CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 79


__ADS_3

" Kita sudah sampai. " kata Dido yang sudah memarkir mobilnya di basemen mall.


Mereka langsung berjalan menuju lantai tiga ruangan teater XX.


" Kamu mau nonton apa?" tanya Dido yang melihat di papan reklame.


" Film horor, " jawab Selomita.


" Apa? Horor, memang kamu gak takut?" tanya Dido.


" Kan ada kamu, kenapa aku harus takut." ucap Selomita yang langsung memeluk lengan Dido.


" Aku beli tiket dulu ya." kata Dido yang langsung menuju meja tiket.


Selomita menunggu di tempat duduk, yang di sediakan oleh pengelola bioskop.


" Hey, kamu bukannya cewek yang kemarin ketemu di mall ya?" sapa seorang wanita cantik yang datang menghampiri Selomita.


" Maaf siapa ya?" tanya Selomita yang memang lupa dengan wajah wanita yang menegurnya.


" Masa lupa, aku temannya Dido." ucap wanita yang mengaku temannya Dido.


" Oh, " jawab Selomita dengan santai.


" Ih kok oh doang sih, sebaiknya aku panas-panasin dia." gumam Anggita yang ingin merebut Dido kembali.

__ADS_1


" Aku juga pernah jadi pacarnya Dido." tutur Anggita.


" Oh, " jawab Selomita dengan tenang nya.


" Ih, kok oh lagi jawabannya. " kesal Anggita.


" Kamu memang gak mau tahu namaku?" tanya Anggita.


" Gak perlu, soalnya aku juga gak mau kenal." ucap Selomita dengan nada ketus.


" Ih, nih cewek cuek banget. Kok bisa Dido kuat ngelayanin cewek kayak dia?" gerutu Anggita yang langsung pergi meninggalkan Selomita.


Karena kesal dengan sikap Selomita yang cuek, maka Anggita pergi meninggalkan nya.


Selomita tak menjelaskan kalau dirinya di hampiri oleh Anggita. Sebenarnya Selomita kenal dengan wajah nya, namun dia enggan mencari masalah. Karena dia tahu, niat Anggita hanya ingin mengganggu nya.


" Udah nih, ayo masuk." kata Dido yang membawa dua cup popcorn dan dua gelas milkshake coklat dan vanila.


Mereka berdua pun masuk ke dalam teater bioskop yang lampu nya masih terang.


Beberapa menit kemudian, lampu ruangan di matikan. Dan layar pun menyala dengan terangnya.


" Jeng, jeng, jeng..." suara pembuka pun terdengar.


Menit demi menit pun berlalu, tak terasa lebih dari satu jam lamanya mereka duduk di kursi teater. Banyak suara histeris ketakutan, saat setannya muncul. Ada yang hanya numpang tidur, melihat layar namun ditutup oleh kedua telapak tangan dan ada yang fokus juga tegang.

__ADS_1


Tulisan dilayar menandakan bahwa film telah berakhir. Lampu ruangan pun dinyalakan, terlihat Selomita dengan raut wajah yang biasa saja. Karena sepanjang pemutaran film, dia hanya memikirkan soal Anggita yang menyapanya. Apakah tujuan nya ingin mengganggu hubungan nya dengan Dido atau hal lain. Sedang kan dia adalah pacarnya Diki, dan Diki adalah mantan pacar Fania.


Ketika mamaknya menyetujui hubungan nya dengan Dido, kini ada orang lain yang ingin mengganggunya.


" Sel, ayo keluar." ajak Dido yang menadahkan tangan nya, " Sel, apa kau sedang melamun?" tanya Dido yang mencubit pipi Selomita.


" Eh, udah selesai ya?" tersadar Selomita dalam lamunannya.


" Kamu kenapa Sel?" tanya Dido yang bingung melihat sikap Selomita.


" Enggak, gak apa-apa." jawab Selomita.


Lalu mereka pun keluar dari ruangan teater, menuju food court.


" Kamu mau makan apa?" tanya Dido.


" Aku makan dimsum aja, soalnya belum lapar." sahut Selomita.


Selomita sudah mencari tempat duduk, sedangkan Dido menuju stand dimsum. Lalu memesan es teh manis, setelah itu Dido menghampiri Selomita.


Mereka pun makan tanpa ada pembicaraan. Dido curiga kepada Selomita yang tiba-tiba murung.


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2