
Setelah Andini tiba diruangan suaminya, lalu ia pun membaca surat ancaman dari Lusiana.
"Gimana ini beb ???
apakah kamu akan mempertahankan keluarga kita dan perusahaan ini .
atau kamu akan memilih membebaskan kedua manusia biadab itu lalu menikah dengannya "
Pertanyaan Andini semakin membuat Delon tambah pusing, dia bingung harus memilih jalan yang mana .
kedua jalan itu memang sangat beresiko.
saat ia sedang pusing memikirkan masalah yang datang bertubi-tubi , tiba-tiba Delon mendapat ide.
"beb bagaimana kalau kita dekati saja orangtua nya , aku tau kelemahan nya adalah keluarganya "
Ucap delon pada istrinya
Saat itu juga Delon langsung mengajak istrinya untuk berangkat kerumah keluarga Lusiana .
Mereka berangkat jam 11 siang .
Rumah keluarga Lusiana memang sangat jauh dari kota, ibu dan ayah nya tinggal di sebuah perkampungan
makanya selama ini Lusiana ngekos dan tinggal di kota jauh dari kedua orangtuanya .
Mereka berdua melakukan perjalanan kurang lebih 5 jam lamanya .
untung Andini bisa menyetir mobil ,jadi kalau suaminya capek mereka bisa gantian nyetir .
setelah melewati jalanan rusak yang lumayan terjal lumpur dan becek dimana-mana . akhirnya mereka pun tiba dirumah kecil itu .
Tok ...tok ...tok...
"Permisi , Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab ayah nya Lusiana
dia membuka pintu dan mempersilahkan tamu dari kota itu untuk masuk
tentu saja mereka penasaran siapa sebenarnya tamu yang datang itu .
"apa kabar pak ,Bu ????
saya adalah manajer putri bapak yang bernama Lusi , Lusi bekerja di kantor saya menjadi sekretaris saya " jelas Delon
dia tidak memberitahu kalau Lusiana sekarang sudah dipenjara
"Ohhh. .iya . .jadi bapak yang bernama Delon ya ???
Lusi memang sering menceritakan kebaikan bapak pada kami .
Ooo...iya kalau boleh tau apakah terjadi sesuatu pada anak kami pak ????" sambung ibunya
karena ia merasa heran ,tiba-tiba bos putrinya dari kota datang ke kampung menemui mereka
"Ohh . .tidak ada masalah Bu.
__ADS_1
Lusiana juga baik-baik saja , kami juga sengaja tidak mengajak dia karena pekerjaannya masih banyak .
dan kami datang kesini untuk memberikan sumbangan .tolong di terima ya Bu "
Lalu Andini pun memberikan uang cash sejumlah 50 juta
sakin bahagianya kedua orangtua lusiana bersujud dikaki Andini dan Delon sambil mengucapkan terimakasih
Setelah mereka bertemu langsung dan memberikan uang ,lalu tidak lama kemudian orang kota itu pun pulang dan kembali ko kota .
Saat di dalam perjalan Andini bertanya pada suaminya .
"Beb ,kamu yakin rencana kita ini akan berhasil ???" tanya nya
karena ia masih ragu dengan rencana mereka sedangkan perjuangan mereka untuk tiba disana butuh perjuangan.
mereka sudah kehilangan waktu dan juga materi demi rencana ini
"Iya sayang tenang saja, ini pasti berhasil . Setelah melihat foto kita dan keluarganya pasti Lusi tidak akan berani mengancam ku lagi " Jawab Delon .
dan beberapa jam kemudian mereka pun tiba dirumah , Andini melihat jarum jam di dinding ternyata sudah menunjukkan pukul 1 malam .
Keesokan harinya, Andini dan Delon kembali lagi ke rutan untuk menemui Lusiana
"Lusiana ada tamu untukmu " Penjaga tahanan membuka pintu besi dan membawa Lusi ke ruangan kunjungan
"Oohhh...jadi ternyata Kalian yang datang !!
mau ngapain lagi kalian kesini ???
mau menertawaiku ??
karena kalian juga akan sama seperti ku memakai baju tahanan warna orens ,jadi tertawa lah sepuasnya sebelum aku menertawai kalian nantinya "
ternyata Lusiana memang tidak pernah berubah, meskipun sekarang ia sudah di penjara tapi tidak membuatnya jera .
dia malah terus menantang Delon dan andini karena rahasia Delon ada di tangannya .
"Pak. .pak. .pak polisi, sini deh saya mau ngasih tau . ." Teriak nya
tapi dengan cepat Andini langsung menutup dan menyumpel mulutnya dengan kedua tangan Andini .
dia tidak ingin kalau Lusiana nekat dan memberi tahu rahasia perusahaan secepat itu .
Saat Andini menutup mulut Lusi ,Delon pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan memperlihatkan foto terbaru .
"Ayah ,ibu, dan adik-adikku .
apa yang sudah kalian lakukan pada mereka , kalian berdua memang sudah gila .
dasar gila " Ucap nya
"Lusiana sayang yang cantik jelita , makanya kamu tidak usah sok-sok an mau melawan kami .
karena kami bukan tandinganmu , jadi kalau kau masih berani buka mulut dan mengancam kami . maka orangtua dan adik-adikmu mu yang akan jadi korban . camkan itu !!!! " Bisik Andini pelan
"kalian memang sudah gila !
__ADS_1
pergi kalian dari sini . aku tidak mau melihat wajah kalian lagi .
sedikit saja orangtua ku terluka maka kalian akan tau akibatnya .
Pergiiiiiii" Teriak Lusi
Karena Lusi berteriak histeris seperti orang gila jadi penjaga tahanan itu pun mencoba menenangkan dan langsung membawa lusi kembali ke ruang tahanan .
"Pasti Lusi tidak akan berani membongkar rahasia perusahaan, tadi saja dia sudah menangis kejer bagaimana kalau kita benar-benar melakukan sesuatu pada keluarganya " Ucap Delon
"Iya kamu benar sayang .
sekarang mari kita pulang !! " ucap Andini
baru 5 menit yang lalu mereka meninggalkan rutan.
kemudian datanglah pria gagah berjazz hitam dan pakai kaca mata hitam
Kedatangan nya ke rutan ingin bertemu dengan Lusi .
"Bu Lusiana ,ada tamu untuk anda " Panggil penjaga
"aku tidak mau bertemu dengan mereka lagi pak!!
tolong suruh mereka pulang sekarang juga " Perintah Lusi
tiba-tiba pria berkaca mata hitam itu menyahut dari balik jeruji besi itu
"Jadi. .saya di suruh pulang ?
okelah kalau begitu saya pulang !!!" Ucapnya
melihat pria yang sangat ia segani ,Lusi langsung menyeka air matanya
"Pak Arkan "Ujarnya
pria yang bernama Arkan itupun tersenyum ,dan penjaga tahanan membuka pintu lalu Lusi pun keluar .
Lusi langsung memeluk pria itu.
"Pak plis tolong jaga keluarga saya ,saya takut mereka akan menyakiti nya .hanya bapak yang bisa menolong saya saat ini " Lusi menangis di pelukan pria itu
Ternyata selain jafran ,Pria yang bernama Arkana adalah orang yang ada dibelakang Lusiana selama ini .
dia adalah saingan terberat Delon .
perusahaan nya yang dulu sangat sukses tapi sekarang sahamnya turun drastis dan bahkan perusahaan nya hampir bangkrut karena orang-orang berpaling ke perusahaan Delon dan menanam saham disana .
sebenarnya pria itu sudah lama tau kebusukan Delon tapi ia hanya diam dan menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkannya .
dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan bisnis nya yang hampir bangkrut .
"Tidak usah takut Lusi, karena saya yang akan menjaga keluargamu dan saya tidak akan membiarkan Delon dan istrinya berkeliaran bebas di luar sana .
mereka juga sudah tega menghancurkan bisnis saya " Cercah pria itu
setelah menemui Lusiana ,detik itu juga pria gagah yang berkaca mata hitam itu langsung ke kantor polisi .
__ADS_1
bukan Lusiana yang akan melaporkan Delon tapi justru pria itu yang langsung turun tangan .