CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 89


__ADS_3

Dido sudah membawa Selomita masuk ke dalam mobilnya. Dia sadar sudah curiga kepada pujaan hatinya. Wajar jika Selomita punya banyak teman laki-laki. Di desa saja banyak pemuda yang ingin menjadi kekasihnya, menurut percakapannya dengan Heri.


" Baiklah, aku percaya padamu." ujar Dido yang langsung memegang erat tangan Selomita.


Dido langsung menyalakan mesin mobil nya, dan melajukan keluar dari kampus.


" Kamu sudah makan?" tanya Dido.


" Belum, aku melewatkan makan siang hari ini." ucap Selomita yang fokus memegang layar ponselnya.


Dido langsung mengambil ponsel yang berada di tangan Selomita.


" Eh Do, aku lagi menjawab pesanan." kata Selomita yang mencoba meraih ponselnya.


" Aku sedang bersama mu, aku mohon luangkan waktu untuk ku " pinta Dido.


Selomita hanya menghela nafasnya, dia sepertinya kesal karena Dido telah mengambil ponselnya. Wajahnya dia palingkan ke arah jalanan. Dia tidak berbicara sepatah katapun pada Dido.


" Kamu marah? " tanya Dido, " Kenapa kamu berubah?" kata Dido yang melihat keanehan pada sikap Selomita.


" Aku tidak pernah berubah, masih sama." jawab Selomita.


" Kamu tidak seperti menginginkan kehadiran ku." kata Dido.

__ADS_1


" Tidak, aku hanya lelah dengan aktivitas ku." ucapnya beralasan.


Entah kenapa perasaan Selomita tidak seperti biasanya. Biasa dia sangat senang dengan kehadiran Dido. Namun kali ini berbeda, dia tidak merasakan perasaan itu.


Itulah tujuan Mak Inah, membuat Selomita menjadi sibuk. Agar perlahan Selomita dapat melupakan Dido. Mak Inah tidak ingin Selomita menjadi bagian keluarga Pak Condro. Karena dia sudah sangat sakit hati. Dia tahu sekali kalau Selomita sangat giat dan bertanggung jawab pada pekerjaan nya.


" Kalau kau tidak suka dengan kehadiran ku, sebaiknya aku akan mengantarmu pulang." kata Dido yang langsung mengalihkan mobil nya menuju rumah Yasmin.


Perasaan wanita memang sulit di tebak, diam, ngambek, tertawa dan bersedih. Bagi Dido dia belum bisa memahami Selomita. Mungkin itu yang dirasakan oleh semua pria di dunia ini. Harus mengerti perasaan wanita, yang kadang moodnya berubah-ubah.


Dido memarkirkan mobilnya di garasi, dan Selomita keluar dengan wajah yang cemberut.


" Sel, Selomita. Ini handphone mu." panggil Dido.


Selomita mengacuhkannya dan tak mendengar panggilan Dido.


Selomita langsung masuk ke kamarnya, Dido mengetuk-ngetuk pintu kamar Selomita.


" Sel, apa kau marah padaku?" tanya Dido dari pintu luar, " Maafkan aku yang curiga padamu, bukan maksud ku cemburu. Aku hanya takut kehilanganmu." teriak Dido.


" Ada apa sih Do?" tanya Yasmin sambil mengunyah brownies bawaannya.


" Selomita marah padaku, " jelas Dido.

__ADS_1


" Oh, " kata Yasmin yang langsung menuju ruang keluarga.


Yasmin tak mau ikut campur urusan Dido dan Selomita.


" Sel, aku bawakan brownies kesukaan mu. Kau pasti suka, ini aku beli di toko langganan ku." ucap Dido yang berusaha merayu Selomita.


Sebenarnya Selomita sedang mandi, dia merasa lelah dan gerah. Dia tidak mendengarkan teriakan Dido.


Selomita pun keluar dari kamarnya, dengan tubuh yang sudah wangi dan handuk yang melingkar di kepalanya.


" Kau masih marah padaku?" tanya Dido.


" Marah?" tanya Selomita


" Tadi kau tidak menjawab satu pun pertanyaan dariku, lalu kau tak menoleh saat ku panggil." jelas Dido, " Maafkan aku, aku memang cemburu. Maafkan jika cemburu ku berlebihan. Aku percaya padamu." kata Dido seraya memegang kedua tangan Selomita.


" Kenapa tadi kau diam saja?" tanya Dido.


" Do, aku sakit perut. Karena hari ini adalah hari pertama aku haid. Dan aku risih dengan pembalut ku yang sudah banyak menampung darah kotorku." kata Selomita.


" Oh Selomita sedang PMS, apakah semua wanita akan berubah sikap nya saat datang bulan?" tanya Dido dalam hatinya.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


Silakan like sebanyak-banyaknya, dan kalau kamu kasih komentar juga boleh Author akan senang dengan komentar positif dari para reader. Yang pasti membangun ya, agar author bisa bersemangat mencari ide cerita.


__ADS_2