
Setelah mendapat izin dari orang tua ku,aku dan mas Kris pergi menuju ke rumahnya.Saat di tengah perjalanan tiba-tiba saja masKris menepikan mobilnya dan berhenti di sebuah mini market.Aku sangat binggung kemudian ku coba bertanya kepadanya.
"Lho mas katanya mau ke rumah mas,,,kok kita berhenti di sini??mau ngapain mas???" kataku pada mas Kris.
"Emmmm kita harus beli sesuatu dek buat ibuku" kata mas Kris kepadaku.
"Ohhhhhh" kataku pada mas Kris.
Kami masuk ke mini market tersebut,dan Kris mengambil empat macam buah-buahan,dan aneka sembako.Aku hanya mengikutinya dari belakang saja.Namun dalam hatiku bertanya-tanya."Untuk apa mas Kris membeli buah-buahan dan sembako begitu banyak??ah sudahlah itu urusan dia aku gak mau ikut campur"gumamku dalam hati tanpa berani bertanya kepadanya.
Setelah selesai berbelanja kami masuk ke kembali ke dalam mobil,untuk melanjutkan perjalanan ke rumah mas Kris.
Tak berapa lama kami sampai,,di sebuah rumah yang sangat mewah dan megah berlantai dua,yang terletak di kawasan perumahan elit.Aku sangat takjub dan seketika juga muncul rasa minder dalam diriku,karena aku dan mas Kris sangat jauh berbeda dari segi kehidupan.
"Dek kita sudah sampai,ayo turun" kata mas Kris Kepadaku.
"Iya mas" kataku pada mas Kris
"Ohhh ya dek ini bingkisan sebagian kamu bawa,dan sebagian lagi aku yang bawa ya,,nanti tolong kamu berikan pada ibuku ya" kata mas Kris padaku.
"Maksudnya gimana mas????aku gak faham" kataku pada mas Kris.
"Yang penting nanti waktu kamu ngasih ke ibuku,bilang saja ya dari orang tua mu,,oke dek jangan lupa ya" kata Kris padaku.
"Baiklah" kataku pada mas Kris.
Aku sangat binggung dengan apa yang di lakukan mas Kris dan aku sangat tidak mengerti apa maksud dari ini semua.Mas Kris mengandengku masuk ke dalam rumahnya,dan ya ibunya sudah menyambutku di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum bu" kataku pada ibunya mas Kris sambil ku cium punggung tangan ibunya.
"Wa'alaikum salam nak,mari masuk dan silahkan duduk nak" kata ibu mas Kris padaku.
Sebelum aku duduk,aku memberikan bingkisan yang kami beli tadi di mini market sesuai instruksi dari mas Kris aku memberikan kepada ibunya.
"Bu ini ada sedikit titipan dari orang tua saya" kataku pada ibunya mas Kris.
"Kenapa repot-repot segala nak,,terima kasih banyak ya nak,,sampaikan juga rasa terima kasih ibu pada orang tua mu ya" kata ibunya mas Kris.
"Iya bu nanti saya sampaikan" kataku pada ibunya mas Kris.
Ibunya pun langsung membawa semua bingkisannya masuk kedalam rumahnya.
Segeralah aku duduk,karena ibunya masih sibuk di dalam,ku beranikan diri bertanya kepada mas Kris soal bingkisan itu tadi.
"Oya mas maksud bingkisan tadi apa ya,kok dari orang tua ku?tadi perasaan orang tua ku gak nitip apa-apa deh,,aku tidak mengerti maksud semuanya ini mas??" kataku padanya.
"Sudahlah dek jangan di bahas sekarang nanti kalau ibuku sampai dengar bisa jadi masalah besar" katanya padaku.
"Maksudnya masalah apa mas??aku semakin tidak mengerti mas sama kamu" kataku padanya.
"Sudah ya dek,bahasnya nanti saja kalau kita sudah pergi dari rumahku,,oke dek" katanya padaku.
"Oke mas" kataku padanya.
Tak berselang lama ibu mas Kriskeluar menghampiri kami dengan membawa minuman dan kue.
"Silahkan nak di minum dan di makan kuenya" kata ibunya padaku.
"Iya bu,,makasih bu" kataku pada ibu Kris sambil aku meminum minuman yang di suguhkan tadi.
Ibunya mas Kris pun mulai bertanya-tanya dan mengorek-gorek informasi kepadaku.
"Namamu siapa nak" katanya padaku.
"Nama saya Laela Azizah bu,,biasa di panggil Ela bu" kataku pada ibu Kris.
"Kamu berapa saudara" katanya padaku.
"Saya anak tunggal bu" kataku pada ibu Kris.
"Sekarang kamu kuliah atau gimana nak" katanya padaku.
"Saya masih sekolah bu,SMK kelas satu" kataku pada ibu Kris.
"Ayahmu pegawai apa El" tanya ibunya padaku.
Belum sempat aku menjawabnya,adzan isya' berkumandang,kami semua terdiam sejenak untuk mendengarkan adzan."Aku gak nyaman banget kalau ditanya-tanya kayak begini" gumamku dalam hati.
"Ayo dek sholat dulu,sudah isya' ni" kata mas Kris padaku.
Kris mengajakku masuk ke dalam rumahnya bersama ibunya juga,namun saat aku berbicara dengan mas Kris tiba-tiba saja ibunya sudah tidak ada.
"Ambil air wudhunya di sini ya dek,,,dan kalau mau sholat di sebelah sana,,,dan disana sudah ada mukenah sama sajadahnya" kata mas Kris padaku.
"Baik mas,,,oh ya ibunya mas dimana ya ??bukanya tadi kita kan masuknya bareng-bareng ya,kok sekarang gak ada" kataku pada mas Kris sambil aku clingak-clinguk.
"Ibu sudah masuk ke kamarnya dek,,Ibu itu kalau sholat selalu di kamarnya dek,mas mau wudhu dan sholat duluan ya dek" kata mas Kris padaku.
"oke mas,,aku tunggu di sini ya mas" kataku pada mas Kris sambil ku tersenyum.
"Baiklah" katanya padaku.
Mas Kris melangkahkan kakinya untuk mengambil wudhu dan sholat duluan,sedangkan aku menunggunya sambil duduk di meja makan.Ku lihat di sekeliling ku semua barang-barang yang berada di dalam rumah mas Kris sangat mewah dan modern."Wah mas Kris bener-bener orang berada dan dia memang orang kaya raya" ggumamku dalam hati
Tak berselang lama mas Kris sudah selsai sholat dan menghampiriku di meja makan.
"Dek sholatlah mas sudah selesai" katanya oadaku.
__ADS_1
Kulangkahkan kaki ku untuk mengambil air wudhu,dan aku segera sholat.Setelah aku sudah selesai sholat,ku lagkahkan kakiku menuju meja makan untuk menghampiri mas Kris,ternyata mas Kris tidak ada di meja makan dan aku memutuskan untuk menunggunya di ruang tamu saja."Ahhh mungkin mas Kris menunggu ku di ruang tamu" gumamku dalam hati.
Dan saat aku akan ke ruang tamu tak sengaja aku melewati sebuah kamar yang tidak tertutup pintunya dan terdengar suara mas Kris dari dalam kamar itu.Karena aku penasaran aku mengintipnya,dan ya ternyata benar mas Kris sedang berada di kamar itu dengan ibunya,entah mereka sedang berbicara atau berdebat.
Semakin lama nada bicara mereka semakin meninggi,,entah apa yang di perdebatkan.Aku semakin penasaran di buatnya,akhirnya aku mengupingdi pembicaraan mereka berdua.
"Kris kamu itu sudah berumur kenapa kamu bergaul dengan anak yang masih sekolahan,,harusnya kamu itu malu sama umurmu Kris" kata ibunya pada mas Kris dengan nada yang tinggi.
"Bu ini itu udah zaman modern bu,umur gak jadi masalah untuk bergaul bu" kata mas Kris pada ibunya.
"Ibu faham kalau ini udah zaman modern tapi kamu itu berpendidikan tinggi Kris,jangan kamu sia-siakan masa depan mu untuk hal-hal yang gak berguna kayak gini" kata ibunya pada Kris.
"Sudahlah bu,,,ku mohon untuk kali ini saja biarkan Kris yang memilih lagi pula Ela anaknya sangat baik kok bu" kata mas Kris pada ibunya.
"Ibu gak setuju denganmu dan bagaimana dengan Ani,,kamu suda cukup lama dengannya" kata ibunya pada mas Kris.
"Masalah Ani biar Kris yang menyelesaikan bu,ibu gak usah khawatir dan ku mohon bu biarkan Kris seperti ini dulu" kata Kris pada ibunya.
"Sudahlah bu kita hentikan perdebatan ini,,aku gak enak kalau sampai Ela mendegarnya.
Masih banyak lagi yang mereka perdebatkan tentang aku,aku segera pergi keruang tamu sebelum mereka melihatku menguping pembicaraan mereka.
"Aku dan mas Kris memang tak sepadan,,dan apa yang di omongin ibunya tadi memang bner semua dan siapa itu ani????" gumamku dalam hati,,dan tanpa sadar air mataku keluar.Sampai aku tak menyadari keberdaaan mas Kris yang saat ini sedang berada di ruang tamu.
"Kamu kenapa dek menangis??" kata mas Kris padaku.
"Ga...gakk apa-apa kok mas" kataku padanya.
"Kalau kamu gak apa-apa kenapa air mata mu keluar tuh" kata mas Kris padaku sambil menunjuk ke arah mataku.
"Kelilipan tadi mas" kataku padanya sambil aku mengusap air mataku.
"Kelilipan apa dek??" tanyanya padaku.
"Gak tau mas tiba-tiba saja tadi ada yang masuk di mataku dan rasanya sangat pdih mas,,makanya air mataku sampai keluar" kataku padanya.
"Aku tiupin ya dek" katanya padaku.
"Ahhh gak usah mas kayaknya udah hilang kok" kataku padanya.
"Ya sudahlah kalau begitu" kata nya padaku.
Walaupun hatiku saat ini sedang terasa sakit,namun aku tidak mau memperlihatkan kesedihanku kepada mas Kris,karena aku tidak mau terlihat menyedihkan baginya.
"Dek udah setengah delapan,ku antarkan kamu pulang ya nanti ayahmu mencarimu dan marah kalau kita pulangnya terlalu malam" kata mas Kris padaku.
"Iya mas,tapi Ela mau pamit dulu sama ibunya mas" kataku padanya.
"Ibu kayaknya sudah tidur dek,kita langsung pergi aja dek" katanya padaku sambil menarik pergelangan tanganku.
Kami masuk ke dalam mobil.dan segeralah mas Kris melajukan mobilnya.Selama dalam perjalanan mas Kris hanya terdiam dan terlihat murung,sehingga aku memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Ohhh maaf ya dek mas gak apa-apa kok dek perasaan kamu saja itu" katanya padaku sambil tersenyum.
"Apa mas ada masalah??" kataku padanya.
"Ahhhh gak ada kok dek,,,mas baik-baik saja kok dek" katanya padaku sambil tersenyum.
"Aku tau mas,ada yang kamu sembunyikan dariku" gumamku dalam hati.
Aku segera mengakhiri pembicaraan krena aku tidak mau kalu sampai mas Kris curiga padaku,kalau sebenarnya aku sudah tau yang membuat dia murung.
Di saat waktu yang tidak tepat tiba-tiba saja perutku berbunyi"Krukk,,,Krukkk" dan mas Kris mendengarnya betapa malunya aku saat ini.
"Dek kamu lapar ya" katanya padaku.
"Gak kok mas" kataku padanya.
"Ehhh mulutmu bisa berbohong dek,,tapi itu perutmu ngasih sinyal tuh kalau kamu lapar hehehehe" katanya padaku sambil menunjuk arah perutku.
"Iiiiiyyyyyaaaa mas,sebenernya aku lapar banget,karena aku terakhir makan tadi jam dua belas siang mas" kataku padanya sambil tersenyum.
"Aduhhh dek kenapa gak bilang dari tadi,tau gitu tadi makan dulu sebelum kerumahku" katanya padaku.
"Aku malu lah mas,,bilangnya" kataku padanya.
"Kenapa harus malu dek,,,lain kali jangn kayak gitu lagi ya dek" katanya padaku sambil mencubit pipi ku.
"Baiklah mas" kataku padanya.
Mas Kris pun melajukan mobilnya dengan kecepetan penuh,,tak berapa lama kami sampai di sebuah warung makan lesehan,Kris segera memarkirkan mobilnya dan mengajakku turun.
"Ayo dek trurun" katanya padaku
"Ngapain mas???" kataku padanya.
"Berenang dek,,ya makan lah dek orang kita berhentinya di waryng lesehan" katanya padaku.
"Mas bisa bercabda juga ya" kataku padanya.
"Habisnya pertanyaanmu gak berbobot dek hehehehe" katanya padaku.
Kami segera turun dan menuju warung lesehan tersebut,dan segeera mencari tempat duduk.Setelah dapat tempat duduk mas Kris menyodorkan menu makanan kepadaku dan menyuruhku untuk memilih.
"Ini dek pilihlah,,kamu mau makan apa??" katanya padaku.
"Sama kayak kamu saja deh mas,aku lagi males milih" kataku padanya.
__ADS_1
"Oke" katanya padaku.
"Pak" mas Kris memanggil pemilik warungnya.
"Iya mas,mau pesan apa??" kata pemilik warung.
"Kepiting saus asam manis satu,nasi gorengnya satu dan ayam bakarnya dua ya pak di bungkus" kata mas Kris kepadanya.
"Minumnya apa mas" kata pemilik warung.
"Minumnya es jeruk saja pak dua" kata mas Kris padanya.
"Oke pak,,di tunggu sebentar ya" kata pemilik Warung.
Sambil kita menunggu makanan datang handphone mas Kris berbunyi namun kali ini mas Kris hanya melihatnya saja dan tidak mengangkatnya.
"Lho mas kenapa kok gak di angkat telfonnya??" kataku padanya.
"Ahhh gak apa-apa dek,,,nanti kalau ada perlunya penting sama aku pasti telfon aku lagi" katanya padaku.
"Harusnya di angkat dulu mas" kataku padanya.
"Ah biarin saja dek" katanya padaku.
Makanan yang kami pesan pun sudah datang,dan segeralah kami memakannya.
"Dek kamu mau pilih kepiting atau nasi goreng" kata Mas Kris padaku.
"Aku nasi goreng saja lah mas,aku gak begitu suka sama kepiting" kataku padanya.
"Ya sudah ayo cepat makan dek,,,nanti kemaleman kamu pulangnya" katanya padaku.
Aku hanya menganggukkan kepalaku saja tanpa menjawab pertanyaannya,,dan segeralah ku makan nasi gorengnya.Tak berselang lama kami selesai makannya,,dan segera kami berdiri menghampir pemilik warungnya untuk membayar.
Setelah selesai membayar kami berdua kembali masuk ke dalam mobil dan mas Kris segera melajukan mobilnya.
"Mas jangan ngebut-ngebut dong,aku takut nih" kataku padanya.
"Tenang saja dek,,Insya Allah aman dek dan kalu kamu takut pejamkan matamu saja dek" katanya padaku.
Saking takutnya aku pun sampai menutup mataku dalam perjalanan pulang ke rumahku.
Akhirnya kami berdua pun sampai di halaman rumahku,,dan kami segera keluar dari mobil.Dan ternyata ayah dan ibuku sedang berada di teras depan rumah,kami segera menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum pak,bu" kami serentak mengucapakn salam sambil mencium punggung tangan ayah dan ibuku.
"Wa'alaikum salam " jawab serentak kedua orang tua ku.
"Maaf ya pak saya nganter Elanya kemaleman,,karena ini tadi mampir makan dulu pak karena Ela lapar" kata Kris pada ayahku.
"Iya nak gak apa-apa,tapi lain kali jangan kayak gini lagi ya nak gak baik pulang malam-malam kayak gini" kata ayah pada mas Kris.
"Iya pak Kris minta maaf ya pak" kata mas Kris pada ayahku'
"Iya nak" kata ayahku pada mas Kris.
"Ohhh ya bu ini" kata mas Kris pada ibu sambil memberikan bingkisan yang dia bawa.
"Apa ini nak??" kata ibu pada mas Kris.
"Ayam bakar bu" kata Kris pada ibu.
"Makasih ya nak,,kok repot-repot begini sih" kata ibuku pada mas Kris.
"Gak repot kok bu,,,iya sama-sama bu" kata mas Kris pada ibuku.
"Ya sudah pak,bu Kris mau pamit pulang dulu pak,bu karena sudah malam" sambung mas Kris pada orang tua ku.
"Iya nak hati-hati ya" kata kedua orang tuaku.
"Assalamu'alaikum"Kata mas Kris kepada kami.
"Wa'alaikum salam" jawab kami dengan serentak.
Mas Kris melangkahkan kakinya menuju halaman rumahku dan segera masuk kedalam mobilnya.Dia melajukan mobilnya sambil melambaikan tangannya kepada kami.Dan kami pun melambaikamn tangan kepada mas Kris.Kemudian Aku,ayah dan ibuku masuk ke dalam rumah.
~Bersambung~
__ADS_1