CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 133 (Extra part)


__ADS_3

Dido dan Selomita telah sampai di rumah Yasmin.


"Sayang, ayo bangun!" Dido membangunkan Selomita dengan mengelus pipinya.


Selomita pun terbangun, dia adalah tipe wanita yang mudah terbangun saat mendengar sesuatu.


"Apa sudah sampai?" tanya Selomita sambil mengusap kedua matanya.


"Sudah, Sayang! Sekarang kita langsung masuk dan tidur. Karena dua jam lagi akan menjelang subuh," ujar Dido.


Dido dan Selomita pun keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam rumah. Sesampainya di kamar, mereka langsung membersihkan wajah dan tangannya lalu beranjak menuju tempat tidur.


"Maaf, aku lengah," ucap Dido yang sudah terbaring di atas tempat tidur bersama Selomita.


"Aku bersyukur, mempunyai suami yang begitu sayang kepadaku. Hingga dia mampu meluluhkan hati orangtuaku. Serta menjagaku hingga saat ini. Itulah kata yang mungkin bisa aku ucapkan, dan akan terus bersyukur karena kamu sangat mencintai aku." Tangan Selomita seraya mengusap pipi Dido.


"Mas, kenapa bapak berbohong pada bu Maya?" tanya Selomita yang telah berganti topik pembicaraan.


"Entahlah, aku juga gak tahu," ucap Dido seraya mengerutkan keningnya. "Ya sudah, kamu istirahat saja. Gak usah mikirin, Bu Maya."


Kemudian Dido dan Selomita pun sudah terjaga dalam peraduan masing-masing.

__ADS_1


***


Pagi pun tiba, Selomita telah terbangun terlebih dahulu. Walaupun wajahnya terlihat lebam dan membiru, Selomita tidak ingin melewatkan mata kuliahnya. Baginya satu ilmu yang di sampaikan oleh dosennya, sangat berarti untuk nya.


Selomita akan mengajukan ijin, jika keadaannya benar-benar sakit. Atau ada keperluan yang sangat mendesak, hingga membuat dia harus meninggalkan mata kuliah. Selomita harus banyak belajar tentang ilmu kedokteran. Dia ingin menjadi dokter yang berkualitas dan rendah hati.


"Sayang, aku akan pulang ke desa, kalau kak Yasmin dan kak Fania pulang nanti." Dido memberitahu pada Selomita pada saat sedang sarapan. "Kamu gak apa-apa, 'kan?" tanya Dido memastikan.


"Iya, gak apa-apa. Yang penting si Hari sudah di urus pihak berwajib. Jadi aku gak perlu cemas dan khawatir lagi," ujar Selomita.


"Masakan mu sangat enak, pasti aku akan merindukannya saat telah kembali ke desa."


"Ish, kemarin aku cuma bercanda."


"Bercanda itu tahu tempat, karena candaan mu bisa merusak reputasi ku sebagai istri." Selomita menjelaskan pada Dido.


Pemikiran Selomita memang telah dewasa. Sesudah menikah, Selomita sering membaca buku tentang adab suami istri. Jika saja Selomita tidak memahami tentang buku yang dia baca. Besar kemungkinannya akan ada pertengkaran, saat Dido menegurnya di depan kedua orang tua nya.


Karena sejatinya pasangan suami istri, harus saling menutupi kekurangan-kekurangan masing-masing.


"Setidaknya jikalau aku ada salah, mungkin kamu tidak perlu menegurku di depan orang banyak. Termasuk kedua orang tuamu. Karena hal itu akan membuat mereka menjadi tidak suka pada menantu perempuan." Selomita menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan lebih banyak belajar tentang cara berumah tangga." Dido mengakhiri sarapannya.


Dido membantu Selomita mencuci piring, sedangkan Selomita membersihkan meja makan dan juga menyapu lantai.


Usai merapikan rumah, Selomita dan Dido segera bergegas menuju kampus.


"Sayang, nanti siang aku jemput." Dido telah menjalankan mobilnya. "Karena nanti aku ada urusan sebentar, jadi gak bisa nungguin kamu."


"Iya, kamu sebaiknya cari kesibukan. Jangan terus menungguku di kampus, gak enak sama teman-teman ku," ucap Selomita. "Memangnya ada urusan apa?" tanya Selomita.


"Ada reuni kecil-kecilan dengan teman kampusku," jawab Dido.


"Apa, Anggita juga ikut?" tanya Selomita yang masih merasakan cemburu.


"Reuni laki-laki, ekskul pencinta alam."


"Oh, ya sudah. Semoga bisa membawa manfaat untuk bisnis bapak."


"Iya, di pertemuan itu aku akan memperkenalkan hasil kebun bapak. Siapa tahu mereka berminat menjadi suplier untuk dikirim ke daerahnya," ujar Dido.


"Aku doakan, semoga usahamu berhasil." Selomita memegang tangan Dido.

__ADS_1


__ADS_2