
Niken menuju rumah Mak Inah, dia bertekad untuk menghancurkan hubungan Dido dan Selomita.
" Tok, tok, tok .." " Assalamu'alaikum, Mak." panggil Niken sambil mengetuk pintu rumah Mak Inah.
Pintu pun terbuka, " Wa'alaikumsalam, Niken ada apa?" tanya Mak Inah.
" Mak, " Niken terlihat menangis dan memeluk Mak Inah.
" Kenapa kau menangis?" tanya Mak Inah yang di peluk oleh Niken.
" Mak, Dido harus tanggung jawab." kata Niken dengan air mata buayanya.
" Tanggung jawab soal apa?" tanya Mak Inah yang langsung melepaskan pelukan Niken.
" Dido telah merenggut kesucian ku." ucap Niken dengan isak tangisnya.
" Apa maksudmu?" tanya Mak Inah yang memegang bahu Niken.
" Lihat Mak, " kata Niken yang mengambil handphone miliknya.
Mak Inah melihat adegan panas yang berdurasi dua puluh detik.
" Apa? Ini tidak mungkin.." ucap Mak Inah yang langsung terjatuh ke lantai, karena dengkulnya tiba-tiba lemas.
__ADS_1
" Mak.." teriak Niken yang langsung menolong Mak Inah.
" Bantu aku Mak, Dido tidak ingin bertanggung jawab." kata Niken sambil memaksakan matanya agar mengeluarkan butiran air.
Selang beberapa menit kemudian, Mak Inah duduk di bangku dengan di temani oleh Niken. Terlihat mobil Dido sudah terparkir di halaman rumah Mak Inah.
" Assalamualaikum, " ucap Fatur memberi salam.
" Wa'alaikum salam." jawab Mak Inah dengan suara yang datar.
" Mak, Kak Dido mengajak kami ke mall. Lihat deh, boneka Barbie nya baguskan?" kata Sarina yang menunjukkan boneka Barbie yang masih terbungkus di dalam box.
Tiba-tiba Mak Inah membuang box barbie yang berada di tangan Sarina.
Kedua anak itu langsung masuk ke dalam kamar, mereka sangat takut melihat kemarahan di mata mamaknya.
Niken hanya tersenyum licik, dia berhasil memancing kemarahan Mak Inah.
" Mak, kok bonekanya di buang? Itu kesukaan Sarina." Dido langsung mengambil boneka yang berada di depan pintu.
" Kau telah ku percaya, tapi kelakuan mu sama bejatnya dengan bapakmu. Tukang kawin..." lirih Mak Inah dengan wajah yang sangat emosi.
" Maksudnya apa, Mak?" tanya Dido sambil melirik ke arah Niken. Dido berpikir pasti Niken telah memberitahukan semuanya pada Mak Inah.
__ADS_1
" Nikahi Niken, dan jangan ganggu anakku." kata Mak Inah yang menunjukkan jari telunjuk ke arah Niken.
" Tapi Mak, aku hanya cinta sama Selomita." ucap Dido penuh penegasan.
" Omong kosong soal cinta, bapak dan anak sama saja. Pergi kau dari sini..!!" usir Mak Inah yang langsung menarik lengan Niken dan membawanya keluar. Lalu Mak Inah langsung menutup pintu rumah nya., " Brak..." terdengar sangat kecang dan penuh amarah.
" Apa yang kau lakukan Niken?" tanya Dido yang menatap tajam ke arah Niken.
" Dido, kau harus tanggung jawab." ucap Nike yang langsung memeluk tubuh Dido. Dia tidak ingin aktingnya terbongkar saat dia masih di rumah Mak Inah.
" Lepaskan, aku gak sudi mengikuti permainan mu." Dido mendorong kasar tubuh Niken. Dia merasa jijik jika berdekatan dengan Niken, karena perbuatannya yang menaruh obat perangsang di minuman Dido.
Dido langsung menuju mobilnya, dan pergi meninggalkan rumah Mak Inah.
" Ini baru awal, aku akan menerima semua konsekuensinya asal kau menjadi milikku." batin Niken. Dia pun menyebar video panasnya kepada teman-teman nya yang mempunyai handphone. Sungguh tak tahu malu Niken, yang menyebarkan video tubuhnya pada semua orang. Semua dia lakukan semata-mata hanya ingin menikah dengan Dido.
" Pasti semua orang akan menuntut Dido untuk menikahiku." seringai licik tersungging dari bibirnya.
-
-
Guys, berikan komentar mu dan jangan lupa kasih like sebanyak-banyaknya. Dukung terus karya author ya.🙏
__ADS_1