CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 88


__ADS_3

" Kak, kampus Selomita dimana?" tanya Dido pada Fania lewat sambungan telepon seluler nya.


" *Di jalan Pattimura no 18. Gedung F, kamu tunggu aja. Biasa dia pulang jam tiga sore."


" Baik Kak, terima kasih*."


Dido langsung memutuskan sambungan telepon seluler nya.


" Jang biar aku yang bawa, kamu ke rumah kak Yasmin. Ini ongkos buat naik taksi." kata Dido yang memberikan beberapa lembar uang seratus ribu.


" Oke Den, jangan lama-lama ya. Nanti bapak marah." pesan Ujang.


" Iya, " jawab Dido.


Dido langsung menyalakan mesin mobil nya dan pergi meninggalkan Ujang.


Dia mencari gedung F yang letaknya jauh dari gerbang utama. Kampus negeri milik pemerintah yang berada di pinggiran kota. Nampak jalanan yang di pinggiran nya terdapat pohon-pohon besar menjulang. Ada danau yang luasnya cukup untuk tempat wisata. Seperti bukan kampus, melainkan taman wisata. Karena di kelilingi oleh pohon-pohon rindang.


Di depan gedung terlihat tulisan Gedung F, Dido memarkirkan mobilnya. Dia langsung menuju ke dalam gedung. Langkah nya di percepat, karena di arlojinya menunjukkan jam setengah tiga.


Dia bertanya pada petugas tentang fakultas kedokteran spesialis kandungan. Ternyata belum pulang, akhirnya dia menunggu di depan gedung. Berharap melihat Selomita terkejut dengan kehadiran nya.

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu, mahasiswa dan mahasiswi sudah berhamburan keluar. Nampak wajah lelah yang terlihat. Dido memperhatikan satu persatu gadis yang keluar dari pintu. Belum nampak kehadiran Selomita.


Selomita sedang rapat dengan Bu Ratna, membahas magang di puskesmas NTT. Dia sibuk mengumpulkan lima orang rekannya. Setelah semuanya berkumpul, Bu Ratna langsung memberi arahan. Tiga puluh menit mereka menyelesaikan rapatnya. Selomita dan teman-teman nya keluar dari kelas.


" Sel, kamu pulang naik apa?" tanya Johan yang menarik lengan Selomita.


" Naik ojek online, " jawab Selomita.


" Aku antar kau pulang, " kata Johan yang berjalan beriringan dengan Selomita.


" Maaf, aku tidak ingin merepotkan mu." kata Selomita sambil tersenyum. Dari arah pintu terlihat Dido terbakar cemburu saat Selomita berjalan dengan teman laki-laki. Dan memasak wajah senyum manis yang selalu dia tunjukkan pada Dido.


Buru-buru Dido menghampiri Selomita, " Sel.." panggil Dido.


" Dido?" ucap Selomita yang terkejut, entah dipikirannya itu bahagia atau tak enak hati karena melihat nya jalan bersama laki-laki.


" Dia siapa?" tanya Johan sambil menunjuk jari telunjuk nya ke arah Dido


" Aku calon suaminya." jawab Dido yang langsung menarik tangan Selomita.


" Jo, aku duluan ya." pamit Selomita yang menoleh ke arah Johan.

__ADS_1


" Iya, " balas Johan dengan senyum getir.


" Selomita sudah punya calon suami?" gumam Johan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Huft, sia-sia deh petualangan ku ke NTT untuk mendekati Selomita " gerutu Johan yang langsung menuju parkiran motor.


" Do, kok kamu gak ngabarin aku kalau mau ke kampus?" tanya Selomita pada Dido yang terlihat sangat marah.


" Kalau aku memberitahu, aku tidak akan melihat mu jalan bersama laki-laki itu " geram Dido.


" Maksud mu Johan?" tanya Selomita, " Aku dan dia hanya berteman, tidak lebih." jawab Selomita meyakinkan Dido.


" Tapi kau terlihat bahagia berada di dekatnya." ucap Dido sambil menyetir mobilnya.


" Bahagia gimana maksudmu?" tanya Selomuta yang bingung mendengar perkataan Dido.


" Tawa mu, senyummu kau berikan padanya." kesal Dido


" Do, aku harus bersikap ramah pada siapapun. Bukan cuma dia saja, aku calon dokter. Kalau aku cemberut, tidak akan ada pasien yang mau aku periksa." ucap Selomita menjelaskan kepada Dido . Agar Dido yakin bahwa Selomita dan Johan hanya berteman.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2