CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 106


__ADS_3

" Apa maksud mu?" tanya Dido yang menatap tajam ke arah Niken.


" Liat aja ini." kata Niken yang menunjukkan video adegan panasnya, lama durasi 20 detik.


Dido geram dengan bukti yang di tunjukkan oleh Niken.


" Sebenernya apa maumu?" kesal Dido.


" Aku hanya ingin kau menikah denganku." jawab Niken yang begitu percaya diri.


" Maaf aku gak sudi, menikah denganmu dengan cara licik seperti itu." kesal Dido yang merasa di ancam.


" Selomita tidak akan menerimamu lagi, " ucap Niken dengan seringai liciknya.


" Maaf aku tidak mau melayani permainan mu. Terserah dengan apa yang kau buat, aku tidak takut dengan ancamanmu." ucap Dido penuh penegasan, lalu dia menyalakan mesin motornya dan pergi meninggalkan Niken.


" Awas kau Do, aku akan buat perhitungan." geram Niken seraya menggenggam jemari tangan nya.


Dido sudah sampaikan di rumah Mak Inah, pikirannya kalut saat Niken menunjukkan video panas dengannya. Apa yang harus dia katakan jika Mak Inah sudah tahu tentang video yang di rekam oleh Niken.


" *Tok, tok, tok.."


" Assalamu'alaikum*, " terdengar suara Dido mengucapkan salam.


" Wa'alaikumsalam." Fatur menjawab salam dari dalam rumah.


" Fatur, mamak ada?" tanya Dido sambil tersenyum.


" Mamak lagi ke rumah kak Rina, " jawab Fatur.

__ADS_1


" Mamak masih kerja sama Rina?" tanya Dido.


" Iya kak, kata mamak gak enak kalau diem aja di rumah." ucap Fatur," Kak, gimana kabar kak Selomita?" tanya Fatur.


" Dia sedang..." ucap Dido yang memikirkan jawabannya, karena dia juga tidak tahu kabarnya.


" Udah lama dia gak video call ama aku dan Sarina. " ucap Fatur yang bersedih dengan menundukkan kepalanya.


" Mungkin kakak sedang sibuk, makanya dia gak nelpon kalian." ucap Dido yang menenangkan hati Fatur.


" Ya udah, kakak ajak jalan-jalan mau?" tanya Dido sambil mengangkat alisnya.


" Mau kak, " sahut Sarina dari dalam rumah.


" Eh kamu, ijin dulu sama mamak." kata Fatur menyela


" Ish, kakak lagi." kata Fatur sambil cemberut.


" Udah kalian jangan berantem, ijin dulu sama mamak. Biar nanti gak kemalaman pulangnya." kata Dido


" Iya kak, " lalu Fatur pergi ke rumah Rina untuk meminta ijin kepada Mak Inah.


Mak Inah pun memberi ijin, dan mereka pun berangkat menuju rumah Dido.


Dido meminjam mobil bapaknya untuk mengajak Sarina dan Fatur jalan-jalan.


" Ayo naik, " ajak Dido yang sudah membukakan pintu untuk Sarina dan Fatur


" Iya kak, " jawab Fatur.

__ADS_1


Lalu mereka pun jalan-jalan menuju arah kota. Dido akan mengajaknya ke mall.


SELOMITA


" Bu Dokter, apa yang harus saya kerjakan?" tanya Giman yang sudah sampai di depan penginapan Selomita.


" Pak, kami boleh minta tolong di belikan beras, mi instan sama minyak goreng. Nanti bapak naik ojek aja ya." ucap Selomita memberi perintah. " Dan ini uangnya." Selomita memberikan beberapa lembar uang seratus ribu.


" Iya Bu Dokter." jawab Giman seraya menerima catatan yang di berikan oleh Selomita.


" Pak, kalau kami belum pulang taruh saja di depan. Soalnya kami ada penyuluhan." kata Selomita memberitahu.


" Baik bu dokter." lalu Giman pergi menuju pasar yang berada di tengah hutan.


" Sel, kamu benar-benar memperkejakan pak Giman?" tanya Alena


" Iya, untuk sementara mungkin perekonomian mereka akan sedikit terbantu." kata Selomita.


" Tapi Sel, aku belum punya uang untuk menggajinya." kata Alena.


" Aku masih ada tabungan hasil jualan keripik." kata Selomita yang merupakan bos keripik di desanya. Namun dia tidak menyombongkan diri, walaupun sudah mempunyai uang banyak dia tetap hidup sederhana.


" Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan mu di sini, ditambah menggaji Pak Giman?" tanya Alena yang tidak mengetahui kalau Selomita mempunyai pabrik keripik singkong.


" Insya Allah cukup, selama bisa membantu dan meringankan beban orang lain pasti rejeki kita akan dimudahkan. " ucap Selomita pada Alena yang memang berbeda keyakinan. Alena pun tersenyum mendengar perkataan Selomita.


-


Silakan like dan berikan komentar mu ya guys.

__ADS_1


__ADS_2