CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Belanja Bersama


__ADS_3

Setelah selesai mengantar orang tua ku ke terminal,aku dan mas Kris tidak langsung pulang.Melainkan kami pergi ke sebuah mini market terlebih dahulu.


"Dek mampir mini market dulu yuk" kata mas Kris.


"Mau ngapain mas??" kata ku.


"Mas mau membelikan kebutuhan mu selama orang tua mu tidak di rumah" kata mas Kris.


"Gak usah mas di rumah masih ada gudeg yang bisa di makan berhari-hari dan masih ada mie instan juga mas" kata ku.


"Lagian ayah dan ibu ku hanya dua hari saja mas di sananya" sambung ku.


"Gak apa-apa lah dek kita tetap mampir mini market saja" kata mas Kris.


"Terserah mas saja deh kalau begitu" kata ku.


Kami pun sampai di sebuah mini market,dan kebetulan mini market yang kami datangi sekarang cukup ramai.Karena terlihat dari parkir sepeda motor serta mobil yang meluber sampai ke tepian jalan raya.


"Mas yakin mau belanja di sini??" kata ku.


"Memangnya kenapa dek??" kata mas Kris.


"Coa deh mas lihat itu pengunjungnya banyak banget,terus mas mau markir mobil mas di mana coba.Itu parkiran sudah penuh semua." kata ku sambil menunjuk area parkir yang sudah penuh.


"Iya juga ya dek" kata mas Kris.


"Ya sudah kita cari mini market lain saja gimana dek?" kata mas Kris.


"Emmmm apa gak sebaiknya kita belanjanya di pasar tradisonal saja mas.Di sana tersedia bermacam-macam mulai dari ikan,sayuran dan sembako terus harganya juga lebih murah mas." kata ku.


"Baiklah dek,keman pun kamu mau mas siap mengantar mu" kata mas Kris.


Kemudian mas Kris melajukan mobilnya kembali menuju pasar tradisional yang aku maksud tadi.Tak berselang lam kami pun sampai,dan mas Kris segera memarkirkan mobilnya.


"Yuk dek turun,kita sudah sampai" kata mas Kris.


"Iya mas" kata ku.


Mas Kris mengandeng tangan ku masuk ke dalam pasar tradisonal.


"Dek bagaiman kalau hari ini kita masak-masak bersama??" kata mas Kris.


"Itung-itung kita latihan jadi suami istri" sambungnya.


"Mas ngomong apa barusan tolong di ulangin lagi" kata ku.


"Aku ngajak kamu masak bersama dek" kata mas Kris.


"Bukan yang itu mas kalau gak salah dengar tadi mas ngomong latihan gitu sih.Latihan apa mas maksudnya??" kata ku.


"Gak kok mas gak ngomong gitu,kamu salah dengar itu dek" kata mas Kris sambil tersenyum kepada ku.(Ah malu banget aku kalau sampai Ela dengar apa yang aku omongi barusan,kenapa juga ya mulut ku ini selalu ngomong yang enggak-enggak) gumam mas Kris dalam hatinya.


saat kami berjalan menyusuri pasar tradisional tanpa sengaja aku melihat ikan Nila asap.Dan ya ikan itu adalah ikan favorite aku banget,aku pun langsung menghampiri penjual ikan tersebut sambil mengajak mas Kris.

__ADS_1


"Dek kita mau kemana??jalannya oelan-pelan dong" kata mas Kris.


"mau kesana tuh mas" kata ku sambil menunjuk arah penjual ikan asap tersebut.Tanpa menjawab ku sepath kata pun mas Kris tetap mengikuti langkah ku.


Sampailah kami di penjual ikan Nila asap.


"Buk ikan Nila asapnya satu kilonya berapa buk??" kata ku ke penjual.


"Tujuh puluh ribu dek per kilonya " kata penjual.


"Oh mahal ya bu,kalau begitu aku mau seperempat saja ya buk" kata ku.


"Iya dek" kata penjual sambil menimbang ikan pesanan aku tadi.


"Maaf buk ikannya kasih satu kilo saja buk" celetuk mas Kris kepada penjual.


"Tapi mas uang ku gak cukup kalau beli banyak-banyak,,soalnya ayah dan ibu ku ngasih sakunya cuma sedikit" kata ku.


"Sudah gak usah khawatir,mas kok yang bayar" kata mas Kris.


"Tapi mas....???" kata ku.


"Gak usah tapi-tapian" kata mas Kris.Tanpa kami sadari kami terus berdebat soal ikan Nila asap,untungnya si penjual tidak mendengar apa yang kita bicarakan.


"Jadi berapa ini ikan Nilanya mas mbak" kata penjual kepada kami.


"Satu kilo buk" kata mas Kris pada penjual.


"Baiklah mas" kata penjual.Setelah si penjual selesai menimbang ikannya,kemudian memasukkan ikannya ke dalam tas kresek dan memberikan kepada kami.


"Iya buk dan ini uangnya ya buk pas tujuh puluh ribu" kata mas Kris sambil memberikan uangnya.


"Iya mas,,makasih ya" kata penjual.


Kami berlalu meninggalkan penjual ikan asap tersebut.


"Dek kamu tau gak kenapa mas beli ikannya banyak banget??" kata mas Kris.


"Gak tau mas,memangnya kenapa??" kata ku.


"Karena ikan Nila asap ini ikan favorite mas dek,apa lagi kalau makannya pakai sambal terus pakai lalapan daun kemangi,duh nikmat banget dek" kata mas Kris.


"Loh kok kita samaan sih mas,,aku juga favorite banget sama ikan Nila" kata ku.


"Itu tandanya kita berjdodoh dek" kata mas Kris.


"Amin ya robal alamin mas" kata ku.


"Kalau begitu kita beli bahan-bahan untuk membuat sambalnya mas" sambuhng ku.


"Oke sayang ku" kata mas Kris.


Aku mengajak mas Kris ke stand yang menjual sayuran dan bumbu-bumbu dapur.

__ADS_1


"Buk saya mau cabe kecil,cabe besar dan tomat.Masing-masing seperempat ya buk" kata ku ke penjual.


"Ada lagi mbak yang lainnya??" kata penjual.


"Sementara itu dulu buk,soalnya saya lupa apa saja yang harus saya beli" kata ku pada penjual.


"Iya mbak,biasalah mbak kalau namanya pegantin baru itu begitu mbak.Masih perlu banyak belajar,dan kalian ini romantis banget ke pasar saja berduaan" kata penjual.


"Loh kami bu...bu....kan yang seperti ibu maksud" kata ku.


"Iya buk kami masih baru banget buk,masih dua hari jadi pengantin" celetuk mas Kris dengan bangganya kepada penjual.


"Ih mas apaan  sih" kata ku sambil mencubit pinggang mas Kris.


"Masnya ini tipikal orang yang yang gak malu-malu,tapi kalau mbaknya ini masih malu-malu loh mas sama status barunya" kata penjual sambil tersenyum kepada kami.


"Hehehehehehehehe iya juga buk" kata mas Kris.


"Buk sekalian bawang merah,bawang putih masing-masing satu kilo ya" sambung mas Kris pada penjual.


Si penjual pun langsung menimbang dan membungkus semua pesanan kita.


"Ini mbak semua belanjaanya" kta penjual sambil memberikan kantong berisi belanjaan kepada ku.


"Berapa buk semuanya??" kata ku.


"Semuanya sembilan puluh dua ribu mbak" kata penjual.Dengan segera mas Kris mengeluarkan uang lembaran seratus ribuan dan memberikan kepada penjual sayur itu.


"Ini mas kembaliannya" kata penjual.


"Makasih buk" kata kami serempak.


"Iya sama-sama mas,mbak semoga kalian jadi keluarga yang sakinah" kata penjual.


"Amin,makasih banyak buk doanya" kata mas Kris.


Kami segera berlalu meninggalkan penjual sayur tersebut.


"Dek kita mau beli apa lagi sekarang??" kata mas Kris.


"Kayaknya udah cukup semua deh mas dan ini juga sudah berat banget" kata ku.


"Masya Allah dek maafin mas ya,sini-sini belanjaannya biar mas yang bawa" kata mas Kris.Segera ku berikan belanjaan yang tadinya aku bawa,karena memang benar-benar berat sekali.


"Kita langsung pulang saja ya mas,langsung masak aku sudah laper hehehehehe" kata ku.


"Oke siap" kata mas Kris sambil menegdipkan matanya padaku.


Kami berjalan menuju parkiran mobil,setelah sampai mas Kris segera memasukkan semua belanjaan ke dalam bagasi mobil.


"Dek kamu masuk duluan ke dalm mobil,biar mas saja yang masukin belanjaannya" kata ams Kris.


"Iya mas" kata ku dan segera aku masuk ke dalm mobil.

__ADS_1


Tak berselang lama mas Kris juga masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah ku.


~Bersambung~


__ADS_2