CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 112


__ADS_3

" Cepat kau bersihkan namaku, atau aku akan melaporkanmu ke polisi." ancam Dido.


Niken menjadi gugup dan menundukkan kepalanya. Dia merasa usaha nya kini gagal lagi.


" Maafkan aku Do, aku melakukan itu semua karena aku sangat mencintaimu." lirih Niken meminta maaf.


" Perbuatanmu telah merugikanku, kau telah membuat hubungan ku renggang dengan Selomita. Sebaiknya kau bersihkan namaku, dan minta maaf kepada kedua orang tua ku serta mak Inah." ucap Dido penuh penegasan.


" Baiklah, " kata Niken dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Sekarang cepat kau ke rumah Mak Inah, karena aku tidak ingin berlama-lama berpisah dengan Selomita." ungkap Dido yang menghempaskan Niken dan mendorongnya ke dinding.


" Ah.." pekik Niken yang merasa sakit karena tubuhnya di dorong oleh Dido.


Dido langsung pergi meninggalkan rumah Niken.


" Ken, jangan suka memaksakan hati orang." singgung Ujang yang pergi meninggalkan Niken.


" Ish..." kesal Niken langsung masuk ke dalam rumah nya.


Kali ini dia harus benar-benar menyesali perbuatannya. Dengan segera dia memakai pakaian, dan menuju rumah Mak Inah.


Sesampainya di rumah mak Inah, dia meminta maaf dengan segala perbuatannya. Karena dirinya telah memfitnah Dido. Dan Mak Inah geram, langsung mengusir Niken.


Mak Inah merasa bersalah karena tidak percaya pada Dido. Karena dia pernah di sakiti oleh bapaknya, yang pergi meninggalkan nya di saat hamil. Hal itu yang membuat dirinya takut, jika akan terjadi pada Selomita.


Tapi sejujurnya, Mak Inah tahu semua bukan kesalahan Pak Condro. Melainkan ulah Maya yang ingin merebut Pak Condro darinya. Hal yang sama yang di lakukan Niken. Merebut pacar orang dengan jalan pintas.


Mak Inah menyuruh Fatur untuk menghampiri Dido. Karena Mak Inah ingin meminta maaf, karena tidak mempercayai nya.


" Kak, " panggil Fatur yang menghampiri Dido di kantor nya.


" Eh Fatur, ada apa?" tanya Dido yang sedang merapikan berkas-berkas.


" Kak, mamak menyuruh kakak untuk ke rumah." pinta Fatur yang sudah duduk di kursi.


" Baik, kakak akan kesana." kata Dido yang bersemangat, lalu mengajak Fatur pulang.


" Ayo naik motor." ajak Dido.

__ADS_1


" Iya Kak." jawab Fatur yang langsung naik ke motor Dido.


Dido membeli cemilan di toko untuk membawanya ke rumah Mak Inah. Dia berpikir pasti Niken sudah menjelaskan semuanya.


Dido membela ku brownies kesukaan Sarina, dan membeli buah jeruk kesukaan Mak Inah.


Dido sudah sampai di rumah Mak Inah, dan memarkirkan motornya di halaman depan.


" Assalamualaikum." ucap Dido memberi salam.


" Wa'alaikum salam." jawab Mak Inah yang langsung keluar menghampiri Dido.


" Do maafin mamak ya, karena tidak percaya padamu." kata Mak Inah yang langsung memeluk Dido.


" Iya Mak, Dido tidak pernah marah sama mamak." kata Dido yang membalas pelukan Mak Inah.


" Duduklah nak, buat mamak menghubungi Selomita. Mamak tahu pasti Selomita juga sedang memikirkan mu." kata Mak Inah yang langsung mengambil ponsel nya, " Tolong Do, kau hubungi dia." kata Mak Inah yang memberikan ponselnya.


Dido menekan nomor Selomita di layar ponsel milik Mak Inah. Dido melakukan panggilan video call.


" *Berdering..."


" Assalamualaikum, Mak*."


" Kamu Do? "


" Iya, aku sekarang di rumahmu."


" Tapi mamak..."


" Sel, ini mamak. Maafkan mama, Niken sudah mengakui perbuatannya. Dan mamak tidak percaya pada Dido. Mamak minta maaf, karena telah membuat hubungan kalian renggang."


" Iya, Mak."


" Loh Nak, kamu gak kerja?"


" Sedang gak enak badan Mak."


" Maafkan mamak nak, pasti karena mamak kamu jadi sakit."

__ADS_1


" Enggak mak, "


" Ya udah kamu bicara sama Dido."


" Iya mak*."


Lalu Mak Inah memberikan ponsel nya pada Dido.


" *Hey cantik, kamu habis nangis ya?'


" Iya, "


" Maafkan aku yang ceroboh."


" Enggak apa-apa, aku juga minta maaf karena tidak mempercayai mu."


" Kapan kau pulang?"


" Masih lima bulan lagi."


" Lama ya?"


" Sabar ya, aku akan segera menyelesaikan pendidikan ku."


" Iya, kamu jangan nangis lagi ya."


" Iya,"


" Nanti malam aku telpon lagi."


" Iya."


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikum salam*."


Lalu Dido menutup sambungan telepon seluler nya. Dan memberikan ponselnya pada Mak Inah.


Mereka makan brownies dan buah jeruk bersama-sama.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan vote mu.


__ADS_2