CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 75


__ADS_3

" Saat itu aku sungguh tidak tahu kalau kau telah mengandung anakku." tegas Pak Condro."


" Bukankah kau telah berjanji ingin menikahiku?" ucap Mak Inah yang mengingat lagi kejadian masa lampau.


" Iya, memang aku pernah berjanji. Tetapi takdir ku berkata lain, aku juga harus menyelamatkan ekonomi keluarga ku. Tapi asal kau tahu, sepulang aku dan Maya dari kota. Aku langsung mencarimu, dan bermaksud ingin melamar mu. Tapi kau sudah menikah dengan Harun tanpa ku tahu kau telah mengandung benih cinta kita." kata Pak Condro sambil berlutut di hadapan Mak Inah


" Hilangkan semua dendammu, kasian anak-anak kita yang mereka saling mencintai." ucap Pak Condro yang telah menitikkan air matanya.


" Semua hanya kesalahan ku saja, jangan timpakan pada mereka." Pak Condro pun menangis memohon pada Mak Inah untuk membuka hatinya.


Mak Inah pun menangis sejadi-jadinya. Perasaan yang menyesal bercampur perih, atas hinaan kedua orang tua Pak Condro.


Waktu memang tak bisa terulang, rasanya masih ada harapan untuk Mak Inah bahagia. Yaitu melihat kebahagiaan anak-anaknya.


" Sainah, dimana anakku?" tanya Pak Condro yang sedari tadi berbicara tanpa henti.


Selomita dan Fania hanya menatap lekat mamaknya. Berharap Mak Inah untuk merestui hubungan Selomita dan Dido.


Sebenarnya Mak Inah tidak ingin memberitahu kalau Fania adalah anak Pak Condro. Namun karena mereka sudah berkumpul dan bertemu. Maka Mak Inah memutuskan untuk memberi tahunya.

__ADS_1


" Fania, dia adalah bapakmu." ujar Mak Inah yang melihat ke arah Fania sambil berurai air mata.


" Mak, aku sungguh tidak mengerti dengan semuanya." kata Fania yang bingung.


" Bapakmu adalah pak Condro, bukan Harun." ucap Mak Inah dengan tangis histeris nya.


" Kau anakku?" kata Pak Condro yang langsung memeluk Fania.


" Mak, kenapa ayah sangat menyayangi ku. Sedangkan aku bukanlah darah dagingnya?" tanya Fania yang langsung melepas pelukannya dan menghampiri Mak Inah.


" Karena dulu aku sangat membencimu. Aku ingin membuang mu, tapi Harun sangat menyayangi mu. Setiap kali kau menangis, ayahmulah yang menenangkanmu. " ucap Mak Inah yang menatap lekat wajah putrinya.


" Maafkan aku, Nak. Yang belum bisa menerima keadaan mu sewaktu dulu. Karena yang kulihat dari wajah mu adalah wajah dari bapakmu saat itu." tutur Mak Inah yang langsung memeluk Fania.


" Jadi dia anak pertamaku?" tanya Pak Condro.


" Iya. " jawab Mak Inah.


" Do, dia kakakmu." kata Pak Condro kepada Dido.

__ADS_1


Dari balik pintu, Yasmin pun berlari dan langsung memeluk Fania.


" Fan, eh kak Fania." teriak Yasmin sambil menangis karena selama ini sahabat yang selalu menemani nya dalam suka dan duka adalah kakaknya.


Suasana di kamar Selomita mendadak ramai, karena semua berkumpul.


" Jadi selama ini kakak sangat di benci oleh mamak, hanya karena dia anak Pak Condro?" gumam Selomita dalam hatinya. Karena dia tahu, selama ini mamaknya selalu membedakan kasih sayang antara dia dan kakaknya.


Fania kecil selalu di marahi oleh Mak Inah, jika Selomita terdengar menangis. Tetapi Selomita kecil tetap membela kakaknya, karena dia tahu kakaknya tidak bersalah. Maka dari itu, hubungan mereka erat sampai dewasa.


Selomita keluar kamar nya, di susul oleh Dido.


" Do, apakah ini jalan Tuhan untuk kita?" tanya Selomita sambil bersandar di dinding.


" Ya, Dia memberikan kita kemudahan. Karena aku benar-benar mencintai mu." ucap Dido seraya memegang kedua tangan Selomita.


" Semoga mamak merestui hubungan kita." ucap Selomita penuh harap.


-

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2