
Enam bulan sudah berlalu, masa kerja Selomita di perpanjang dua bulan.
Selomita melakukan percakapan via telepon dengan Dido.
" *Halo Do." Selomita
" Halo, Sel ada apa?" Dido
" Sepertinya aku akan pulang dua bulan lagi, karena disini sedang terjangkit KLB demam berdarah." Selomita
" Memang tidak ada dokter lain yang bertugas?" Dido.
" Kepala desa menyuruh kami memperpanjang masa kerja, kalau sudah selesai tugas, aku akan dapat sertifikat untuk kerja di rumah sakit." Selomita
" Oh, ya sudah kalau memang kamu sangat di butuhkan di sana." Dido
" Iya, kamu gak apa-apa kan?" Selomita
" Enggak apa-apa, cuma rindu berat." Dido
" Aku juga, maafkan aku ya. " Selomita
" Maaf soal apa?" Dido
" Kau harus lama menunggu ku." Selomita
" Enggak apa-apa, asal kau bisa meraih cita-cita mu. Aku akan senang dan mamak pasti bangga padamu." Dido
" Terima kasih, kau telah mendukung ku." Selomita
" Karena aku cinta sama kamu." Dido
__ADS_1
" Gombal gak?" Selomita
" Enggak dong, kalau kamu mau aku bisa menyusul ke sana." Dido
" Jangan, biar aku saja nanti yang pulang." Selomita
" Aku akan selalu menunggu mu." Dido
Selomita mengakhiri pembicaraan via telepon. Hatinya sudah lega, karena sudah berkomunikasi dengan kekasih tercinta.
" Sel, ada Hari di depan." panggil Riska yang sudah masuk ke kamar Selomita.
" Ada apa dia mencari ku?" tanya Selomita.
" Entahlah, seperti nya sangat penting." ucap Riska yang langsung keluar dari kamar Selomita.
" Ada apa ya dia mencariku?" batin Selomita yang langsung mengenakan sweater nya.
" Ada apa kau mencariku?" tanya Selomita dari arah punggung Hari.
" Sel, aku menyukai mu." ucap Hari yang membawa sebuket bunga mawar putih.
Tampak Selomita membulat kan kedua bola matanya karena terkejut.
" Aku tahu kau sudah punya kekasih, tapi aku tidak bisa menahan perasaan ku padamu." kata Hari yang mendekati Selomita.
Selomita langsung memalingkan wajahnya, dia sangat terkejut mendengar pengakuan Hari.
" Maaf Har, aku tidak bisa menerima nya." kata Selomita yang menatap lekat matanya ke arah Hari.
" Apa kau tidak bisa memberikan aku kesempatan?" ujarnya sambil memegang jemari Selomita.
__ADS_1
" Cukup Har, kita cukup berteman saja. Aku gak pernah ada perasaan apapun pada mu." ungkap Selomita yang melepaskan genggaman tangan Hari, " Maafkan aku yang tak bisa membalas perasaan mu." ucap Selomita kekeh dan Selomita langsung masuk ke dalam rumah.
" Sel, " Hari menarik lengan Selomita.
" Ada apa Har?" kata Selomita yang menoleh ke arah Hari namun dengan mimik datar.
" Kita masih bisa berteman?" tanyanya dengan nada penuh harapan.
" Iya," jawab Selomita seraya tersenyum tipis ke arah Hari.
Selomita adalah gadis yang tidak suka dengan basa basi. Nyatanya Dido begitu sulit meluluhkan hati Selomita. Namun saat Selomita sudah jatuh cinta, maka dia sulit untuk melupakan. Karena cobaan cinta antara Selomita dan Dido sangat berat. Dan ujian itu yang menguatkan cinta mereka berdua.
Hari pulang dengan wajah lesu, pernyataan cinta yang ditolak. Dan usaha dia menahan Selomita untuk bertahan selama dua bulan seperti nya gagal.
Hari meminta tolong pada ayahnya untuk mengambil hati Selomita. Yaitu dengan cara memperpanjang masa kerjanya, karena ada kasus KLB demam berdarah di desanya.
Sungguh licik cara yang Hari gunakan, namun semua demi dekat dengan Selomita.
Tetapi sungguh disayangkan, usaha nya tidak berhasil karena cinta Selomita pada kekasih nya sangat kuat.
" Sel, seperti nya Hari benar-benar serius ya mau deketin kamu?" tanya Alena yang masuk ke kamar Selomita.
" Entahlah, aku tidak mau banyak bertanya." jawab Selomita yang enggan membahas Hari..
" Padahal dia tampan, dan mapan " puji Alena
" Len, " ucap Selomita dengan nada penekanan.
" Oh oke, oke..." sahut Alena yang mengangkat dua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah, " Peace." ucapnya
-
__ADS_1
Like jika kamu suka ceritanya.