
" Sel, mamak ada di rumah." kata Fania yang menghampiri Selomita.
" Apa?" kata Selomita yang terkejut mendengar nya.
" Aku tidak bisa berkata apa-apa. " ujar Fania.
" Nanti akan aku pikirkan, aku kerja dulu ya." kata Selomita yang kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Iya, " jawab Fania.
****
" Sel, apa yang harus kita lakukan?" tanya Dido pada Selomita.
" Aku bingung, Do." jawab Selomita di dalam mobil Dido.
" Baiklah Sel, aku akan hadapi semua nya. Doakan aku, agar mamakmu merestui hubungan kita." kata Dido seraya mengelus pipi Selomita.
" Semua sudah kau pikirkan?' tanya Selomita yang menatap lekat wajah Dido.
" Sudah, " balas Dido.
Dido menyalakan mesin mobilnya dan melajukan menuju rumahnya.
Sepanjang jalan, Dido selalu melihat ke arah Selomita. Dia berharap bayang-bayang perpisahan agar tidak menghampiri nya lagi. Sungguh dirinya sudah sangat mencintai Selomita. Dia yakin, hati seorang ibu pasti luluh jika melihat kebahagiaan anaknya.
Mobil mereka pun sampai di depan gerbang, dan melewati kostan yang memang berada di depan rumah utama.
" Do, apa kau sudah pikirkan apa yang akan kau lakuy?" tanya Selomita yang memegang tangan Dido dengan erat.
" Apakah kau mencintaiku?" tanya Dido meyakinkan dirinya jika hati Selomita benar-benar hanya untuk nya.
__ADS_1
Selomita tertunduk dan dia berpikir. Jika mamaknya tidak menyetujui hubungan nya, maka Dido akan kembali seperti kemarin. Tapi jika dia bilang mencintai Dido, maka akan membuat hati mamaknya terluka dan kecewa.
" Aku bingung." jawaban Selomita.
" Kenapa harus bingung?" tanya Dido
" Posisiku bagai buah simalakama." kata Selomita yang memegang kepalanya dengan kedua tangan nya.
" Aku hanya ingin memastikan, jika kau benar-benar mencintai ku. Aku akan perjuangkan segala, agar mamakmu merestui ku." ucap Dido sambil memegang kedua bahu Selomita.
" Aku memang mencintai mu, tapi nanti hati mamakku akan terluka.Tapi jika aku menjauhi mu, maka hatiku yang terluka. " ujar Selomita.
" Jadi kau benar-benar mencintai ku?" tanya Dido lebih meyakinkan.
Selomita hanya terdiam, lalu tiba-tiba ada anak kecil yang mengetuk kaca mobil Dido.
"Tok, tok, tok ..".
" Kak Selomita..." terdengar suara Sarina memanggil namanya dan melihat nya dari luar kaca mobil.
" Kak Dido. " panggil Sarina yang langsung turun dari gendongan Selomita dan beralih memeluk Dido.
" Hey putri cantik, kapan kau datang?" tanya Dido yang memcubit kecil pipi Sarina.
" Tadi pagi, Kak. Mamak kangen banget sama Kak Selomita." kata Sarina.
" Kamu kangen gak sama kakak?" tanya Dido yang membawa Sarina menuju kostan Selomita seraya menuntun tangan nya.
" Aku kangen banget, Kak." jawab Sarina.
" Masa?" goda Dido.
__ADS_1
" Iya, mamak juga nanyain mulu soal kakak, " kata Sarina.
" Nanyain apa?" tanya Dido yang penasaran.
" Soal kakak gak pernah datang lagi menanyakan Kak Selomita." kata Sarina dengan polosnya.
Dido dan Selomita pun saling berpandangan, dia belum mengerti akan maksud perkataan Sarina.
" Kak, kok masuk kamar itu?" tanya Sarina yang melihat Selomita masuk ke kamar yang berbeda dengan Fania.
" Ini kamar kakak, " sahut Selomita.
" Ayo masuk, gak usah banyak nanya. Di dalam banyak makanan." kata Dido yang memang membeli makanan untuk Selomita saat sakit kemarin.
Selomita pun masuk ke dalam kamarnya. Dan Dido menurunkan Sarina.
" Ini brownies kesukaan mu." kata Selomita yang mengambil brownies dari dalam kulkas.
" Wah, kakak tahu aja kalo aku mau datang." ucap Sarina yang masih terbata-bata dalam berbicara.
" Tahu dong, kan kakak sayang sama Sarina " ucap Selomita yang mencium pipi Sarina.
" Uda di makan brownies nya." kata Selomita yang sudah memotong nya.
Terdengar dari luar suara Mak Inah yang memanggil Sarina.
" Sarina... Sarina kamu dimana?" teriak Mak Inah
" Deg..." jantung Dido dan Selomita bergetar hebat tatkala mendengar suara Mak Inah.
-
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.