
Seminggu sudah aku jadian dengan mas Kris ,namun selama seminggu ini mas Kris sama sekali tak ada kabar dan tak menghubungiku.Jangankan menelfon mengirim pesan padaku saja tidak pernah aku jadi punya pikiran negatif tentangnya.
Entah apa maksudnya menjadikan aku pacaranya,kalau dia saja tidak peduli padaku.Aku jadi berpikir kalau dia hanya main-main dengan ku saj dan tak ada niatan serius denganku.Dari pada pikiran ku hanya tertuju [ada mas Kris lebih baik aku mencari kesbukan lain.
Karena hari ini hari libur aku berniat membantu orang tua ku untuk berkebun di halaman belakang rumah ku.Ku hampiri ayah dan ibu yang sudah sedari tadi berada di halaman belakang.
"Ayah,ibu" kataku.
"Ada apa nak??" kata ibuku.
"Aku mau bantuin ayah dan ibu memanen cabe" kataku.
"Jangan nak nanti badan mu gatal semua ,,banyak ulatnya di sini" kata ayah.
"Gak apa-apa yah,,nanti kan kalau badan ku gatal tinggal mandi saja yah" kataku.
"Biarin saja lah yah Ela mau bantuin,,mungkin dia bosan sendirian" sambung ibu.
"Ya sudah kalau begitu bantulah kami" kata ayah.
Segera ku bantu ayah dan ibu ku untuk memetik cabe,,karena kali ini tanaman cabe di halaman belakang rumahku lumayan berbuah lebat.
"Bu banyak sekali ya cabenya,sudah banyak yang matang juga ya bu" kataku.
"Iya nak,,Alhamdulillah panen kali ini bisa di jual nak,,kebetulan juga harga ceba lagi naik nak" kata ibu ku sambil tersenyum bahagia.
"Ini nanti kita panen semua ya bu" kataku.
"Ya ndak semua nak,,yang bener-bener sudah matang saja nak" kata ibu.
"Oke bu" kataku.
Akhirnya kami semua sudah selesai memanen cabe,,kami duduk-duduk di bawah pohon pisang sambil meminum teh yang sudah di sediakan ibuku.
"Capek ya nak?" kata ayah.
"Lumayan yah hehehehe" kataku sambil ku tersenyum pada ayah.
"Kan tadi ayah sudah bilang,gak usah bantuin" kata ayah.
"Gak apa-apa yah capeknya seketika hilang yah,kalau sudah lihat hasil panenan cabe kita" kataku.
Ibu memasukkan semua cabe tadi ke dalam kantong palstik,,karena cabenya akan di jual ke tetangga kami yang bekerja sebagai pedagang sayur keliling.
"Bu apa perlu Ela bantuin untuk memasukkannya" kataku.
"Gak perlu nak,,sudah mau selesai kok" kata ibu.
Aku kembali melanjutkan meminum teh ku tadi,,karena kebetulan cuaca hari ini sangatlah panas.Tiba-tiba ayah bertanya tentang mas Kris kepada ku.
"Nak gimana kamu dengan Kris??lam juga Kris tidak datang kemari" kata ayah.
"Gimana apanya yah??" kataku.
"Ya maksud ayah kalian pacaran atau gimana??" kata ayah.
Sejenak aku terdiam dengan pertanyaan ayah ku.(Aduh aku harus jawab apa ya,,kalau aku jujur ayah akan marah gaka ya,,tapi kalau aku gak jujur yang ada nanti orang tua ku kecewa padaku) gumamku dalam hati.
"Nak apa kamu mendengarkan ayah?" kata ayah.
"Eh iya yah aku mendengarkan ayah" kataku.
"Kalau begitu jawablah sekarang" kata ayah.
"Bu sudah selesai kan,,kesinilah sebentar" kata ayah pada ibu.
"Iya" kata ibu sambil menghampiri kami.
Kemudian ibu duduk bersama kami,sebelum aku menjawab pertanyaan ayah ku tadi,aku mencoba bertanya terlebih dahulu.
"Yah kalau misalnya akau pacaran sama masa Kris,apa ayah akan marah padaku?" kataku.
__ADS_1
"Ayah tidak akan marah,,iya kan bu" kata ayah sambil memandang ibuku.
"Iya nak ayah tidak akan marah sama kamu,asal kamu tidak pernah membohongi kami dan selalau jaga diri kamu baik-baik" sambung ibuku.
"Sebenarnya aku sudah pacaran yah bu sama mas Kris,dari seminggu yang lalu.Cuma aku mau cerita sama ayah dan ibu aku belum berani takut ayah dan ibu marah padaku" kataku.
"Kamu itu ada-ada saja nak,,jadi anak ayah sekarang sudah punya pacar ya??" goda ayah ku.
"Ah ayah aku kan jadi malu" kataku.
"Pesan ayah dan ibu,,kalau kamu pacaran jangan sampai melanggar aturan yang di larang agama ya nak,terus jangan sampai juga mempengaruhi sekolahmu" kata ayahku.
"Iya yah makasih ya yah bu" kataku sambil ku peluk mereka berdua.
Tak lama kemudian kami masuk ke dalam rumah,aku langsung mandi dan menuju kamarku.Ku baringkan tubuhku di atas kasur ku mainkan handphone ku.Kebetulan ada telfon masuk dari Melinda.
(El kamu di rumah gak??) kata Melinda.
(Iya aku di rumah ada apa Mel??) kataku.
(Aku mau main kerumah kamu boleh gak,,sekalian aku mau nginap di situ mumpung sekolah libur tiga hari) kata Melinda,
(Bolehlah,,ya sudah kamu ke sini sekarang aku tunggu ya) kataku.
(Ok makasih ya,,tunggu kedatangan aku ya" kat Melinda.
Seketika pula telfonnya di matikan oleh Melinda.
Karena aku laper,aku memutuskan untuk ke dapur membuat mie instan,dan kebetulan di dapur ada ayah dan ibu yang sedang makan sambil duduk di kursi kayu sambil memegang piringnya.
"Kamu mau makan El??" kata ibu.
"Iya bu Ela juga laper bu,,tapi Ela mau bikin mie goreng saja bu" kataku.
"Oh iya bu Melinda mau kesini dan rencananya mau menginap disini tiga hari,,gak apa-apa kan bu??" kataku.
"Ya gak apa-apa nak,,kasihan juga Melinda mungkin dia kesepian di kosannya" kata ibu.
Saat aku sedang asyik membuat mie goreng,tak sengaja aku mendengar ayah dan ibuku membicarakan tentang Melinda.
"Iya bu,tapi mau bagaimana lagi bu itu sudah menjadi jalan hidupnya lahir dari orang tua yang pisah" kata ayah.
"Kadang ibu itu tidak tega yah lihatnya,,pengen sekali ibu ngajak dia tinggal di sini untuk menjadi teman Ela" kata ibu pada ayah.
"Lho bukannya dia punya kakak yang tinggal di daerah sini juga ya bu??" kata ayah.
"Iya yah tapi kan kakaknya juga masih nebeng sama mertuanya yah,jadi gak mungkin berani ngajak adiknya tinggal bersama" kata ibu pada ayah.
"Iya juga ya bu" kata ayah pada ibu.
Ayah dan ibu sudah selesai malkan dan mereka melangkahkan kaki mereka ke kamr mereka.Tinggallah aku sendiri di dapur yang sedang menikmati mie rebus.
Thokkk...thok...thok...Suara orang mengetuk pintuku.
Ku tinggalkan mie ku di dapur,kulangkahkan kaki ku menuju ruang tamu untuk membuka pintu.Ceklek,,,,(suara pintu ku buka.
"Oalah kamu to Mel" kataku.
Melinda hanya tersenyum padaku tanpa menjawabku.
"Ayo masuk Mel,,barang-barang mu taruh saja di kamarku,kalau sudah kamu langsung temui aku di dapur ya" kataku.
Setelah pintu ku tutup aku kembali ke dapur,sedangkan Melinda masuk ke dalam kamarku untuk menaruh barang-barangnya.
"Kamu ngapain El di sini??" kata Melinda.
"Aku lagi makan mie kuah ni,,kamu mau gak??" kataku.
"Mau El kebetulan aku laper juga" kata Melinda.
"Ya sudah ayo kita makan berdua" kataku.
__ADS_1
Kami memakan mie semangkok berdua,setelah selesai aku mengajak Melinda ke kamarku.
"Ayo Mel kita ke kamarku saja" kataku.
"He'em,,El mana ayah dan ibu mu??' kata Melinda.
"Ayah dan ibu ada di kamarnya,mungkin mereka sedang istirahat" kataku.
'Ouh" kata Melinda.
Setelah masuk ke kamar ku,Melinda langsung saja membaringakn tubuhnya di atas kasur.
"Mel kamu kan barusan habis makan,,masak langsung berbaring gitu sih" kataku.
"Ah gak apa-apa El lagian aku sudah terbiasa begini" kata Melinda.
"Gak baik tau kebiasaan seperti itu,setidaknya kamu harus nunggu proses makanan mu turun dulu,,selama sepuluh menit" kataku.
"Baik suhu" Kata Melinda sambil ia bangun.
Sekarang Melinda duduk di samping ku dan kami mulai membahas tentang mas Kris.
"El apa mas Kris belom juga ngasih kabar ke kamu??" kata Melinda.
"Belom ada sama sekali Mel,,biarin saja Mel" kataku.
"Gimana kalau kita ke rumahnya saja El??" kata MElinda.
"Ngapain kesana Mel" kataku.
"Ya barang kali aja dia ada di rumah,ya kita minta penjelasan sama dia saja El." kata MElinda.
"Ah kayaknya gak perlu deh Mel sampai segitunya" kataku.
"Ya sudah kalau kamu gak mau,aku cuma nagsih saran saja loh sama kamu" kata Melinda.
Kemudaian aku berpikir tentang saran yang di berikan Melinda kepadaku.(Kayaknya saran dari Melinda boleh juga sih,,tapi nanti gimana dengan ibunya mas Kris kalau aku datang ke sana,,biarlah itu urusan nanti kalau di sana) gumamku dalam hati.
"Eh El kok malah benggong sih,,entar ke sambet loh" kata Melinda sambil menyenggol tubuhku.
"Idih apaan sih kamu Mel" kataku.
"Gimana saran ku tadi,kamu setuju gak?" kata MElinda.
"Baiklah aku setuju dengan saran mu" kataku.
"Nah gitu dong" kata MElinda sambil tersenyum kepadaku.
"Tapi Mel nanti kita izin apa ke ayh dan ibuku" kataku.
"Gampang lah bilang saja kamu nganter aku ke rumah kakak ku,,beres kan" kata Melinda.
"Bohong dong...aku gak mau ah kamu saja yang ngomong begitu" kataku.
"Oke lah biar aku saja yang ngomong nanti" kata Melinda.
"Nanti kita kesananya jam duaan saja ya" sambung Melnda.
"Terserah kamu saja lah" kataku.
Aku menyetujui saran dari Melinda untuk pergi ke rumah mas Kris demi meminta penjelasannya.Aku gak tau yang aku lakukan kali ini sudah tepat atau belum.
~Bersambung~
__ADS_1