari rumah. Pas tadi Dido kasih kabar mau melamar Selomita," kata Yasmin. "Dan sampai tadi pukul sepuluh, Yasmin ngebut!" bisiknya di telinga Pak Condro.


" Yasmin, kamu wanita gak boleh ugal-ugalan naik mobilnya," pesan Pak Condro.


" Iya, Pak. Ini 'kan acara dadakan," kilah Yasmin.


Acara pun di mulai, semua keluarga sudah berkumpul di dalam rumah Selomita.


"Saya mewakili keluarga Dido, ingin melamar anak bu Sainah yang bernama Selomita. Apakah ibu bersedia menerima pinangan dari Dido untuk Selomita?" tanya Yasmin yang bertugas sebagai wali dari Dido.


"Iya, saya bersedia." Mak Inah menjawab seraya mengangguk kan kepalanya.


"Yeay..." Sorak Sorai seluruh keluarga sambil bertepuk tangan.


Selomita pun keluar dari kamarnya, dan duduk di sebelah Dido.


"Sebagai pengikat tali cinta, Dido akan memberikan sebuah cincin. Agar Selomita tidak di ambil orang," ledek Yasmin.


" Kakak, jangan gitu dong. Ngeledek adiknya mulu sih!" ucap Kristiana sambil menyenggol lengan Yasmin.


" Ups, iya, iya, hanya bercanda. Ayo, Do! Pasangkan cincin nya," kata Yasmin.


Dido membuka cincin yang ada di dalam kotak berwarna merah. Mak Inah terkejut, saat melihat cincin yang akan di sematkan di jari Selomita. Cincin itu persis dan hampir sama, dengan cincin yang dulu dia beli dengan Pak Condro. Mak Inah pun melirik ke arah Pak Condro, ternyata Pak Condro masih menyimpan cincin yang akan di berikan padanya, ketika itu dia sudah terlanjur menikah dengan Harun.


"Baiklah. Selomita telah resmi bertunangan dengan Dido. Dan silakan para orang tua membahas tentang acara pernikahan," kata Yasmin.


"Aku ingin secepatnya menikah dengan Selomita," ujar Dido sambil melihat wajah Selomita terlihat cantik dengan polesan makeup.


" Do, apa tidak terlalu terburu-buru? Selomita masih sekolah," cegah Pak Condro.


"Aku tidak ingin ada lagi yang mengganggu hubungan kami." Dido berucap tegas.


"Bagaimana dengan mu, Nak?" tanya Pak Condro pada Selomita.


"Saya setuju saja, kalau memang Dido ingin menikahi saya." Selomita menjawab sambil tersenyum ke arah Dido.


"Aku ingin minggu ini, nikah secara agama saja dulu. Resepsi nya nanti, saat Selomita sudah menyelesaikan pendidikannya," kata Dido.


" Baiklah, bagaimana Sainah?" tanya Pak Condro.


" Aku setuju saja, kalau memang Selomita akan bahagia," kata Mak Inah.


Setelah mereka semua setuju, keluarga Dido pun pulang meninggalkan rumah Mak Inah.

__ADS_1


...***...


Hari yang ditunggu telah tiba, Dido sudah mempersiapkan semuanya. Acara kecil-kecilan untuk meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


Para keluarga inti sudah hadir, termasuk keluarga dari Harun. Nampak dekorasi yang minimalis namun modern, terlihat indah menghiasi rumah Selomita.


Dido sudah rapi mengenakan jas hitam, dirinya akan melantunkan ijab kabul hari ini. Semalaman dia selalu mengulangi kata-kata, yang akan mensahkan dirinya menjadi imam untuk Selomita.


Dido sudah duduk di sebelah meja, tempat dirinya akan mengucapkan ijab kabul.


Selomita pun sudah berada di sampingnya, terlihat cantik dengan riasan MUA yang di bawa oleh Yasmin. Serta mengenakan baju kebaya pengantin berwarna putih tulang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Selomita binti Harun al-Rasyid dengan mas kawin cincin seberat dua gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" ucap Dido sambil menahan nafasnya, berharap ucapan sah dari para saksi langsung terdengar.


"Bagiamana saksi?" tanya penghulu.


" Sah, sah..." Terdengar sorakan dari seluruh keluarga, dan bukan saksi saja yang mengucapkan kata sah.


Dido merasa bahagia, dirinya kini menjadi suami Selomita.


Selomita mencium tangan Dido, dan mereka bersalaman dengan para keluarga yang hadir.


Semoga hubungan mereka tetap harmonis dan samawa sampai akhir hayat.


...*****...


Terima kasih untuk para reader tercinta yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca novelku yang berjudul CINTA TERHALANG RESTU.


Author sadar masih banyak kekurangan cerita di dalamnya, termasuk banyak typo dalam penulisan naskah. Harap maklum 🙏


Terima kasih


Wasallam


Salam cinta dari author.


FEBTI SELASANTI😘


Karya author lainnya:


- ORANG KETIGA ( TAMAT)


- CINTA SMA ( Tamat)


- BOLEH AKU MENCINTAIMU ( tamat)


- AYAHKU ADALAH BOS KU ( TAMAT)

__ADS_1


- SANG BALERINA CILIK PUTRI TUAN ALDO


- CINTA YANG HILANG


__ADS_2