CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 125 (Extra part)


__ADS_3

"Aku minta tolong padamu, jika dia datang lagi, jangan kasih tahu tentang keberadaan ku " Selomita memohon pada Johan.


"Baik," jawab Johan.


Kemudian Selomita kembali ke dalam kelas, karena akan memulai mata kuliah berikutnya.


Saat akan memasuki kelas, tiba-tiba ada tangan kekar yang menarik lengan Selomita.


"Selomita!" Suara khas NTT yang terdengar di telinga Selomita.


Selomita langsung menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah sumber suara.


"Hari?!" Selomita membulatkan kedua bola matanya.


"Kau kemana saja?" tanya Hari


Kemudian Selomita melepaskan tangan Hari. "Maaf Hari, aku sudah ingatkan kalau aku sudah punya kekasih."


"Aku benar-benar mencintai mu, Selomita!" ujar Hari.


"Maaf Har, aku ada kelas." Selomita langsung masuk ke dalam kelasnya.


Hari terlihat sedang menunggu di depan kelas Selomita.


"Hey, kamu Hari?" tanya Riska yang menghampiri Hari.


"Iya," jawab Hari.

__ADS_1


"Kamu ngapain di depan kelas Selomita?" tanya Riska.


"Aku sedang menunggunya," jawab Hari.


"Har, sebaiknya kamu pulang aja deh! Buat apa ngarepin Selomita yang sudah punya kekasih. Lagi pula nanti juga kekasihnya akan datang menjemputnya," ujar Riska


"Baru juga kekasih, belum jadi suami!" jawab Hari dengan nada santai.


"Terserah kamu, yang pasti aku sudah bilangin." Riska langsung pergi meninggalkan Hari yang masih duduk menunggu Selomita.


Jam pelajaran usai, Selomita telah keluar dari kelasnya.


"Selo," panggil Hari.


"Hari, aku mohon sebaiknya kamu pulang ke tempat mu." Selomita cemas jika Dido melihat Hari bersama dengannya.


"Aku bisa menjadi lebih baik dari kekasihmu," ucap Hari memaksa.


"Har, kita duduk di situ." Selomita langsung berjalan menuju ke arah bangku besi yang di sediakan pihak kampus.


Hari pun duduk di sebelah Selomita, lalu mendengar penjelasannya.


"Aku sudah menikah," ucap Selomita dengan suara pelan.


"Apa?" Hari terkejut mendengar penjelasan Selomita.


Selomita hanya mampu memejamkan kedua matanya, saat melihat Hari terkejut.

__ADS_1


"Sel!" Terdengar suara Alena memanggil dari arah belakang Selomita. "Hari!" Alena terkejut melihat Selomita sedang berbincang dengan Hari.


"Ada kekasihmu, di depan parkiran." Alena berbisik di telinga Selomita.


"Maaf Har, aku harus pulang karena sudah di jemput." Selomita langsung menggendong tasnya.


"Sel, aku tak percaya jika kamu telah menikah," ucap Hari kekeh.


Selomita tetap melangkah meninggalkan Hari, kemudian Alena menyusulnya.


"Sel, kamu sudah menikah?" tanya Alena.


"Iya, Minggu kemarin. Seharusnya aku tidak memberitahu hal ini kepadamu, tapi terpaksa. Daripada aku harus di kejar-kejar oleh Hari," ucap Selomita dengan suara datar sambil terus berjalan menuju parkiran mobil.


"Aku mohon, jangan menyebarkan perihal pernikahan ku. Cukup kamu saja yang tahu," pinta Selomita.


"Tapi Hari gak percaya," ucap Alena sambil mengikuti langkah Selomita.


"Aku tidak tahu, yang pasti aku sudah menjelaskan semuanya." Selomita telah sampai di parkiran.


"Len, aku duluan ya!" Selomita langsung cipika-cipiki kepada Alena. Kemudian dia menghampiri mobil Dido.


"Kasian, Selomita! Kok aku gak ada yang ngerebutin, ya!" Alena bergumam sambil menggelengkan kepalanya.


"Makanya jadi cewek jangan judes, jadi gak ada yang deketin 'kan!" ledek Johan yang mendengar suara Alena.


"Ish, bisanya nguping aja!" gerutu Alena.

__ADS_1


"Ada apa, sih?" tanya Johan


"Selomita baru saja bertemu Hari, dan Hari tidak percaya jika..." ucapan Alena terhenti kala mengingat pesan Selomita tentang rahasia pernikahan nya.


__ADS_2