
Sainah menunggu kedatangan Condro siang itu, namun dia tidak datang dan menepati janjinya.
" Condro, kenapa sampai jam segini kau belum datang juga. Bukankah kau ingin membawaku ke rumah mu!" tutur Sainah yang sudah rapi menggunakan baju dress berwarna merah muda. Baju itu pemberian Condro dari hasil bekerja jadi kuli di pasar. Condro ingin sekali membelikan Sainah baju.
Kediaman Condro
" Bapak gak mau kamu nikah dengan Sainah. Pokoknya kamu harus nikah dengan Maya." gertak bapaknya Condro bernama Faisal.
" Tapi Pak, Condro cintanya sama Inah. Kami sudah.." Condro ingin menjelaskan kalau dia sudah menggagahi Sainah dan akan melamarnya.
" Tidak, ibu gak mau punya mantu orang miskin kayak kita." erang ibunya Condro yang bernama Siti.
" Bu, jangan memandang Inah seperti itu. Aku sudah..." sekali lagi Condro ingin menjelaskan hal yang sama, dan Sainah telah menunggunya.
" Pokoknya hari ini kalian harus menikah." teriak Faisal yang langsung mengancam Condro dengan mengambil pisau di dapur dan menodongkan nya ke arah lehernya, " Kalau gak, bapak akan bunuh diri. Kau tahu, sudah banyak utang kita pada rentenir itu." kata Faisal menegaskan kalau dia punya utang kepada ayahnya Maya.
" Baiklah, Pak." ujar Condro.
" Sepulang nikah, aku akan langsung melamar Inah. Tunggu kedatangan ku." Kata Condro dalam hatinya.
__ADS_1
Akad nikah pun berlangsung, kedua mempelai sudah mempersiapkan diri. Rencananya mereka akan menikah siri, nanti di kota Maya akan menggelar pesta besar-besaran.
Rumah Condro terlihat banyak tamu yang datang. Sainah yang saat itu sudah menunggu lama, akhirnya datang menghampiri rumah Condro. Dia tidak mengetahui perihal Condro akan menikahi Maya. Lalu Sainah melangkah kan kakinya, masuk ke dalam area rumah Condro.
" Permisi, apakah Condro ada?" tanya Sainah kepada Siti.
" Hey kamu, " kata Siti dengan memandang sinis dan merendah, " Condro sudah menikah, jangan kamu ganggu dia. Dasar wanita miskin..!!" bentak Siti.
" Apa?" bagai tersambar petir, Sainah langsung duduk terpaku di teras depan.
" Tapi aku sedang mengandung anaknya, dan dia berjanji akan menikahi ku." kata Sainah dengan derai air mata
" Aku bukan wanita rendahan, kami saling mencintai." ujar Sainah yang terisak-isak karena telah di hina oleh Siti.
" Sainah, kau jangan mengganggu acara kami. Sebaiknya kau pulang, dan minta pertanggung jawaban kepada pria yang menghamili mu." kata Faisal yang mengangkat lengan Sainah dan mengusirnya.
Saat Sainah di dorong keluar teras, tubuhnya hampir terjatuh ke tanah. Namun di tahan oleh Harun.
" Auw..." kata Sainah yang jatuh ke pelukan Harun.
__ADS_1
" Aku akan menikahimu." kata Harun dengan suara lantang. Dia tadi mendengar semua hinaan kedua orang tua Condro. Dan kebetulan Harun merupakan penganggum rahasia Sainah. Harun memang menyukai Sainah, namun hati nya sudah terlanjur dimiliki oleh sahabat nya Condro.
" Harun, " lirih Sainah.
Lalu Sainah di gandeng oleh Harun menuju rumahnya. Semua orang yang hadir di acara syukuran pernikahan Condro pada bergosip.
" *Oh, jadi Harun pelakunya."
" Ya ampun, Sainah kamu gadis desa kok bisa hamil duluan kesian orang tua mu yang sudah mati."
" Tampang nya alim, tapi kelakuan bejat*."
Suara sumbang mengiringi kepergian mereka. Sainah pun menangis dalam dekapan Harun.
Itulah kenapa Sainah sangat membenci Condro, karena penghinaan dari kedua orang tuanya.
-
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1