CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 84


__ADS_3

Dido terbangun dari tidurnya, dia melihat banyak panggilan masuk di layar ponselnya.


" Selomita, " ucap Dido menyebut nama pujaan hatinya. Dia melihat ke arah jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.


" Selomita pasti sudah tidur, " ucap Dido yang mengurungkan niatnya untuk menelpon Selomita. Akhirnya dia menunaikan solat malam.


*****


Seminggu sudah berlalu, Selomita pun sudah mulai kuliah. Selomita mengambil jurusan kedokteran spesialis kandungan. Karena tekadnya adalah ingin membantu warga di desanya, dalam program keluarga berencana.


Hari demi hari berlalu, akhirnya Selomita memutuskan untuk resign dari kafe. Karena jadwal sekolah yang begitu padat. Dia hanya fokus berjualan keripik dan sekolah. Karena untuk biaya sekolah kedokteran sangat lah mahal. Maka dari rumah Yasmin, dia terus belajar memasarkan keripik lewat market place. Dengan melakukan berbagai inovasi, agar produk nya menarik.


" Kak, bisakan bantu aku kelola usaha keripik mamak?" tanya Selomita pada Fania.


" Bisa, " jawab Fania.


" Kakak bisa gak carikan ruko untuk menjual keripik?" tanya Selomita.


" Ruko?" tanya Fania.


" Iya kak, karena aku sudah membuat inovasi rasa keripik. Butuh tempat untuk menyetok barang. Karena peminatnya di sini sudah banyak." ucap Selomita.


" Baiklah, kakak akan carikan." kata Fania.


" Kakak, dua bulan lagi aku harus berangkat ke desa di daerah NTT. Aku harap kamu bisa mengelola nya." kata Selomita.


" Apa? " kaget Fania.

__ADS_1


" Iya kak, aku harus melakukan praktek di lapangan. Itu memang sudah masuk dalam mata kuliahku." jelas Selomita.


" Berapa lama kamu di sana?" tanya Fania.


" Enam bulan kak, " jawab Selomita.


" Apa, enam bulan?" kaget Fania.


" Dokter adalah cita-cita ku, Aku harap kakak juga mendukung ku." kata Selomita penuh harap.


" Iya, dan kamu harus belajar yang rajin. Kakak bangga karena kamu bisa membayar kuliah sendiri." kata Fania yang langsung memeluk Selomita.


" Tanpa bantuan kakak, aku gak bisa apa-apa." balas Selomita. Mereka pun tertidur setelah berbincang lama.


Selomita hampir melupakan Dido yang selalu mengirimkan pesan untuk nya. Setiap hari Dido selalu menanyakan kabarnya, namun karena kesibukan Selomita, dia suka lupa membalasnya. Tak ada kata kesepian dalam kamusnya saat ini. Karena sudah di sibukkan untuk urusan kuliah dan bisnis.


Dibalik sikapnya yang manis, ternyata Mak Inah masih menyimpan dendam. Dia tidak ingin anak kesayangan masuk ke dalam keluarga Pak Condro.


****


" Kenapa Selomita tidak pernah membalas pesan dariku?" batin Dido yang sudah terbaring di tempat tidur, " Apakah dia sangat sibuk, hingga tak pernah menjawab pesanku?"


Akhirnya Dido penasaran, dia langsung menelpon Yasmin.


" *Berdering...."


" Halo, kak."

__ADS_1


" Iya, Do ada apa malam-malam telpon?"


" Aku hanya ingin menanyakan Selomita, kenal dia tidak pernah menjawab pesan dariku?"


" Dia sangat sibuk Do, kuliahnya dari pagi sampai sore. Dan sore nya di sibukkan oleh bisnis keripik nya "


" Oh, tapi dia baik-baik saja kan kak?" tanya Dido.


" Iya, dia baik-baik saja." jawab Yasmin


" Sampaikan salam ku untuk nya."


" Iya*, "


Lalu mereka mengalahkan pembicaraan lewat sambungan telepon seluler.


Dido memilih memejamkan mata setelah mendengar kabar dari Yasmin.


***


Matahari sudah nampak di desa, Dido yang hari ini bersemangat langsung berangkat ke ladang.


Setelah mendapat kabar Selomita sangat sibuk, maka dia pun menyibukkan dirinya. Dia akan lebih giat lagi untuk mengelola perkebunan dan sawah milik bapak nya.


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


Mohon dukungannya, karya ini sedang mengikuti Writer Season 5. Silakan like dan vote ya. Terima kasih 🙏


__ADS_2