
Rina begitu iri melihat hubungan Dido dan Selomita yang kini telah resmi menikah.
"Padahal aku yang suka sama Dido, kenapa harus Selomita yang mendapatkannya?" gumam Rina seraya meremas kedua tangan nya.
"Rin, kamu kayaknya sebel banget sama Selomita?" tanya Niken dengan tersenyum licik ke arah Rina.
"Iya, aku sebal karena Selomita berhasil mendapatkan Dido." Rina menjawab dengan nada kesal. "Ken, saat itu kenapa kamu bisa berbuat nekat?" tanya Rina yang mengalihkan pandangannya ke arah Niken.
"Aku hanya ingin cepat-cepat memiliki Dido, hanya saja keberuntungan tidak berpihak padaku," ujar Niken. "Dido sangat pintar," ucapnya lemah.
"Dan kini apa rencanamu?" tanya Rina.
"Aku akan beralih ke Anton, walaupun wajahnya tidak setampan Dido. Seenggaknya aku bisa menikmati harta orang tuanya." Niken berucap dalam hati.
"Ken, di tanya kok diem aja?" Rina mengejutkan Niken yang sedang melamun.
Sementara Dido dan Selomita telah sampai di rumah Mak Inah. Mereka membawa banyak bungkusan plastik. Karena Selomita belanja banyak baju untuk para karyawannya.
"Mak!" Selomita menghampiri mak Inah yang sedang duduk di teras menemani Sarina.
"Selomita," jawab Mak Inah seraya memeluk Selomita.
__ADS_1
Selomita dan Dido pun masuk ke dalam rumah Mak Inah. Lalu memberikan bingkisan yang tadi mereka beli di pasar.
"Mak, baju untuk Fatur dan Sarina." Selomita memberikan plastik berwarna putih.
"Kamu jangan terlalu boros, baju adik kamu yang kamu beli kemarin belum di pakai," ucap Mak Inah sembari memberikan bungkusan berwarna putih.
"Enggak apa-apa, soalnya besok aku mau kembali ke kota," tutur Selomita.
"Apa!" Mak Inah terkejut. "Kamu harus cepat kembali ke kota?" tanya Mak Inah mengulang.
"Iya, karena harus menyelesaikan tesisku," ujar Selomita
"Apa, Dido ikut?" tanya Mak Inah.
"Bagaimana baiknya saja, asal kalian tetap menjaga hubungan kalian." Mak Inah berpesan.
"Iya, Mak. Doakan kami, agar selalu langgeng dalam pernikahan," ucap Dido meminta restu Mak Inah.
"Iya, Mak doakan."
Setelah berbincang tentang pamitnya Selomita, akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan rumah Mak Inah.
__ADS_1
"Aku pasti akan merindukan mamak dan kedua adikku," ucap Selomita seraya menoleh ke arah rumahnya sambil memeluk Dido.
Sesampainya di rumah Dido, Selomita langsung merapikan barang-barang nya. Setelah itu pamit kepada Kristiana dan juga Pak Condro.
"Bu, aku pamit!" ucap Selomita seraya memeluk Kristiana.
"Ibu doakan, agar kamu bisa menyelesaikan tugas kuliah mu." Kristiana membalas pelukan Selomita.
Kemudian Selomita menghampiri Pak Condro. "Pak, aku pamit." Selomita memeluk pak Condro.
"Iya, hati-hati!" balas pak Condro.
"Pak, Dido pergi dulu, ya!" Dido pun pamit pada pak Condro. "Bu, Dido pamit." Dido memeluk sang ibu.
"Iya, kamu hati-hati, ya!" pesan Kristiana.
Kemudian Dido dan Selomita pun berjalan menuju mobil. Setelah masuk, keduanya pun melambaikan tangannya, lalu mengucapkan salam perpisahan.
Dido dan Selomita telah pergi meninggalkan kediaman Kristiana.
"Pak, apa Dido gak cerita soal di mau menemani Selomita atau kembali ke sini untuk bantu Bapak?" tanya Kristiana sambil mengikuti langkah pak Condro yang masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Belum," jawab pak Condro. "Biarkan dia berpikir sendiri, toh mereka sudah dewasa."