
" Niken? Sedangkan apa kau ?"
" Aku sedang bersama Dido."
" Kalian sedang melakukan apa?"
" Apa kau tidak lihat, Dido sudah melakukan hubungan suami-istri denganku."
" Tidak, tidak mungkin. Dido tidak mungkin melakukan nya."
Selomita langsung mematikan ponselnya, terlihat dia begitu terpukul.
" Kamu kenapa Sel?" tanya Alena yang melihat Selomita menangis. Padahal biasanya dia selalu bahagia saat menelepon calon suami.
" Gak apa-apa, aku gak apa-apa." ucap Selomita yang langsung berlari ke kamar.
" Selomita kenapa Len?" tanya Riska.
" Gak tahu, " jawab Alena sambil mengangkat kedua bahunya.
Selomita menangis meraung-raung, dia kecewa dengan Dido. Dia selalu menjaga hatinya, namun Dido telah mengkhianati nya. Selomita langsung memblokir nomor Dido. Dia tidak ingin melihat muka Dido lagi.
DIDO
" Apa yang kamu lakukan dengan handphone ku." hardik Dido yang langsung merebut ponsel nya dari tangan Niken.
__ADS_1
Dido langsung melihat ponsel nya, terlihat panggilan dari Selomita. Dido pun langsung menghubungi Selomita. Namun jawaban yang di dengar nya hanyalah suara operator.
" Kau, apa yang kau lakukan di kamarku?" bentak Dido yang masih mengenakan handuk nya.
" Wauw, tubuhmu sangat atletis sekali. Kenapa kau menghentikan permainan kita?" goda Niken yang berdiri mendekat Dido dengan tubuh yang masih polos.
" Menjauh dariku." hardik Dido yang mendorong tubuh Niken ke kasur.
" Do, kamu harus bertanggung jawab." teriak Niken.
" Tanggung jawab soal apa?" tanya Dido geram.
Dengan akal yang banyak, Niken langsung mengenakan dressnya. Tanpa menggunakan bra dan ****** *****, dia keluar dari kamar Dido dan berteriak.
" Tolong, tolong...." teriak Niken di lorong hotel.
" Ada apa mbak?" tanya salah satu pengunjung wanita yang melintas.
" Tolong aku, aku mau di perkosa." kata Niken yang menunjuk kamar Dido, " Semua peralatan ku di dalam, tolong aku pria itu akan memperkosa ku." kata Niken dengan mengeluarkan airmata buaya.
Semua orang sudah berkumpul di depan kamar Dido. Dido langsung membuka pintu saat orang-orang menggedor-gedor pintu kamarnya.
" Dia yang akan memperkosaku." tunjuk Niken ke arah wajah Dido yang sudah berpakaian lengkap dan terlihat sangat tampan.
Orang-orang di sekitar Niken pun berbicara,
__ADS_1
" Udah nikahin aja, "
" Lapor polisi mbak."
" Suruh tanggung jawab masnya, ganteng-ganteng kok bajingan."
Dido menanggapi dengan santai, dia tahu persis maksud Niken. Niken ingin menjebaknya, dan berusaha untuk menikahi nya.
" Maaf, dia hanya perempuan malam yang ingin tidur denganku." jawab Dido, " Sebaiknya kalian jangan ikut campur dengan urusan ku. Aku sudah membayar nya mahal." kata Dido yang langsung menarik tangan Niken dan memasukkan ke dalam kamar.
Semua orang yang berkerumun pun akhirnya bubar, setelah mendapatkan penjelasan dari Dido.
" Apa maksudmu melakukan semua ini?" tanya Dido yang mencengkram dagu Niken.
" Aku hanya ingin menikah denganmu, aku sangat mencintaimu. Apa kau tidak sadar?" tanya Niken penuh penekanan.
" Hatiku hanya untuk Selomita, " kata Dido yang langsung pergi meninggalkan Niken.
" Do, Dido. Aku mencintaimu..." teriak Niken yang duduk di kasur dengan penampilan yang berantakan hanya mengenakan dres tipis bak seorang wanita malam.
Dido pun keluar kamar nya, dia langsung berpindah hotel. Dan menelpon Ujang agar menjemput nya besok pagi. Dia tidak perduli dengan pameran tanaman hias. Yang dia pikirkan hanyalah Selomita. Kenapa nomor telepon nya tidak bisa di hubungi.
-
Silahkan like dan berikan votemu ya.
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti😘