
Dido senang sekali sudah mendapatkan kabar dari Selomita. Setelah mengakhiri pembicaraannya, Dido langsung memejamkan kedua matanya. Berharap esok adalah bulan ke enam. Sehingga dia bisa langsung mempersunting Selomita.
****
Pagi ini Dido akan mengadakan pameran ke kota. Kali ini dia mengajak Niken, karena sekarang dia sudah belajar cara memasarkan produk.
Sebelumnya Dido memang sudah mengajarkan pada pemuda setempat ilmu untuk bertani. Serta penjualan dan ilmu yang dia pelajari di kampus dulu. Pemuda di desanya sudah pandai dan mengerti cara bercocok tanam. Dan memasarkan hasil kebunnya. Serta mengolah hasil kebun menjadi sebuah cemilan.
Dido pun mengajarkan kepada para gadis, sama halnya dengan para pria. Dido berharap di desanya tidak lagi terbelakang dalam bidang pendidikan dan ekonomi.
" Apa kamu sudah siap?" tanya Niken yang berpakaiannya sedikit minim. Entah itu cara untuk berjualan atau memikat hati Dido.
" Sudah." jawab Dido yang memandang Niken biasa saja. Dia tahu kalau Niken hanya ingin menggoda nya.
Niken tak pernah putus asa menggoda Dido. Walaupun makanan bawaannya tak pernah dimakan. Tapi dia tetap berjuang, agar bisa meluluhkan hati Dido.
" Ken, kamu gak salah pakai bajunya?" tanya Ujang yang duduk di bangku depan.
" Ya enggaklah, kok salah." jawab Niken sambil melirik ke arah Dido.
" Kamu bukan mengundang pembeli, malah jadi mengundang syahwat." canda Ujang.
__ADS_1
Dido masih fokus pada layar ponselnya, dia masih sibuk menawarkan produk-produknya pada relasinya.
" Ish, kok Dido gak respon ya sama penampilan ku?" kesal Niken sambil menekuk wajahnya.
" Apa kau sudah menghafalkan semua jenis tanaman yang akan kita jual?" tanya Dido.
" Sudah, " ketus Niken karena tidak di puji penampilan nya oleh Dido.
" Jangan lupa harganya, jangan sampai ketukar. Karena tanaman hias sangat mahal harganya." kata Dido.
" Iya, iya..." jawab Niken.
" Ken, kamu mau ngapain?" celetuk Ujang yang melihat tangan Niken yang ingin menggerayangi wajah Dido.
" Eh kamu Jang, gak usah ikut campur. " kata Niken yang langsung melotot kearah Ujang.
" Ken kamu tahu gak, kalau Dido sudah punya Selomita. Dia cinta banget, dan sebentar lagi mau nikah." jelas Ujang.
" Kan baru mau, aku masih ada kesempatan. Lihat aja, Dido pasti jadi milikku." kata Niken dengan senyuman licik.
Seperti nya dia sudah menyiapkan rencana busuk. Niken akan melakukan segala nya demi mendapatkan Dido.
__ADS_1
Mereka pun sampai di kota, Dido dibangun kan oleh Ujang. Dan kemudian mereka bersiap untuk mengadakan pameran. Pameran yang akan di laksanakan selama tiga hari. Dan Dido memesan kamar hotel untuk menginap. Sedangkan Ujang di perbolehkan pulang, karena tugasnya hanya mengantar mereka. Lalu tiga hari kemudian mereka akan di jemput lagi oleh Ujang.
Hari pertama berjalan lancar, banyak pembeli yang berminat dengan tanaman yang ditawarkan. Semuanya juga berkat Niken, yang ahli dalam merayu konsumen.
Malam pun tiba, mereka menuju kamar hotel masing-masing.
" Tok, tok, tok .."
Pintu kamar Dido diketuk tiga kali, Dido membuka pintu nya.
" Permisi tuan, ini orange jus yang merupakan minuman ucapan selamat datang untuk tamu hotel kami." kata pelayan yang membawakan orange jus.
" Oh terima kasih." kata Dido yang mengambil segelas orange jus, lalu meminumnya.
Kemudian pelayan pun pergi meninggalkan Dido. Dido langsung menutup pintu kamarnya. Saat ingin melangkah ke kasur, tiba-tiba dia merasakan hawa panas menjalar di seluruh tubuh nya. Perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Tubuhnya gelisah, mengeluarkan banyak keringat. Sepertinya dia ingin melakukan pelepasan, entah ada obat apa yang di minum nya tadi.
-
-
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1