CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 126 (Extra part)


__ADS_3

"Jika kenapa?" tanya Johan seraya menatap Alena dengan penasaran.


"Jika dia sudah punya pacar," jawab Alena berkilah.


"Itu juga udah aku kasih tahu, tapi Hari benar-benar keras kepala."


"Ya sudah, kalau kamu bertemu dengan Hari, sebaiknya beritahu dia jangan dekati Selomita." Alena berpesan pada Johan.


"Baiklah, nanti aku beritahu." Johan langsung pergi meninggalkan Alena.


"Hari, kamu bikin rumit aja sih!" Alena terlihat menggelengkan kepalanya.


Selomita dan Dido telah pergi meninggalkan kampus.


"Sel, besok usai mengantarmu kuliah, aku langsung pulang ke desa. Apa boleh?" tanya Dido ragu.


"Apa? Besok?" tanya Selomita terkejut mendengar penuturan Dido.


"Iya, karena aku tidak betah jika menjadi pengangguran di sini."


Selomita bingung, jika Dido tidak ada maka Hari akan terus mengganggunya. Tapi jika Selomita berbicara tentang kehadiran Hari, pasti akan membuat Dido cemas.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Selomita dalam hatinya.


"Sel, kamu melamun?" Dido menyenggol lengan Selomita.

__ADS_1


"Eh, iya. Maaf, aku hanya sedang pusing." Selomita berucap seraya memijat pelipisnya.


"Apa kamu sakit?" tanya Dido yang cemas melihat ke arah Selomita.


"Sepertinya, karena kemarin banyak sekali acara." Selomita beralasan.


"Ya sudah, setelah ini kamu harus istirahat." Dido berpesan sambil mengelus pipi Selomita.


"Terima kasih," jawab Selomita.


Mobil Dido telah sampai di rumah Yasmin, kemudian mereka pun turun bersama-sama.


Selomita membersihkan diri terlebih dahulu, karena hari sudah menjelang sore.


" Gimana? Udah Segeran badannya?" tanya Dido yang sedang duduk di atas tempat tidur sembari memainkan ponselnya.


Kemudian Selomita langsung mengambil baju lalu memakainya. Setelah itu dia merebahkan diri di sebelah Dido.


Selomita ingin menceritakan kejadian tadi pada suaminya. Dirinya merasa tak tenang, jika Dido pulang ke desa lalu Hari akan mengganggunya.


"Mas, aku mau bicara."


"Mau bicara apa?" tanya Dido.


"Pemuda yang aku temui di NTT, yang memberikan gelang kemarin! Dia datang ke sini," ucap Selomita menjelaskan dengan nada ragu.

__ADS_1


"Apa!" Dido terkejut, karena sebelumnya dia telah membaca surat yang di berikan oleh Hari pada Selomita.


"Iya," jawab Selomita seraya menganggukkan kepalanya.


"Apa dia mengganggumu?" tanya Dido panik.


Selomita terdiam, lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kurang ajar!" Dido geram. "Sekarang dia dimana?" tanya Dido. "Biar aku hajar," lanjutnya


"Aku gak tahu, dia ada dimana. Hanya saja tadi dia menungguku di kampus," ujar Selomita.


"Baiklah, besok aku akan menunggumu di kampus. Dan akan aku selesaikan hari itu juga, " ucap Dido menegaskan.


Selomita merasa tenang, karena telah mencurahkan isi hatinya pada sang suami. Hingga nanti saat Dido telah pulang ke desa, maka Selomita akan merasa aman


Hari sudah malam, seluruh penghuni rumah pun tertidur di kamar masing-masing.


Dido pun melakukan aktivitas panasnya bersama Selomita. Karena keesokannya, dia akan segera pulang ke desa. Pastinya akan lama jika harus kembali ke kota.


Keduanya sudah sangat lihai, karena ini adalah kali kedua mereka menyalurkan hasratnya. Dido masih menggunakan alat kontrasepsi, untuk mencegah kehamilan pada Selomita.


Usai melakukan tugas mereka sebagai suami dan istri, akhirnya keduanya tertidur lelap.


Dido merasa bahagia bisa memiliki Selomita seutuhnya.

__ADS_1


****


Pagi pun tiba, Selomita sudah melakukan mandi wajib lalu melaksanakan ibadah. Kemudian dia membangunkan Dido untuk melakukan hal yang sama. Saat menunggu Dido menyelesaikan tugasnya, Selomita menuju dapur untuk menghidangkan menu sarapan.


__ADS_2