
Waktu terus berlalu tak terasa enam bulan sudah aku menjalin hubungan dengan mas Kris.Namun aku belum sedikit demi sedikit aku mulai bisa mengenal karakternya dan dia pun juga sudah mulai bisa mengenal karakter ku.
Selama enam bulan aku pacaran dengannya aku lebih sedikit menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.Selama itu juga aku sudah mengenal semua saudara-saudara dari mas Kris.Saudara kandunganya maupun saudara sepupu dan saudara-saudara lainnya.
Setiap ada acara di keluarga mas Kris aku selalu di libatkan oleh ibunya,hubungan aku dengan keluarganya sangat baik termasuk dengan ibunya mas Kris.Ibunya menganggap seperti putrinya sendiri,aku merasa sangat senang karena aku merasa di terima di keluarga mas Kris.
Begitu sebaliknya,mas Kris juga sudah mengenal semua saudara-saudara dari ayah dan ibuku.Semua keluarga besar ku menerima baik kehadiran mas Kris dan setiap ada acara di dalam keluarga besar ku mas Kris selalu ikut serta.
Tepat enam bulan ini juga mas Kris berencana akan membuka sebuah usaha rental playstation.Dan hari ini dia mengajakku untuk belanja semua kebutuhan yang di perlukan untuk usaha rental playstation.
Kebetulan juga hari ini,hari minggu dan aku setuju ikut dengannya.Aku sudah meminta izin kepada ayah dan ibuku,mereka mengizinkan aku pergi dengan mas Kris.
Ibuku mengampiri aku ke dalam kamar ku.
Thokk,,,,thokkk,,,thokkk,,,,(suara pintu di ketuk)
Ceklek,,(suara pintu terbuka) dan ibu masuk ke dalam kamar ku.
"Ada apa bu??" kata ku.
"Ibu mau ngajak kamu sarapan nak,ayah udah nunggu" kata ibu ku.
"Iya bu sebentar lagi Ela akan menyusul bu,mau merapikan buku-buku dulu" kata ku.
"Baiklah ibu tunggu di ruang tamu ya" kata ibu ku sambil melangkahkan kaki ku.
Aku segera merapikan semua buku-buku ku,karena aku tak ingin ayah dan ibu ku menunggu ku terlalu lama.Setelah selesai ku langkahkan kaki ku menuju ruang tamu untuk menghampiri ayah dan ibu ku.
"Ayo nak makan sekarang,ayah mu sudah lapar itu loh" kata ibu sambil melihat ke arah ayah ku.
"Lho kok ayah sih bu yang di buat sasaran,,jangan-jangan ibu sendiri nih yang sudah lapar" kata ayah kepada ibu.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah ayah dan ibu ku,walaupun usia mereka tidak muda lagi namun mereka selalu menghangatkan suasana.
Setelah ibu mengambilkan makanan untuk ayah,kini giliran ibu mengambilkan makanana untuk ku.
"Sini nak piring mu biar ibu yang ngambilkan nasi sama lauknya untuk kamu" kata ibu ku.
"Ndak usah bu biar Ela ngambil sendiri saja,hehehehe " kata ku sambil sedikit tertawa.
__ADS_1
"Udah gak apa-apa sekalian saja" kata ibu ku.
Ku berikan piring ku pada ibuku dan segera ibu ku mengisinya dengan nasi dan lauk.
"Ini nak makanlah" kata ibu ku.
"Iya bu,makasih banyak ya" kata ku.
Kami pun makan bersama-sama.
Akhirnya sarapan pagi kami sudah selesai,saat aku hendak membereskan sisa makanan tadi,namun ayah melarang ku karena ayah ingin berbicara sesuatu kepada ku.
"Beres-beresnya nanti dulu nak,ada yang mau ayah bicarakan sama kamu" kata ayah ku.
"Ada apa ya yah" kata ku.
"Gini nak ayah dan ibu rencananya akan ke rumah saudara ibu mu mungkin dua hari,tapi ayah dan ibu binggung" kata ayah ku.
"Binggung kenapa ya?" kata ku.
"Kalau ayah mengajak mu itu gak mungkin bisa,karena kan kamu sekolah nanti kamu ketinggalan pelajaran,tapi kalau ayah meninggalkan kamu di rumah sendirian ayah gak tega danayah juga khawatir" kata ayah ku.
"Iya nak ibu juga gak tega kalau harus ninggalin kamu di rumah sendirian,di sini juag gak ada saudara yang bisa nemanin kamu" kata ibu ku.
"Oh iya ya Ayah,kan ada Melinda bisa menemani Ela di rumah selama kita pergi" kata ibu ku sambil memandang ke arah ayah ku.
"Iya bu gak apa-apa Melinda suruh tidur sini saja,biar Ela ada temannya" kata ayah ku.
"Rencananya ayah dan ibu berangkatnya kapan??" kata ku pada mereka.
"Insya Allah hari selasa nak,iya kan bu?" kat ayah ku sambil melihat ke arah ibu ku.
"Dan oya nak selama ayah dan ibu pergi kamu tidak boleh ngajak temen mu main ke sini sampai malam ya,termasuk Kris.Kalau dia mau datang usaha sore saja ya dan jam tujuh malam sudah harus pulang ya,kamu mengerti kan??" sambung ayah ku.
"Iya yah Ela mengerti,,Ela akan menjalankan perintah ayah" kata ku sambil ku tersenyum kepada ayah dan ibu ku.
"Ya sudah kamu bereskan sekarang itu piring-piring dan sisa makanannya tadi nak" kata ayah ku.
"Iya yah" kata ku.
__ADS_1
Karena ayah sudah selesai bicara dengan ku,segera aku membereska semuanya dan di bantu oleh ibu ku.Aku dan ibu ku menaruhnya ke dapur,kemudian segera aku mencuci semua piring dan gelas kotor tadi.
Setelah selesai mencuci piring dan gelas, aku masuk kembali ke dalam kamar dan ku ambillah ponsel ku,kemudian aku menghubungi mas Kris.
Tuttt,,,,tuttttt,,,tuttttttt,,,,,(suara telfon tersambung) namun tak ada jawaban dari mas Kris.
(Ah mungkin mas Kris masih tidur,jadi dia tidak menjawab telfon ku) gumam ku dalam hati.
Tak berselang lam ponsel ku berdering,dan saat aku lihat ternyata mas Kris yang menelfon ku,segeralah ku angkat.
(Hallo,Assalamu'alaikum mas) kata ku.
(Wa'alaikum salam dek,,oh ya dek ada pa telfon mas??maaf mas tadi lagi ke kamar mandi) kata mas Kris.
(Eala kira mas masih tidur hehehehehe) kata ku sambil tertawa.
(Ya enggak lah dek,mas udah bangun dari shubuh tadi,Kata ibu ku kalau kita bangunnya siang rejekinya di patuk ayam dek hehehehe" kata mas Kris.
(Hemmm ada-ada saja mas itu" kata ku.
(Oya mas Ela cuma mau tanya,mas nanti kesininya jam berapa??sambung ku.
(Aduh pacar ku ternyata udah kangen banget yah sama aku) kata mas Kris.
(Mulai deh gombalnya,aku ini nanyanya serius tau mas) kata ku.
(Insya Allah nanti aku jemput kamu jam sembilan gitu deh dek) kata mas Kris.
(Oke mas,kan kalau begitu aku bisa siap-siap mas) kata ku.
(Oke syang ku,kalau gitu mas mau siap-siap dulu yah habis itu langsung meluncur ke rumah kamu sayang muach) kata mas Kris.
(Oke mas aku tunggu,,emuach juga,,assalamu'alaikum mas) kata ku.
(Wa'alaikum salam) kata mas Kris.
Entah kenapa sekarang aku dan mas Kris tidak malu-malu untuk menyatakan rasa cinta kami lewat kata-kata.Benar kata orang-orang kalau orang sedang jatuh cinta itu serasa dunia milik berdua.
__ADS_1
Sambil menunggu kedatangan mas Kris aku bersiap-siap terlebih dahulu karena gak enak kalau dia harus menunggu ku terlau lama.
~Bersambung~