
Diam-diam Dido mengikuti langkah Selomita menuju kelasnya. Kemudian dia melihat ada seorang laki-laki yang mendekati Selomita.
Dido ingin menghampiri Selomita, dia berpikir jika laki-laki itu ada pria yang sedang mengganggu sang istri. Namun saat akan melangkah, sang laki-laki di tarik tangan nya oleh teman perempuan lainnya. Dan niat untuk mendekati Selomita pun di urungkan. Dido hanya memperhatikan sang istri dari kejauhan.
"Sel, aku seperti melihat pacarmu di balik pohon itu." Riska menunjukkan dengan menatap ke arah pohon beringin yang letaknya persis di depan kantin.
"Pacar?" Selomita sambil berpikir.
"Ish, masa kamu gak ngenalin pacar kamu!" dengus Riska ke arah Selomita.
"Ah iya, biarkan saja!" jawab Selomita yang lupa jika teman-teman nya tidak mengetahui pernikahan nya
"Kok kamu, acuh gitu?" tanya Riska
"Emangnya aku harus gimana?" tanya Selomita
"Aku jadi iri sama kamu, soalnya pacar kamu itu perhatian banget!" Ucap Riska dengan ekspresi wajah mengkhayal.
"Kamu bisa aja," ucap Selomita tersipu malu.
"Dido ngapain sih jadi mata-mata?" Batin Selomita sambil berpura-pura memainkan handphonenya.
"Sel," ucap Riska sambil menepuk lengan Selomita
"Apa?" Tanya Selomita dengan pandangan mata yang fokus menatap ke layar ponsel.
"Pria itu datang lagi," ucap Riska sambil melihat ke arah depannya
Selomita langsung mengalihkan pandangannya ke arah Riska. Kemudian kepalanya menoleh ke arah pandangan Riska.
"Hari!" Ucap Selomita terkejut.
"Iya, namanya Hari."
"Hey, Sel!" Sapa Hari yang sudah berdiri di depan Selomita dan juga Riska.
"Har, sudah aku peringatkan! Jangan datang lagi ke kampus ini," ucap Selomita dengan raut wajah menahan emosi.
__ADS_1
"Sekarang aku kuliah di sini," ucap Hari dengan nada santai.
Selomita langsung memalingkan wajahnya. "Ris, aku mau masuk kelas."
"Sel!" Panggil Hari namun di acuhkan oleh Selomita.
"Hari," panggil Riska.
"Iya!" Jawab Hari yang langsung menoleh ke arah Riska.
"Kamu tahu gak? Kalau Selomita sedang di awasi sama pacarnya?" Tanya Riska seraya menoleh ke arah pohon beringin.
"Oh, kebetulan. Aku bisa memperkenalkan diri padanya." Hari langsung berjalan menuju pohon beringin.
"Aduh! Cowok itu benar-benar nekat!" Ucap Riska ketakutan melihat Hari mendekati pohon beringin.
Kemudian Riska menyusul Hari, mencegahnya agar tidak terjadi keributan antara Hari dan Dido.
Hari telah sampai di pohon beringin, dia memutari pohon tersebut namun tak menemukan seseorang.
"Mana kekasih Selomita?" Tanya Hari seraya menyipitkan kedua matanya ke arah Riska.
"Dimana kekasih Selomita?" Gumam Riska dalam hatinya dengan kedua matanya mencari keberadaan Dido.
Ternyata Dido sedang pergi ke toilet, karena saat sedang melihat Selomita dari balik pohon, perutnya tiba-tiba saja mulas.
"Aduh, aku kebanyakan makan sambal terasi." Dido mengeluh sambil memegang perutnya.
Dia pun sudah keluar dari toilet dan kembali berjalan menuju depan kelas Selomita.
Saat melewati koridor kampus, Dido berpapasan dengan Hari. Namun sayangnya, mereka berdua tidak saling mengenal.
Dari jauh Riska yang melihat Dido dan Hari berpapasan, hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Riska sangat takut, jika mereka akan membuat keributan.
Karena mereka tidak saling mengenal, jadinya mereka melenggang santai saling melewati.
" Oh, syukurlah!" Riska mengelus dadanya.
__ADS_1
Terlihat Dido yang datang menghampirinya, lalu duduk di kursi sebelah pohon beringin.
Dibawah pohon beringin, memang di sediakan kursi untuk duduk-duduk para mahasiswa.
"Hey, kamu pacar Selomita?" Tanya Riska seraya tersenyum canggung ke arah Dido.
"Iya, kamu kok bisa tahu?" Tanya Dido seraya membalas senyum Riska.
"Bukankah kita pernah video call?" Tanya Riska mengingatkan Dido.
"Ah iya, mungkin aku lupa."
"Kamu ngapain di sini?" Tanya Riska basa basi.
"Aku sedang menunggu pacarku," jawab Dido.
"Oh, Selomita sudah masuk dari tadi," ucap Riska. "Eh, ternyata kamu lebih tampan ya!" Puji Riska seraya mengalihkan pembicaraan, karena ada Hari yang kembali melintas di balik pohon.
"Aduh, si Hari cari penyakit aja sih!" Gumam Riska dalam hatinya.
Kali ini dia kerepotan karena mengurusi dua laki-laki yang menyukai Selomita.
Dido pun merasa salah tingkah saat di puji oleh Riska.
"Ris, ayo masuk!" Terdengar suara perempuan memanggil nama Riska.
"Oh iya, sebentar," ucap Riska seraya memberikan kode dengan jari jempolnya.
"Maaf ya pacarnya Selomita, aku ada kelas. Jadi kamu harus sendiri menunggu Selomita." Riska langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah kelasnya.
Selang beberapa jam, kelas Selomita pun berakhir. Semua siswa keluar dari ruang kelas dengan teratur.
Saat Dido sudah terbangun dari duduknya, tiba-tiba dari kejauhan dia melihat tangan Selomita di tarik oleh seseorang.
"Selo!" Panggil Dido, namun suaranya tidak terdengar karena banyaknya mahasiswa keluar dari ruang kelasnya masing-masing.
"Hari! Kamu mau apa?" Selomita mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Hari.
__ADS_1
Hari terus menarik tangan Selomita, lalu membawanya ke parkiran mobil.
"Lepaskan, kalau gak aku akan berteriak." Selomita mengancam Hari