
Semua orang sudah tau kalau Andini dan Delon akan segera menikah .
Kemaren Delon dan Andini juga sudah selesai mencetak seribu lebih undangan yang akan di bagikan kepada teman, keluarga dan sanak famili yang lainnya.
Hari ini Delon menemani maminya mengantar undangan ke rekan bisnis keluarga mereka .
tapi sebelum Delon pergi dengan maminya , ia juga sudah sempat meminta ijin pada Andini , dan meminta Andini untuk sabar menunggunya .
sedangkan Andini tidak sabar menunggu, ia juga sedang sibuk membagi undangan ke teman-teman Kuliah dan teman-teman SMA nya .
dia berangkat sendirian tanpa Delon , tapi saat andini sedang sibuk bolak-bolak membagi undangan, tiba-tiba dirinya ingat dengan sang mantan kekasih .
kalau dulu Seno menikah diam-diam di belakangnya , tanpa memberi tahu Andini.
berbeda dengan Andini
justru ia dengan sengaja mengundang Seno untuk hadir di acara pernikahannya nanti.
Andini pun berangkat ke gudang membawa surat undangan itu.
disana dia bertemu dengan Seno .
Seno yang sudah melihat Andini datang menemuinya sempat gugup, dia deg-deg an seakan-akan tidak percaya kalau Andini wanita yang pernah jadi mantan kekasih dan selingkuhan nya tiba-tiba datang dengan berani menemuinya .
"Hai Sen apa kabar ????" Andini mengeluarkan surat undangan pernikahan nya dari tas , lalu ia memberikan nya pada Seno
"Alhamdulillah kabar ku baik Din .
kamu sendiri apa kabar ???
Ooo...iya ini apa ???" tanya Seno penasaran
"Buka aja sen, itu adalah undangan pernikahan ku.
jadi aku mau mengundang kamu dan juga istrimu . kalau kalian sempat dan ada waktu datang lah ke acara pernikahan ku nanti " Jawab Andini dengan santai
pelan - pelan Seno pun memberanikan diri membaca surat undangan yang sedang ia pegang itu, dia belum bisa menerima kalau Andini akan menikah dengan pria lain .
''Din , kamu yakin mau menikah dengan pria itu ???" Tanya seno
Andini bingung dengan pertanyaan Seno itu, sudah jelas-jelas surat undangan sudah di cetak tapi masih sempat-sempatnya Seno mempertanyakan yakin atau tidak . Seno benar-benar pria aneh !!!
"Maksud kamu apa ya sen???
kenapa kamu malah bertanya seperti itu ?" .Ketus Andini
Karena situasi dan kondisi gudang saat itu memang sedang terlihat sepi ,Seno dengan seenaknya memegang tangan Andin
"Din, plis tolong batalin pernikahan mu .
lebih baik kamu jadi istri kedua ku aja , aku tau kalau kamu pasti masih mencintaiku.
aku juga masih mencintaimu Din, aku belum bisa move on darimu .
kalau kita bersama yakinlah , kita akan hidup bahagia .
__ADS_1
aku juga tau kalau sebenarnya pria itu hanya pelarian mu saja kan ???
jangan bohong dengan perasaan mu " Ucap Seno pati
Andini manarik tangannya ,dia tidak habis fikir apa sebenarnya isi otak Senopati .
Pakkkkk
Andini menampar wajah Seno
"cukup Seno , kamu benar -benar sudah keterlaluan , bahkan kau tidak tau batasan dirimu , mulai sekarang lepaskan aku dan ikhlas kan aku menikah dengan pilihan ku .
dan tidak usah berkhayal terlalu tinggi lagi dengan hubungan kita .
karena hubungan kita sudah lama selesai.
aku juga sudah mengubur kenangan buruk dengan mu " .Cercah Andini
Seno belum bisa menerima kalau Andini akan meninggalkannya .
dia sangat mencintai Andini dari dulu sampai sekarang, perasaannya tidak akan pernah berubah meskipun dirumah dia sudah memiliki istri Solehah .
Seno memaksa Andini masuk ke dalam mobilnya , di dalam mobil Seno juga mencium bibir Andini secara paksa. .
Seno tidak mau melepaskan pelukannya.
Andini mencoba berontak dan berteriak , tapi sayangnya Seno menutup mulutnya dengan bibir Seno .
"Seno lepaskan aku, apa kau sudah gila " Ujar andini yang sudah ditindih itu
sekarang aku akan membuatmu bahagia dan tidak bisa melupakan kejadian ini "
Seno mulai melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuh Andini
Dan mereka melakukannya di dalam mobil untuk kesekian kalinya .
Setelah pertempuran didalam mobil selesai, Andini memakai pakaian nya .
dia menangis tersedu - sedu
"Hiks . .Hikss. .Hiksss"
"Maafkan aku Din, aku khilaf aku tidak sadar apa yang barusan aku lakukan padamu " Seno memeluk Andini dan mencoba menenangkan.
Andini yang masih menangis langsung keluar dari mobil itu .
dia tidak perduli lagi dengan permintaan maaf dari Seno .
Hatinya sangat hancur ,Dimana dia sebentar lagi akan menikah dengan Delon pria yang sudah baik padanya ,justru dirinya di nidoi oleh mantan kekasihnya sendiri .
Andini menyalakan mesin motornya dan langsung pergi meninggalkan Seno di gudang itu , Andini merasa sangat menyesal sudah mengantar undangan itu .
andai saja ia tidak mengantar undangan dan tidak bertemu Seno pasti kejadian ini tidak akan terjadi .
"Din maafkan aku " Batin Seno dia memukul wajahnya dan menampar wajahnya ,dia memang sudah kelewatan tidak bisa mengontrol dirinya .
__ADS_1
tapi ini sengaja ia lakukan supaya Andini membatalakan pernikahan, tapi tidak mungkin Andini membatalkan pernikahannya justru ia semakin membenci Seno.
Andini yang sudah jalan dari tadi akhirnya tiba dirumah, saat ia tiba dirumah sudah ada Delon disana menunggunya.
"Hmmm...kenapa pergi mengantar undangan sendirian ????
memangnya udah ga sabar nungguin aku lagi ???
kan aku udah bilang aku hanya pergi dengan mami cuma sebentar doang "
rasanya Andini tidak sanggup lagi menjawab perkataan Delon , ia langsung memeluk delon dan menangis sejadi-jadinya
"Loh, pulang-pulang kok malah nangis sih ???
ada apa sayang ????" tanya delon
di bingung kenapa Andini tiba-tiba menangis
"maafkan aku . .maafkan aku . . tolong maafkan aku Hiks. .Hiks. .Hiks " Andini meminta maaf berkali-kali .
ia merasa kalau dirinya sangat kotor dan tidak pantas untuk Delon .
"Iya aku memafkanmu .
tapi aku bingung kesalahan mu apa ????
ayok duduk lah dulu dan tenangkan dirimu " Pinta Delon
Andini pun duduk di samping Delon, Dia menarik nafas dan menenangkan dirinya sejenak
"Ayo ceritakan padaku , sebenarnya ada apa denganmu ??
kenapa kamu menangis seperti ini ???"
"Tidak, aku menangis hanya karena bahagia .
aku bahagia bisa memilikimu dan sebentar lagi kamu akan jadi suamiku rasanya aku tidak sabar lagi " Jelas Andini
terpaksa ia harus berbohong untuk menutupi kejadian memilukan yang terjadi padanya hari ini
"Ohhhh. .ya ampun !!!
jadi hanya gara-gara itu kamu menangis sesenggukan seperti ini ????
makasih ya Din , di balik kecuekan mu ternyata hatimu sangat lembut " Delon mengelus - elus kepala Andini
Setelah Andini berhenti menangis .
Delon mengajak Andini ke luar untuk mengurus yang lainnya .
"Bu, pak saya dan Andini keluar dulu ya " Ucap Delon
"Iya nak Delon, kalian hati-hati ya .
Jangan lama-lama , karena kalau kata orang terdahulu Calon pengantin tidak boleh pergi lama-lama apalagi berduaan"
__ADS_1
"Iya buk, siap !!!!" Jawab delon