
Ujang memarkirkan mobilnya di basemen hotel, yang kemarin mereka datangi. Dengan langkah cepat Dido langsung menuju ruang cctv.
" Permisi mbak, saya mau mengecek cctv lusa kemarin. Bisa bantu saya mbak, karena saya sedang di fitnah." kata Dido dengan nada suara yang terburu-buru.
" Tunggu sebentar pak, saya akan menghubungi pihak kantor apakah di perbolehkan atau tidak." kata Resepsionis yang langsung mengambil telepon kantor.
Dua menit Dido menunggu, lalu resepsionis itu menunjukkan ruang kantor yang terdapat layar cctv.
Dengan cepat Dido langsung menuju ruang cctv. Sesampainya, Dido meminta siaran ulang saat pelayan restoran membawakan segelas orange jus ke kamarnya.
Pekerja yang bertugas akhirnya memutar ulang kejadian, saat Niken menceburkan pil ke dalam gelas. Lalu Dido meminta rekaman itu di kirim ke email nya. Akhirnya Dido memiliki rekaman, saat Niken akan berbuat jahat kepadanya.
Setelah mendapatkan rekaman itu, Dido langsung bergegas pulang dengan Ujang.
" Bener kan Den kalau semua ulah Niken?" tanya Ujang yang sudah menjalankan mobilnya.
" Ya sudah Jang, yang penting aku sudah mendapatkan bukti-bukti. Agar Mak Inah percaya, dan merestui lagi hubungan ku dengan Selomita." ucap Dido penuh harap.
" Iya Den, saya doakan." kata Ujang yang langsung fokus menyetir.
Dido pun sampai di desanya, lalu dia langsung menuju ke arah rumah Niken. Dia harus bergerak cepat agar tidak terjadi fitnah yang berkepanjangan.
" Jang, ke rumah Niken." perintah Dido.
__ADS_1
" Baik Den, " jawab Ujang yang langsung mengarahkan mobilnya ke rumah Niken.
***
" Sudah sampai Den, nanti tinggal lurus aja belik kanan." kata Ujang yang memang sudah tahu rumah Niken.
" Antarkan aku, " kata Dido yang malas bertemu dengan Niken seorang diri.
" Baik Den " jawab Ujang yang langsung memarkir mobilnya." Silakan Den, " kata Ujang yang sudah keluar dari mobil.
" Kau jalan duluan, aku tak tahu rumah nya." kata Dido yang memang tergolong orang baru di desa.
Ujang berjalan terlebih dahulu, dan Dido di belakangnya.
" Eh kang Ujang, kok tumben datang ke sini?" tanya Nek Siti yang merupakan nenek dari Niken. Kedua orang tua Niken berada di luar kota, mereka bekerja mencari nafkah. Sedan Niken tinggal dengan neneknya sejak masih kecil. Nenek Niken tidak mengetahui perihal masalah cucunya, karena tubuhnya sudah renta jadi tidak bisa keluar rumah.
" Nek ada Niken?" tanya Ujang.
" Ada sedang di kamar." kata Nek Siti.
" Bisa panggilkan sebentar?" tanya Ujang sambil melirik Dido.
" Tunggu sebentar ya, " kata Nek Siti yang langsung masuk ke dalam rumah untuk memanggil Niken.
__ADS_1
" Dia tinggal bersama neneknya Den, kayaknya neneknya gak tahu soal perbuatan cucunya." ucap Ujang berbisik.
" Iya aku tahu, kalau seandainya dia tahu pasti meminta ku untuk bertanggung jawab." kata Dido yang sedikit menahan emosi.
Niken pun keluar dari kamarnya dan menemui Dido, yang berada di teras depan.
" Eh Dido, kang Ujang. Kamu pasti mau.." ucapan Niken terhenti karena mulutnya di bekap oleh Dido.
Dido membawanya menjauh dari rumah Niken, dia tidak ingin menyakiti perasaan neneknya Niken.
" Mmm, mpmp..." suara Niken mencoba memberontak.
" Apa-apaan sih Do, kamu kok main bekap-bekap aja." kesal Niken yang langsung memegang bibirnya.
" Aku sudah menemukan bukti kejahatan mu, " kata Dido dengan tatapan mata yang tajam mengarah ke Niken.
" Maksudmu?" tanya Niken, " Bukankah kau kesini ingin bertanggung jawab?" tanya Niken penuh percaya diri.
" Maaf Ken, aku sudah tahu akal busukmu. Kalau kau tidak ingin di permalukan di depan umum, sebaiknya kau mengakui kesalahanmu." ucap Dido yang mencengkeram bahu Niken.
" Maksud kamu apaan sih Do?" tanya Niken yang masih belum mengerti.
-
__ADS_1
Silakan like dan komen ya, 😘