
Setelah beberapa hari berlibur di Paris
sudah waktunya Andin dan Haikal kembali ke Indonesia .
Selain jadwal tiket pesawat besok pagi, Haikal juga sudah libur hampir 2 Minggu .
gurunya sudah berkali-kali menelpon andini untuk memberi tahu agar Haikal segera masuk sekolah .karena 3 hari lagi ia harus mengikuti ujian kenaikan kelas .
Setelah Keesokan harinya , Andini dan haikal pun sudah tiba di bandara internasional Paris
setelah menunggu 50 menit di ruang tunggu , akhirnya pesawat yang ditunggu-tunggu pun berangkat membawa mereka ke Indonesia.
jam 7 malam waktu Indonesia barat ,pesawat sudah mendarat dengan selamat di bandara .
Karena mereka tiba di Indonesia malam hari jadi setiba nya dirumah Haikal langsung tidur .
Sedangkan Andini masih mengobrol dengan ayah dan ibunya .
"Din ,kamu tidak ada rencana untuk menikah lagi ?
kasihan Haikal pasti dia juga butuh sosok ayah " kata ibunya
"Ya ampun Bu, Mas Delon aja belum genap setahun meninggalkan kami , ibu malah menyuruhku untuk mencari penggantinya " Andini akhirnya masuk kedalam kamar .
"Lagian tidak seharusnya ibu mengatakan seperti itu pada Andini .
kalau dia marah dan mengusir kita dari rumah ini gimana ????" sambung ayah nya Andini
Sebelum berangkat ke Paris ,Andini memang sudah tinggal di rumah baru pemberian mertuanya .
Keesokan harinya
Andini pun mengantar haikal ke internasional school.
saat turun dari mobil, Raisya langsung berlari memegang tangan Haikal.
"Haikal kenapa kamu lama sekali liburnya , kirain kamu sudah pindah sekolah ke Paris " Ujar gadis kecil yang manis itu
"aku juga pengennya sekolah di Paris aja, soalnya disana seru
tapi kata bunda nanti aja ,kalau aku udah besar baru aku boleh sekolah dan kuliah disana "jawab nya polos .
Rai dan haikal bergandengan masuk sampai ke ruangan kelas .
Sedangkan Andini dan Jumaira hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak mereka yang lucu-lucu itu .
"Dengar-dengar kalian udah pindah rumah ya Din ??" tanya Jumaira
"iya ra,kami udah pindah dan kebetulan rumah baru kami lebih dekat ke sekolah ini .
Ooo...iya Minggu besok aku mau ngadain tasyakuran rumah baru , datang ya Din " kata Andini
"Insya Allah aku,mas Seno dan anak-anak pasti datang .
selamat ya Din "Jumairan menyalam Andini
Setelah mengobrol lumayan lama , jumaira dan andini pun pulang meninggalkan sekolah itu dan mereka akan kembali jam 11 siang nanti .
Saat di perjalanan, tiba-tiba mobil Andini mogok tidak bisa di nyalakan .
ia juga tau kalau bengkel dari tempat mobil mogok lumayan jauh, akhirnya dia pun menelpon Daniel kakak iparnya.
__ADS_1
Tutttt. .Tuttt. .Tuttt
panggilan tersambung dan Daniel langsung mengangkatnya telpon dari Andini .
"Halo Din, ada apa????" tanya Daniel
kebetulan dia sedang meeting di kantor pusat .
"kak Daniel aku boleh minta tolong gak, tolong kirimin nomor telpon mekanik dong.
mobil ku mogok di tengah jalan " Ungkapnya
"Oke . .oke tunggu sebentar ya " kata Daniel
diapun langsung mengirimkan nomor mekanik pada adik iparnya itu .
Setelah kakak iparnya mengirimkan nomor mekanik itu ,Andini pun langsung menelpon dan menyuruh mekanik itu untuk segera datang ke lokasi tempat ia berhenti saat ini .
Sudah satu jam lebih Andini menunggu tapi mekanik itu tidak datang juga .
tiba-tiba Andini mengingat kalau senopati punya banyak teman yang bekerja di bagian otomotif dan mekanik .
tapi sedarurar apapun masalahnya dia tidak mau menelpon Seno karena Seno adalah suami jumaira .
akhirnya dia pun meminta tolong lewat jumaira .
Kringgg. .Kringg . .Kringg
"Halo assalamualaikum .
ada apa Din ???'' tanya Jumaira dari ujung sana
"walaikumsalam, maira maaf aku sudah menganggu waktumu .
kamu punya nomor orang mekanik gak ???"!tanya nya
"Astaghfirullahadjim kok bisa Din ????
yaudah tunggu sebentar ya, aku suruh mas Seno aja yang bantuin kamu, kebetulan dia juga sedang di daerah sana "
"tapi Ra ..."
belum selesai Andini berbicara tapi jumaira sudah langsung megucap salam dan mematikan telponnya .
jumaira langsung menelpon suaminya untuk segera membantu Andini .
10 menit kemudian Seno pun sudah sampai di lokasi tempat mobil Andini mogok .
Seno langsung menghampiri Andini yang sejak tadi berdiri di samping mobilnya .
tanpa bicara banyak hal ,Seno pun langsung mengeluarkan peralatan nya dan memperbaiki mobil Andini yang sedang mogok itu .
"Sen maaf ya ,aku jadi merepotkan mu " kata Andini
" iya Din ,tidak apa-apa kok "
rupanya kerusakan mobil Andini lumayan parah, sampai keluar banyak asap dari bagian depan .
"Din punya air Aqua ga ???" tanya Seno
Andini pun langsung mengambil air aqua yang ada di dalam mobil dan memberikannya pada Seno
__ADS_1
sudah jam 11 lewat 10 menit tapi mobil Andini belum bisa menyala.
Kringgg . .Kringgg . .Kringgg
panggilan masuk dari istrinya Seno .
"Halo assalamualaikum Ra " ucap nya
"iya Walaikumsalam Din??
gimana mobil nya udah nyala belum ???" tanya Jumaira
"belum Ra , aku pusing mobilnya dari tadi tidak mau nyala mana Haikal juga sebentar lagi mau pulang " jawab Andin
"tenang Din kalau soal haikal kamu tidak perlu khawatir,biar nanti aku yang bawa dia pulang sekalian .
kalau begitu udah dulu ya Din soalnya aku lagi di jalan "
Jumaira pun mematikan telpon nya .
" Sen, kamu beruntung bangat ya mendapatkan istri Soleh dan baik seperti jumaira " ucap Andini
Seno pun hanya bisa tersenyum karena mantan pacarnya memuji-muji istrinya .
dia juga tidak menyangka kalau akhirnya mantan kekasihnya bisa berteman sedekat ini dengan istrinya .
1 jam kemudian mobil metik warna merah pun berhenti di depan mobil yang sedang rusak itu
Haikal pun turun dari mobil itu .
"Bunda , kenapa bunda tidak datang menjemputku kesekolah?
untuk ada Tante Jumaira, kalau tidak pasti aku sendirian disana " anak pintar itu memeluk bunda nya
"maaf sayang , soalnya mobil bunda rusak " Jawab Andini
dia pun terus fokus memperhatikan mobilnya yang sedang di perbaiki Delon itu .
"Din ,tolong ambilkan obeng " pinta Senopati
Andini pun mengambilnya , tidak sengaja obeng itu jatuh dari tangan Andini .
Delon dan Andini meraih obeng itu tidak sengaja tangan mereka saling bersentuhan ,dan mata mereka saling bertatapan .
wajah mereka juga sangat dekat hanya berjarak beberapa senti.
"Astaga maaf sen , aku tidak sengaja menjatuhkannya " Andini langsung berdiri
dia dan Seno salah tingkah .
Sedangkan Jumaira hanya bisa melihat mereka berdua.
dari tatapan mereka berdua , Maira percaya kalau suaminya dan Andini sebenarnya masih sama-sama menyimpan perasaan meskipun mereka berusaha menyembunyikan perasaan mereka itu .
15 menit kemudian , akhirnya mobil pun berhasil di nyalakan .
"Alhamdulillah terimakasih banyak ya sen kamu sudah membantu aku ,akhirnya mobil ku nyala juga "
"Iya sama-sama Din" jawab Seno
setelah mobil Andini menyala.
__ADS_1
Seno dan Jumaira pun pulang dengan mobil yang berbeda.