
Acara resepsi pernikahan malam ini dimulai tepat pukul 20.00.Tamu undangan yang datang sangat banyak sekali,,sehingga orang dari EO kewalahan melayani semua tamu.Jadi aku,teman-teman om Resa dan kerabat keluarga lainnya ikut turun tangan.
Saat aku ikut membantu melayani para tamu,,disanalah aku bertemu lagi dengan cowok yang sangat menyebalkan itu yang tak lain adalah Kris teman om Resa.
Dan dengan percaya dirinya di menghampiri aku dan menyapaku.Tapi aku tidak memperdulikannya karena aku fokus pada tugasku sebagai penerima tamu.
"Hai Ela,,mau aku bantu gak???" tanyanya padaku.
"Tidak perlu" ku jawab dengan sinisnya,,karena aku merasa dia sangat menyebalkan.
"Ya sudah kalau begitu,,aku tungguin kamu disini saja" katanya sambil menunjuk kursi kosong di sebelahku.
Akhirnya dia pun duduk disampingku,dan ya lagi-lagi dia memotretku.Dan itu sangat membuatku muak,,tapi masih ku tahan rasa amarahku karena masih banyak tamu yang sedang mengisi buku tamu di depanku.
Satu jam berlalu aku berdiri melayani tamu,,akhirnya aku pun bisa duduk dan aku pun meregangkan otot-otot tanganku.Tanpa sengaja tanganku mengenai wajahnya,,aish betapa kagetnya aku saat menoleh.Ternyata cowok itu masih berada disampingku.
"Kalau mau pegang muka saya boleh saja kok'' katanya sambil tersenyum kepadaku.
"Idih siapa juga yang mau pegang muka situ,,aku itu tadi gak sengaja" jawabku dengan jutek.
"Sengaja juga gak apa-apa aku gak keberatan lohh" katanya.
"Pede banget sih jadi orang" jawabku.
"Hahahahahahahahaha" sambil tertawa puas dianya.
"Ya Allah mimpi apa aku ketemu orang model begini" gumamku dalam hati.
Tak teras waktu menunjukkan pukul 22.00 malam dan acara pun sudah selesai.Aku menghampiri dan menyapa paman yang sedang duduk-duduk di teras dengan ke empat teman om Resa,karena kerabat yang lainnya langsung pulang semua.Ayah dan ibu serta bibi sudah masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
"Paman..." sapaku pada pakde
"Iya Ela,,sini-sini duduk sini nak" sambil menunjuk kursi kosong disebelahnya.
Tanpa menjawab,aku segera duduk disebelah paman dan meminum teh hangat yang sudah tersedia di meja.Dan lagi-lagi si Kris memandangku tapi kali ini dia tertangkap basah oleh paman ku saat dia memandangku.
"Ehh nak Kris kenapa dari tadi kok ngelihatin Ela terus??" tanya paman ku kepada Kris.
"Emmmm gak apa-apa om" jawabnya.
"Oalah om kira kenapa Kris-Kris" kata paman.
"O...ya Ela kamu kan belom punya pacar,,mau pilih yang mana nih dari ke empat cowok ini??" tanya paman kepadaku sambil bercanda.
Karena ucapan paman ku itu,,mereka berempat memandangku.Di situ aku merasa sangat malu sekali dan salah tingkah.
"Ahhh paman masa iya aku pacaran sama om-om" jawabku dengan reflek.
"Enak aja kita dipanggil om-om,,kita ini cowok-cowok ganteng dan mempesona" celetuk salah satu teman om Resa.
"Ya kan memang sudah om-om,,,usianya saja beda jauh denganku" jelasku pada mereka.
"Siapa tau Ela jodoh sama salah satu dari kami???hehehehehe" celetuk salah satu dari teman om Resa.
"Aduh om-om yang ganteng dan mempesona,,makasih ya doanya,tapi kayaknya gak mungkin deh" jawabku.
__ADS_1
"Sudah-sudah kalian ini dari tadi godain Ela terus,,nanti dia nangis loh" kata si kris kepada teman-temannya,,sambil di layangkannya senyuman sok manis kepadaku.
Tiba-tiba ada orang dari EO memanggil pamanku .Paman pun berdiri menghampiri orang EO itu dan di ikuti ketiga teman om Resa kecuali Kris.Dan sekarang tinggallah aku dan Kris.Entah di sengaja atau tidak mereka meninggalkan ku berdua dengan Kris.
Sepuluh menit berlalu kita pun tetap diam tanpa ada pembicaraan di antara kita .Dan pada akhrinya Kris pun memulai membuka topik pembicaraan.
"Ohhh ya Ela maaf ya karena sudah memotretmu tanpa izin" katanya padaku.
"Sebenarnya tujuan kamu apa sih memotretku????" tanyaku padanya.
"Enggak tau pengen saja motret kamu" jawabnya dengan santai.
"Aneh ya,,motret orang kok gak tau alasannya kenapa???" jawbaku dengan jutek.
"Gak apa-apa kan kalau foto tadi aku simpan??? " tanyanya padaku.
"Gak boleh,,hapus saja karena alasan kamu gak jelas" tegasku padanya.
"pleasss boleh ya??" tanyanya lagi padaku.
"Gak boleh!!!" jawabku.
Dalam hati ku pun masih bertanya-tanya "ini orang maunya apa sih??gak ada rasa bersalah-bersalahnya motret aku tanpa izin,,minta maaf kek atau apa gitu".
Anehnya lagi si kris ini sok akrab banget sama aku,,sampai-sampai dia tanya-tanya privasi aku.Walaupun sebenernya males banget aku meladeninya.
"O ya Ela kamu masih sekolah atau sudah kuliah??tanyanya padaku.
"Masih sekolah" jawabku dengan singkat.
"Oh kelas berapa??" tanyanya.
"Udah punya pacar belom??" tanyanya lagi kepadaku.
"Ngapain sih tanya-tanya,,kayak sensus penduduk saja!!" dengan ketusnya ku jawab.
"Sebenarnya aku itu ada rasa sama kamu dari awal ketemu'' dengan jujurnya dia mengatakan itu padaku.
Dag..dig..dug...entah kenapa saat dia mengatakan itu rasanya jantungku mau copot.Karena memang sebelumnya belum pernah ada cowok yang menyatakan perasaannya padaku.Jadi ini pengalaman pertama bagiku.
"Masa sih" aku tak percaya dengan pernyataannya.
"Iya beneran aku gak bohong,aku sendiri juga gak tau kenapa bisa seperti itu.Karena itu lah aku sering memotretmu,,kamu itu beda" jelasnya padaku.
"Gombal banget sih kamu jadi cowok" kataku.
Dia memandangku terus dan terus,,tanpa sadar aku pun memandangnya.Memang sih si Kris itu laki-laki idaman kaum hawa.Ya karena postur tubuhnya bagus,hidungnya mancung,kulitnya putih bersih,dan dia stylish banget.Itu kesan pertama ku saat bertemu dengannya.
Tapi sayangnya kalau dia jadi pasangan aku tidak cocok karena usia kami terpaut sangat jauh.Ya saat ini usianya dua puluh sembilan tahun sedangkan aku masih tujuh belas tahun.Yang ada nanti dikiranya aku pacaran sama om-om.
Setelah kami saling berpandang-pandangan,si Kris pun masih terus saja mengajak ku berbicara.
"Ela kamu hari masih menginap disini atau pulang" tanyanya padaku.
"Kata orang tua ku kemarin sih besok pagi kita baru pulang" jawabku.
__ADS_1
"Memangnya kamu tinggal di daerah mana Ela??" tanyanya.
"Aku tinggal di daerah kota L....." jawabku.
"Kota L....,berati kita satu kota dong,,kamu tinggal di kampung mana Ela???" tanyanya padaku.
"Aku tinggal di kampung xxxxxx"jawabku.
"Wah berarti gak jauh ya dari kampungku,,,beda tiga kampung saja dari rumahku ke rumahmu" penjelasannya padaku.
"What dia satu kota denganku'' gumamku dalam hati.Kenapa dunia ini sempit sekali dan kenapa juga aku bisa satu kota dengan cowok menyebalkan ini.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 23.00,,aku pun pergi meninggalkan si Kris tanpa ku berkata kepadanya.Baru ku langkahkan kaki ku,dengan tiba-tiba dia menarik tanganku seperti adegan pada sinetron.
"nih cowok seenaknya saja narik-narik tangan ku segala " gumamku dalam hati.
"Ada apa lagi" tanyaku padanya.
"Ela kamu besok kan pulang ke kota L...,,aku juga besok berangkat ke kota J....untuk menyelesaikan kuliahku...karena satu minggu lagi aku akan wisuda".penjelasannya padaku.
"Terus apa hubungannya dengaku??" dengan polosnya ku bertanya.
"Aku harap kamu mau nungguin aku" katanya.
"Menunggu,,,maksudnya gimana sih aku bener-bener gak faham dengan omongan kamu" tanyaku padanya.
"Ya pokoknya tunggu aku" jawabnya.
"Aiiiisssshhh,,kamu ini ya bener-bener gak jelas" kataku dengan kesalnya.
"Gini maksudku,,,setelah aku selesai wisuda aku pasti akan kerumahmu???" katanya kepadaku.
"Untuk apa kerumahku" tanyaku padanya.
"Aku pengen kita saling mengenal satu sama lain Ela" Jelasnya padaku.
Aku semakin di buat binggung dengan pernyataannya yg menyuruhku menunggunya.
"Tolong ya Ela tunggulah aku satu minggu saja...dan selama kamu menungguku kamu jangan cari pacar dulu ya???" pintanya kepadaku.
"Emang apa hak kamu kepadaku???,,,melarang ku begitu hah???" tanyaku padanya.
"Ya memang aku gak ada hak apa-apa sama kamu,,,tapi aku mohon penuhi satu permintaan aku ini ya??" pintanya lagi kepadaku.
"Ok lah aku akan menunggu mu datang kerumahku" kataku padanya.
"Terima kasih banyak ya Ela" jawabnya.
"Ya sudah aku mau masuk dulu mau sholat isya' dan istirahat" pamit ku padanya.
"Iya Ela,,ohhh ya jangan lupa ya doain semoga acara wisudaku berjalan dengan lancar" sambil melayangkan senyum kepadaku.
"Oke" jawabku padanya.
Kulangkahkan kaki ku ke dalam rumah paman,,untuk menuju kamar mandi membersihkan muka dan mengambil air wudhu.
__ADS_1
Setelah selesai mengambil air wudhu aku pun sholat dan menghampiri ayah dan ibuku dikamar tamu.Ku buka pintu pelan-pelan ternyata ayah dan ibuku sudah tertidur pulas aku pun masuk dan berbaring di samping ibuku.
~Bersambung~