CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 132 (Extra part)


__ADS_3

Usai menyelesaikan makannya, Selomita dan Dido pun pamit pada pak Condro dan Kristiana.


"Bu, Pak. Kami pulang dulu!" ucap Dido seraya nencium tangan kedua orang tuanya.


"Hati-hati, ya!" Pesan Kristiana.


"Do!" Panggil Maya yang datang menghampiri Dido.


"Iya, Bu!" Jawab Dido yang langsung menoleh ke arah Maya.


"Loh, ada apa sama wajah Selomita?" Tanya Maya sambil memperhatikan wajah Selomita.


"Dia--" Dido ingin menjelaskan namun keburu di sela oleh pak Condro.


"Selomita, abis terpleset dari kamar mandi. Dan kepentok pintu," jawab pak Condro yang langsung menghampiri Dido, agar anaknya cepat menghindari Maya. Karena pak Condro takut, jika Maya akan mengadu berlebihan pada Mak Inah.


Maya masih tidak suka dengan Mak Inah, karena Maya masih cemburu pada Mak Inah.


Padahal pak Condro memiliki banyak istri, tetapi Maya masih saja cemburu pada Mak Inah.


Apalagi saat ini Mak Inah telah menjadi seorang janda. Pastinya Maya semakin membencinya dan takut jika pak Condro kembali jatuh cinta pada Mak Inah.

__ADS_1


"Do, lekas jalan. Sudah hampir tengah malam," ucap pak Condro.


Dido dan Selomita pun telah masuk ke dalam mobilnya.


Pak Condro dan juga Kristiana melambaikan tangan, melepas kepergian anak dan menantunya.


"Pak! Apa benar Selomita kepentok pintu?" tanya Maya yang masih penasaran.


"Sudahlah, ayo kita pulang!" pak Condro langsung menuntun tangan Maya pergi meninggalkan Kristiana.


Sesampainya di rumah, pak Condro langsung masuk ke dalam kamarnya. Karena selama ini, Maya selalu menunjukkan perasaan tidak sukanya pada Mak Inah.


"Pak, apakah Dido melakukan tindakan Kdrt pada Selomita?" tanya Maya menyelidik seraya mengikuti langkah pak Condro masuk ke dalam kamarnya.


"Tidak, Maya! Dido sangat sayang pada Selomita." Pak Condro menjelaskan pada istri tertuanya.


Pak Condro langsung duduk di kursi untuk meminum air.


"Pak, anak kita kok jarang ada yang pulang? Apa kau tidak cemas pada mereka?" tanya Maya yang juga sudah duduk di sebelah kursi pak Condro.


Pak Condro memiliki tiga anak dari Maya. Dan semua anaknya adalah perempuan.

__ADS_1


Anak pertama bernama Desi yang usianya sepantaran dengan Fania. Anak kedua bernama Dewi yang usianya sepantaran dengan Selomita dan terakhir bernama Dela yang usianya kini beranjak 19 tahun.


Mereka tinggal bersama kakek dan nenek yang tinggal di seberang pulau.


"Kamu suruh anak kamu datang ke sini," ucap Pak Condro seraya menaruh gelas yang sudah kosong ke atas meja.


"Bapak dong, yang telpon," ucap Maya merajuk.


"Iya, besok bapak akan telepon. Sekarang sudah malam, bapak udah ngantuk." Pak Condro langsung berjalan menuju tempat tidur.


Kemudian Maya pun mengikuti pak Condro naik ke atas tempat tidur.


Malam sudah sangat larut, semua penghuni desa sudah tertidur, kecuali hansip yang berjaga di malam hari.


Untungnya saat kejadian Hari datang ke rumah Kristiana, tidak ada Maya. Maya sedang menghadiri pengajian di kampung sebelah.


Hingga tidak ada yang tahu soal keributan antara Dido dan penculik Selomita. Sedangkan Juli dan Anton sedang pergi ke rumah saudara yang akan melaksanakan hajatan.


Sementara Dido dan Selomita masih dalam separuh perjalanan menuju kota. Perjalanan menempuh jarak selama lima jam lamanya.


Mungkin akan tiba di kota pada pagi hari. Dido menyuruh Selomita untuk tertidur, agar besok bisa pergi ke kampus.

__ADS_1


__ADS_2