
Aku dan mas Kris berhenti di sebuah toko ponsel.
"Mas ngapain kita berhenti di sini???katanya mau nganterin aku pulang??" kata ku.
"Emmmmm gak apa-apa dek,,cuma mau lihat-lihat saja" kata mas Kris.
"Oya dek apa kamu gak pengen ganti ponsel baru??" sambung mas Kris.
"Kalau di tanya pengen apa gak sih ya pengen banget mas,,tapi aku gak mau ah mas ngebebanin orang tua aku mas.Nanti saja kalau aku sudah lulus sekolah dan kerja aku akan beli.Emangnya kenapa mas???" kata ku.
"Misal kalau mas beliin,,kamu mau apa gak dek??" kata mas Kris.
"Gak usah lah mas,aku gak mau" kata ku.
"Kenapa gak mau??" kata mas Kris.
"Ya karena aku gak mau juga ngebabin mas" kata ku.
"Hemmmm,kamu mau ataiu tidak mas akan tetap beliin kamu ponsel baru dek" kata mas Kris.
"Gak usah mas jangan,,mending uangnya di tabung saja mas" kata ku.
"Pokoknya kamu harus mau pakai ponsel yang mas berikan,,anggap saja itu sebagai hadiah dari mas.Dan kalau sampai kamu menolak mas akan marah sama kamu" kata mas Kris.
"Loh kok gitu sih mas gakl adil banget,,itu namanya pemaksaan" kata ku.
"Sudah ayo kita turun dek" kata mas Kris.
Tanpa menjawab pertanyaan mas Kris aku pun seghera turun dari mobil.
(Sebenernya aku sih seneng banget bisa ganti ponsel baru,tapi kan aku juga gak enak kalau mas Kris beliin aku toh kita belom ada ikatan apa-apa.Dan juga kalau aku menolaknya yang ada dia akan marah sama aku) gumam ku dalam hati.
Mas Kris mengandeng ku masuk ke dalam toko ponsel tersebut.
"Ayo dek kamu mau pilih ponsel yang mana??" kata mas Kris.
"Gak usah lah mas,aku gak enak sama kamu mas" kata ku.
"Udahlah cepetan pilih saja mana ponsel yang kamu mau" kata mas Kris.
Karena aku tetap diam dan sama sekali tak memilih ponsel,akhirnya mas Kris yang memilihkannya untuk ku.
"Mbak ponsel keluaran terbaru yang mana ya mbak??" kata mas Kris pada pelayan toko.
"Banyak mas yang terbaru,masnya mau yang bagaimana ??" kata pelayan toko.
"Pokoknya yang paling bagus lah mbak,stolong pilihkan satu untuk ku ya mbak??" kata mas Kris.
"Iya mas sebentar ya saya ambilkan" kata pelayan toko.
__ADS_1
Tak berselang lam pelayan toko menghampiri kami dengan membawa dua ponsel.
"Ini mas ponsel yang terbaru,terbagus dan paling berkualitas" kata pelayan toko itu sambil memberikan kedua ponsel tyersebut kepada mas Kris.
"Dek kamu mau pilih yang mana,warna hitam atau putih??" kata mas Kris.
"Mas serius mau beliin aku ponsel??" kata ku.
"Iya lah dek,masa kita di sini mau beli pisang gorenng hehehehehe" kata mas Kris sambil sedikit meledek ku.
"Ah mas itu bisa aja sih" kata ku sambil aku menccubit pinggang mas Kris.
"Cepetan mau pilih yang mana dek,udah di tungguin itu sama mbaknya??" kata mas Kris.
"Terserah mas saja deh" kata ku dengan pasrahnya.
"Hemmmm baiklah" kata mas Kris.
"Mbak aku pilih yang hitam saja mbak" kata mas Kris pada pelayan toko.
"Oke Mas sebentar saya buatkan notanya sekalian saya buka dulu ya mas dusnya,biar masnya bisa mencobanya" kata pelayan toko.
"Mbak di sini bisa pembayaran pakai debit kan mbak??" kata mas Kris.
"Bisa mas,,ini notanya mas.Silahkan masnya bayar di kasir sebelah sana ya" kata pelayan toko.
Setelah selesai membayar mas Kris kembali menghampiri ku.
"Gimana dek udah kamu coba ponselnya??" kata mas Kris.
"Udah mas" kata ku sambil aku tersenyum ke arah mas Kris.
Setelah selesai semua pelayan toko itu membungkus kembali ponsel yang kita beli tadi.
"Mas ini ponselnya ya,dan dapat garansi toko dua hari ya mas.Apabila ada kerusakan mas bisa menukarnya dengan yang baru" kata pelayan toko.
"Oke mbak maksih ya" kata mas Kris pada pelayan toko.
"Sama-sama mas" kata pelayan toko.
Kami pun keluar dari toko ponsel tersebut dan menuju kembali ke dalam mobil.
"Dek ini kamu yang bawa saja" kata mas Kris sambil memberikan ponsel baru tadi.
"Makasih banyak ya mas,,sudah beliin aku ponsel baru.Aku gak tau harus membalasnya dengan apa.Sekali lagi makasih banyak ya mas" kata ku.
"Iya sama-sama sayang ku.Kamu memakainya setiap hari saja mas sudah sangat senang sekali dek dan itu artinya kamu menghargai pemberian mas" kata mas Kris.
"Iya insya Allah aku akn memakainya terus mas" kata ku.
__ADS_1
"Ya sudah kita langsung pulang ya" kata mas Kris.
"Iya mas" kata ku.
Mas Kris mulai melajukan mobilnya.
(Kira-kira berapa ya harga ponsel ini tadi,pasti mahal deh" gumam ku dalam hati.Entah kenapa aku tak bisa menahan rasa inigin tahu ku tentang harga ponsel ini,akhirnya aku pun bertanya kepada mas Krs.
"Mas aku mau tanya boleh kan"??" kata ku.
"Iya boleh,kamu mau tanya apa dek??" kaya mas Kris.
"Mas harga ponsel ini tadi pasti mahal ya??" kata ku.
"Dek kamu gak usah mukirin harganya,,masih mahalan cinta kamu ke mas kok hehehehehehehe" kata mas Kris sambil tertawa.
"Mas itu apaan sih di tanyain serius malah gitu jawabnya" kata ku.
"Sudah lah gak usah tanya harganya,mas ikhlas kok dek beliin kamu" kata mas Kris.
"Tapi aku ngerasa gak enak banget mas.Kita kan gak punya ikatan apa-apa mas,tapi mas sudah beliin aku barang yang sangat mahal" kata ku.
"Kata siapa kita tidak punya ikatan??" lkata mas Kris.
"Hati kita terikat satu sama lain,nanti juga kalau kamu sudah lulus sekolah aku akan menjadikan kamu istri ku dek.Gak akan ada orang lain yang bisa miliki kamu selain aku." kata mas Kris sambil tersenyum kepada ku.
"Gombal banget kamu mas" kata ku.
"Loh harusnya kamu bilang amin dek,agar menjadi kenyataan nantinya.Kan suatu ucapan itu termasuk doa dek" kata mas Kris.
"Iya Aminnnn deh mas" kata ku.
"Telat dek" kata mas Kris.
"Telat-telat dikit gak apa-apa mas,dari pada gak mengucap sama sekali" kata ku.
Tak terasa sudah sampai di rumah ku,dan kebetulan saat aku pulang ayah dan ibu ku sedang berada di teras depan rumah.Kami berdua trurun dari mobil dan segera mengahmpiri kedua orang tua ku.
"Asssalamu'alaikum pak bu" kata mas Kris sambil mencium kedua punggung tangan kedua orang tua ku.Aku juga mengikuti apa yang mas Kris lakukan tersebut.
"Wa'alaikum salam nak,,mari duduk nak Kris" kata ayah ku.
"Ih ayah mas mas Kris saja yang di suruh duduk,aku enggak" kata ku dengan sedikit memanyunkan bibir ku.
"Oh iya lupa,,sni-sini duduk sini anak kesayangan ayah hhahahhahahaha" kata ayah sambil tertawa meledek ku.
Aku dan mas Kris segera duduk dan kami pun mengobrol bersama.
~Bersambung~
__ADS_1