
" Sel, kenapa cinta kita terus di uji." celoteh Dido sambil mengacak-acak rambutnya.
Dido ingin sekali memberitahu soal pembicaraan dengan bapaknya. Namun tadi Selomita berpesan, untuk jangan mengganggu nya dulu.
" Sebaiknya besok pagi, aku akan memberi tahukan nya " kata Dido yang langsung memejamkan kedua matanya.
****
Hari sudah pagi, sinar matahari masih sembunyi. Karena pagi ini mendung menyelimuti. Seperti nya akan turun hujan lebat, karena geluduk terus menyambar dan saling bertengkar di langit hitam kelam.
Rasanya malas, dengan cuaca yang dingin dan gelap akan melakukan aktivitas. Namun, karena Selomita gadis yang bertanggung jawab pada pekerjaan nya. Maka dia sudah rapi mengenakan bajunya, untuk memulai pekerjaan.
" Tok, tok, tok..."
" Sel, " panggil Dido yang memang akan mengantarkan nya berangkat kerja.
" Iya, aku sudah rapi." jawab Selomita yang sudah membukakan pintu untuk Dido.
Senyum manis melintas di bibir tipisnya, dengan lipglos warna peach. Membuat bibir Selomita semakin menggoda.
" Kamu cantik banget, " puji Dido.
" Jadi kemarin-kemarin aku gak cantik?" gerutu Selomita.
" Bukan itu maksud ku, setiap hari kamu selalu cantik." kata Dido yang takut Selomita akan marah.
" Ayo jalan, " ajak Selomita.
" Kamu sudah sarapan?" tanya Dido.
__ADS_1
" Sudah, " jawabnya.
" Aku belum, nanti kita mampir ya di tukang bubur." kata Dido yang memang ingin membicarakan sesuatu.
" Memang ibumu tidak masak?" tanya Selomita yang sedang berkaca dan menyisir rambutnya.
" Masak, hanya saja aku ingin makan bubur hari ini." ujarnya.
" Baiklah, ayo berangkat." kata Selomita yang langsung memeluk lengan Dido.
Dido bingung dengan sikap Selomita, kemarin dia cemberut dan tidak mau di ajak bicara. Sekarang dia terlihat sangat manja, membuat Dido ragu untuk meninggalkan nya.
Mereka sudah masuk ke dalam mobil, saat akan keluar garasi tiba-tiba hujan pun turun.
" Jadi makan buburnya?" tanya Selomita yang yakin kalau hujan deras pasti akan susah makan bubur di pinggir jalan.
" Jadi dong, perutku sudah lapar." Dido mulai menjalankan mobilnya menuju kafe.
" Seperti nya belum pada gelar dagangannya Do." kata Selomita yang melihat di sepanjang jalan, tak terlihat satu pun pedagang. Karena hujan turun sangat derasnya.
Lalu Dido menepikan mobilnya, dan berhenti di sebuah kafe.
" Kita makan disini." kata Dido yang langsung mencari payung di jok belakang.
Mereka pun turun dan masuk ke dalam kafe.
" Kamu mau makan apa?" tanya Dido yang masuk ke dalam kafe dengan menu makanan barat.
" Sandwich isi tuna." kata Selomita yang melihat gambar nya di dinding.
__ADS_1
" Oke, " jawab Dido.
Dia langsung menuju meja pemesanan, dan mengambil pesanan nya.
" Ini makanan nya nyonya." canda Dido yang garing.
" Gak usah bercanda, aku lagi gak mood." jawab Selomita yang memiliki perasaan yang tidak enak.
" Kok kamu berubah lagi, tadi kamu kolokan sekarang kok jadi jutek?" tanya Dido bingung.
" Enggak tahu, pokoknya perasaan ku gak enak hari ini." sahutnya.
Dido takut Selomita belum siap mendengarkan cerita nya.
" Udah kita makan dulu, biar mood kamu cepat balik. Gak enak di jutekin sama pacar." ledek Dido.
Selomita hanya memanyunkan bibirnya. Dan mereka memakan sarapannya.
Selesai makan, Dido langsung memegang tangan Selomita.
" Sel, ada yang ingin aku bicarakan." kata Dido yang menatap lekat Selomita.
" Mau ngomong apa?" tanya Selomita yang memainkan jari Dido.
" Bapak menyuruhku untuk mengelola lagi pertanian nya " ucap Dido dengan kalimat yang teratur, agar Selomita tidak bersedih.
-
-.
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu