CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 116


__ADS_3

Selomita tidak membuka isi surat, yang masih berada di dalam amplop. Dia membuang nya ke tempat sampah. Karena dia tidak ingin hubungan nya terganggu lagi, hanya karena masalah surat. Walaupun Selomita tidak membaca isi surat nya.


Mereka telah sampai di rumah Yasmin, lalu Dido memarkirkan mobilnya di garasi.


Yasmin dan Fania langsung memeluk Selomita, mereka bahagia karena adiknya telah kembali.


Selomita mendapatkan liburan selama seminggu, dan itu adalah sisa dari jadwal magangnya. Dan sesudah liburan dia harus membuat tesis kunjungan ke desa di NTT.


"Do, aku mau pulang ke rumah ku. Apa kau bisa mengantarkan ku?" tanya Selomita yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Kapan?" tanya Dido bersemangat.


"Besok saja, hari ini aku akan beristirahat," kata Selomita.


"Baiklah," jawab Dido seraya menganggukkan kepalanya.


Malam ini Dido menginap di rumah Yasmin, dia merasa sangat senang karena Selomita sudah hadir di sisinya.


***


Pagi menjelang, mereka bersiap untuk segera bergegas menuju desa. Selomita sudah rindu dengan kampung halamannya. Yang dia tinggalkan, karena ingin menghindari Dido. Tetapi kini dia kembali pulang dengan Dido. Orang yang kini menjadi kekasih hatinya.


"Do, sebaiknya oleh-oleh ini aku bawa ke desa. Karena disini, juga tidak ada yang memakannya," ujar Selomita yang sudah membuka beberapa bungkusan.


Warga desa memberikan oleh-oleh khas daerah NTT yaitu jagung Titi, kopi Bajawa Flores, kue Rambut, Roti Kompiang, kue Jintan, dodol rumput laut, permen susu kuda liar dan Bolu Mantol. Karena Selomita terkenal sebagai calon dokter yang baik dan ramah serta dermawan.


Dido pun heran dengan semua barang yang begitu banyak, hanya berisi makanan khas NTT.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita jalan!" ajak Dido. Sel, kenapa gelang nya tidak kau pakai?" tanya Dido sambil memperhatikan pergelangan tangan Selomita.


"Aku gak suka pakai gelang," tutur Selomita mencari alasan. "Do, nanti mampir ke toko baju, ya! Aku mau membelikan baju untuk mamak dan kedua adikku," kata Selomita.


" Iya," jawab Dido, yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Yasmin.


Dido fokus menyetir mobilnya, menyusuri jalanan di kota. Sungguh hal yang indah untuk mereka saat ini. Dido bisa merasakan kebahagiaan, bersama kekasih tercinta. Semoga tak ada lagi halangan dan ujian dalam perjalanan cinta mereka ke depannya.


Mobil Dido telah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota. Dido ingin mengulang kisah yang dulu pernah terlewatkan. Yaitu menonton bioskop bersama Selomita.


"Do, kenapa kita ke tempat ini?" tanya Selomita yang melihat gedung yang luas nan megah.


"Aku mau nonton sama kamu," jawab Dido.


"Nonton apa? Memang ada film yang bagus?" tanya Selomita.


"Kamu masih ingat aja!" ujar Selomita.


"Kenangan bersamamu tak akan pernah aku lupakan," kata Dido sambil menggenggam tangan Selomita.


"Ih gombal, deh. Udah, ah nanti keburu ke malaman," kata Selomita yang telah melepaskan genggaman tangan Dido.


" Aku hanya ingin romantis sebentar saja," batin Dido dalam hatinya.


Kemudian mereka keluar dari mobil, dan berjalan memasuki mall ternama di ibukota.


Sebelumnya, mereka memesan tiket terlebih dahulu. Menonton film laga kesukaan Dido, dan setelah membeli karcis, mereka langsung melihat baju-baju yang ada di sekitaran mall

__ADS_1


Acara di bioskop di mulai pukul dua siang, sedang kan kedatangan mereka ke mall jam satu siang.


"Do, coba kita kesana." Selomita menunjukkan jari telunjuk nya ke sebuah toko baju anak-anak. Saat akan masuk, mereka melihat Anggita dengan perut yang sudah membesar, keluar dari toko pakaian bayi. Letaknya bersebelahan dengan toko pakaian anak-anak.


"Anggita..." panggil Dido yang kebetulan melihat Anggita.


Lalu Anggita menoleh ke arah Dido, yang sedang bergandengan dengan Selomita.


"Eh, Do!" sahut Anggita yang terlihat salah tingkah saat menoleh ke arah Dido.


Dido menghampiri Anggita, lalu menyapanya, "Apa kabar?" tanya Dido seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Baik," jawab Anggita dengan senyum terpaksa, karena ketahuan oleh Dido dengan perut yang membesar. Anggita pun membalas jabatan tangan Dido.


"Nggi, kamu di mana?" Terdengar suara laki-laki yang memanggil Anggita.


"Di, disini!" sahut Anggita sambil menoleh ke arah kanannya.


Lalu seorang pria yang tidak asing bagi Dido dan Selomita, datang menghampiri mereka.


"Dika?" kata Dido yang terkejut melihat Dika membawa dua jinjing tas dengan isi perlengkapan bayi.


-


Jangan lupa kasih like untuk cerita author ya.


Author cinta kalian.

__ADS_1


__ADS_2