CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 87


__ADS_3

Pagi ini, Dido akan membeli bibit di kota. Dia senang, karena Dido akan mampir sebentar ke rumah Yasmin. Apakah dia akan bertemu dengan Selomita, itu urusan belakangan. Yang pasti dia akan menemui pujaan hatinya.


" Do, beli bibit yang sedang viral ya. Bapak akan mencoba jualan tanaman hias." kata Pak Condro berpesan pada Dido.


" Iya, pak." jawab Dido yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


Perjalanan menuju kota memakan waktu empat jam. Jadi dia membawa Ujang untuk menggantikan nya menyetir.


" Jang, kamu yang nyetir duluan ya. " perintah Dido.


" Siap Den, " jawab Ujang yang langsung melajukan mobilnya menuju kota.


Dido mengirimkan pesan kepada Selomita. Dia ingin membawakan makanan untuk nya. Selomita suka sekali dengan brownies coklat. Dia akan membelikan di toko kue langganan nya.


" Jang mampir ke toko kue Bu Etty." titah Dido.


" Iya, Den." sahut Ujang yang langsung mengarahkan stir mobil ke toko kue.


" Kamu tunggu sebentar, aku mau beli oleh-oleh untuk Selomita." kata Dido.


" Iya, Den." jawab Ujang.


Dido masuk ke dalam toko kue, dia membeli tiga box kue brownies coklat. Karena kakak nya Yasmin juga suka sekali dengan brownies coklat.


" Jang, ini untuk mu satu." kata Dido yang memberikan sekotak brownies.

__ADS_1


" Terima kasih Den, " jawab Ujang.


" Kalau lapar makan aja, buat cemilan. Karena aku akan menunggu Selomita pulang." ujar Dido.


" Oke Den." jawab Ujang.


Ujang menepikan mobilnya di pusat penjualan bibit. Event penjualan tanaman hias diadakan tiga bulan sekali. Hal ini di peruntukan bagi UMKM agar bisa mempromosikan jualan nya.


Ajang pertemuan antara penjual dan pembeli tanaman hias. Karena saat ini tanaman hias sedang booming.


" Bapak minta di belikan bibit apa ya?" gumam Dido sambil melihat-lihat stand tanaman hias.


" Permisi ada yang bisa saya bantu pak?" tanya salah seorang SPG penjual tanaman hias.


SPG itu memperhatikan wajah Dido dengan lekat.


" Dido!!" panggil Anggita yang kini bekerja sebagai SPG tanaman hias.


Dido baru sada kalau di hadapannya adalah gadis yang dulu pernah dia cintai, sekaligus yang menyakiti nya.


" Anggi,, " ucap Dido yang langsung memalingkan mukanya dan menuju stand lain.


" Do, penampilan kamu sekarang berbeda sekali. " ucap Anggi yang melihat wajah Dido yang tampan. Tak seperti dulu, brewok dan gondrong.


Anggita menarik lengan Dido, " Do, kamu kemana aja? Aku cari-cariin." rajuk Anggita yang langsung memeluk lengan Dido

__ADS_1


Dido yang jengah melihat sikap Anggita langsung mendorong nya.


" Lepaskan aku, " ucap Dido yang mendorong tubuh Anggita.


" Do, aku sudah putus dengan Dika. Aku mohon kembali padaku." kata Anggita dengan suara mengiba.


Dido tak menghiraukan panggilan Anggita, lalu orang-orang menatapnya dengan sinis. Seolah-olah dia adalah pria jahat yang tidak mau mendengarkan keluhan seorang wanita.


" Mas, temannya minta balikan tuh." ucap ibu-ibu setengah baya yang berada di sebelah Dido.


Dido tak menghiraukan nya, dia memilih meninggalkan acara event tanaman hias.


" Loh Den, bibitnya mana?" tanya Ujang yang bingung dengan kedatangan Dido yang tangan kosong.


" Aku tidak ingin masuk ke dalam, sebaiknya kau saja Jang yang membeli bibit. Nanti kalau sudah sampaj di stand bibit kau telpon aku." titah Dido.


Ujang tidak bertanya lagi tentang alasan Dido menyuruhnya membeli bibit. Dia langsung me dalam menuju stand tanaman hias.


Dido langsung mengirim pesan kepada Selomita. Tetapi pesan yang tadi saja belum di balas. Akhirnya dia bermain game online, untuk menghilangkan rasa suntuknya


-


-


Silakan like dan berikan vote.

__ADS_1


__ADS_2