
" Memangnya ada apa Do?" tanya Fania yang sudah menunggu Dido di ruang makan.
" Selomita sulit di hubungi, aku rasa Niken telah membuatnya salah paham." ucap Dido.
" Bisa kau ceritakan dari awal?" tanya Fania.
Dido menceritakan kalau dia pergi bersama Niken karena ada pameran. Dido menceritakan kalau tubuhnya sempat merasakan keanehan, sesudah minum jus jeruk. Disitulah Niken mengambil kesempatan. Dan menceritakan saat Niken masuk ke dalam kamarnya. Sampai akhirnya Dido tersadar karena ada bunyi handphone.
" Oh, apakah kamu sudah berhubungan intim dengan Niken?" tanya Fania menyelidiki.
" Belum, tapi kami sudah sama-sama polos. Hingga akhirnya suara telepon menyadarkan ku. Saat kulihat, Niken sedang mencium seluruh tubuh ku " jelas Dido, " Lalu aku langsung berlari ke kamar mandi."
" Jadi Niken menjebakmu?" tanya Fania.
" Iya, dia memang mencintai ku. Tapi aku tidak tahu kalau perbuatannya akan senekat itu." ucap Dido sambil mengacak-acak rambutnya.
" Lalu yang menelpon itu adalah Selomita?" tanya Fania.
" Aku rasa."
" Lalu yang menjawab panggilan dari Selomita adalah Niken?" tanyanya lagi pada Dido.
" Seperti nya."
" Dan Selomita salah paham saat melihat Niken sedang menerima telepon mu tanpa mengenakan busana?" ungkap Fania
__ADS_1
" Mungkin.." kata Dido, " Aku harus bagaimana kak? Seperti nya Selomita percaya." ujar Dido
" Nanti akan kakak jelaskan, sebaiknya biarkan Selomita dengan pekerjaannya. Kalau suasana sudah mereda, kakak akan menghubungi nya." ucap Fania.
" Terima kasih kak, hanya kaulah harapan ku satu-satunya." ucap Dido mengiba.
" Iya, karena kaulah adikku juga." ucap Fania.
" Sebaiknya kau pulang, kasian bapak. Pasti dia berharap dengan penjualan tanaman hias nya." perintah Fania.
" Iya, kak. Aku mohon bantuannya." pinta Dido.
" Iya, " jawab Fania yang langsung mengantarkan Dido menuju pintu.
" Iya, kakak akan membantumu. Dan meluruskan hubungan kalian." ucap Fania.
Dido langsung menuju mobilnya, dan Ujang juga sudah masuk ke dalam mobil. Dido meninggalkan rumah Yasmin dengan penuh pengharapan. Berharap Selomita mau mendengarkan perkataan Fania.
*****
" Sel, udah jangan nangis terus." kata Riska yang mengelus punggung Selomita.
" Memangnya ada apa Sel?" tanya Alena yang berada di samping Selomita.
" Enggak, gak ada apa-apa." jawab Selomita yang tidak ingin masalah nya di ketahui oleh teman-temannya.
__ADS_1
" Ya udah kalau kamu gak mau cerita, sebaiknya kamu jangan sedih lagi. Kan ada kita-kita disini." hibur Riska.
" Iya Sel, kalau kamu nangis gini kita jadi ikutan sedih. Dan kamu juga gak mau jelasin apa masalahmu. Jadi kita gak tahu kamu nangis karena apa?" tanya Alena
Selomita langsung mengusap air matanya, dan duduk bersila.
" Terima kasih ya, kalian sudah perhatian." kata Selomita yang langsung memeluk kedua temannya.
" Nah gitu, kalau kamu senyum kan jadi lebih cantik." goda Alena.
" Maafkan aku, aku gak ingin membuka aib dan ini hanya masalah pribadiku." terangnya.
" Iya deh, tapi kalau yang senang kamu kasih tahu kita ya." rayu Alena sambil mengusap punggung Selomita.
Selomita kembali tersenyum, Riska dan Alena membawa nya ke latar. Di sana sudah ada Hari yang membawa aneka ikan laut.
" Sel, ada apa dengan wajahmu?" tanya Hari yang melihat kedua mata Selomita memerah.
" Dia kelilipan tadi, Har." sahut Alena.
" Oh, pakai obat tetes mata. Apa perlu aku ambil di rumah?" tanya Hari yang langsung menurunkan bungkusan berisi aneka ikan hasil tangkapannya.
-
Like terus ya, biar author lebih semangat update nya.
__ADS_1