
Sehari setelah Dido pulang ke desanya.
" Do, kok sudah pulang?" tanya Pak Condro yang melihat anaknya sudah berada di depan rumah.
" Nanti akan aku ceritakan Pak, aku mau mandi dulu." ucap Dido dengan wajah yang lesu. Lalu dia menuju kamarnya.
" Jang, ada apa dengan Dido?" tanya Pak Condro yang menghampiri Ujang di dalam mobil.
" Enggak tahu Pak, tiba-tiba saja saya mendadak mendapatkan telepon untuk menjemput Den Dido." jelas Ujang.
" Dia gak cerita? " tanya Pak Condro.
" Enggak Pak, soalnya kemarin saya tanya kenapa tidak pulang bersama Niken. Dia malah marah-marah." ucap Ujang.
" Baik, terima kasih Jang. Sekarang kau kembali ke tempat mu." ucap Pak Condro.
Selesai membersihkan diri, Dido langsung menuju ruang makan.
" Eh anak ibu sudah pulang. Kok cepat banget, bukannya pameran tiga hari?" tanya Kristiana.
" Bu, aku boleh cerita jujur?" tanya Dido.
" Jujur soal apa?" tanya Kristiana yang langsung duduk di bangku sebelah Dido.
__ADS_1
" Niken menjebakku, dia memberi sesuatu di minumanku. Lalu membuatku menyentuh tubuhnya." ucap Dido sambil menundukkan kepalanya.
" Apa?" terkejut Kristiana sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.
" Tapi aku tidak sampai berhubungan badan dengannya. Karena Selomita menghubungi via telepon. Itu yang membuatku tersadar, dan saat kulihat Niken telah mencumbui ku." kata Dido.
" Saat aku lihat Niken di depanku dengan tubuh yang sudah polos, buru-buru aku langsung ke kamar mandi." ujarnya.
" Dan mungkin saat aku di kamar mandi, dia mengangkat telepon dari Selomita. Dan dia menjadi salah paham." ungkap Dido.
" Lalu bagaimana dengan Selomita?" tanya Kristiana.
" Dia memblokir nomor telepon ku." ucap Dido lesu.
" Sekarang makanlah, kau tidak boleh seperti kemarin saat Selomita meninggalkan mu. Kau harus kuat, tidak boleh cengeng." nasihat Kristiana.
" Iya Bu, " jawab Dido yang langsung menyendok nasi beserta lauknya.
Pak Condro pun datang menghampiri Dido yang sedang makan.
" Boleh bapak duduk?" tanya Pak Condro.
" Ih si bapak, kayak di mana aja pakai ijin segala." ucap Kristiana sambil mencebikkan bibinya.
__ADS_1
" Ibu jangan gitu, bapak jadi gemas tahu." kata Pak Condro yang mencubit pipi Kristiana
" Ih bapak, ada Dido malu tahu..!" Kristiana langsung bangun dari duduknya dan menyiapkan kopi untuk suaminya.
" Do, kamu sudah selesai makannya?" tanya Pak Condro.
" Sudah Pak, " jawab Dido.
" Coba ceritakan, kenapa sebelum pameran usai kau sudah pulang?" ucap Pak Condro yang ingin mendengar cerita dari Dido.
Dido pun menjelaskan semua yang terjadi, dan terjadi kesalahpahaman antara dia dan Selomita. Dan Dido juga sudah menjelaskan, kalau Fania akan membantu menjelaskan.
" Baiklah, kau harus kuat ya. " ucap Pak Condro memberi masukan.
" Iya Pak, " jawab Dido.
" Apa yang kau lakukan pada Niken besok?" tanya Pak Condro.
" Aku sudah memecatnya, dan belum tahu kabarnya. Karena dia aku tinggalkan di hotel." ucap Dido.
Pak Condro hanya terdiam, dia tidak ingin mencampuri urusan percintaan anaknya. Namun lain halnya jika nanti Niken berbuat macam-macam seperti menjebak Dido. Barulah sang ayah yang akan turun tangan. Dia tidak ingin nama baik Dido tercemar di mata Mak Inah. Karena satu kesalahan saja bisa berakibat fatal pada hubungan Dido dan Selomita. Karena dia tahu benar, kalau Mak Inah masih belum menerimanya.
-
__ADS_1
Silakan like sebanyak-banyaknya, dan kalau kamu kasih komentar juga boleh Author akan senang dengan komentar positif dari para reader. Yang pasti membangun ya, agar author bisa bersemangat mencari ide cerita.