
Tepat pukul jam sebelas siang,sekolah ku sudah di pulangkan,aku keluar menuju pintu gerbang sekolah ku.Kali ini aku keluarnya sendirian karena Melinda sedang asyik dengan pacarnya.
Setelah aku sampai di depan pintu gerbang depan sekolah ku,aku melihat sekeliling.Karena mas Kris akan menjemputku di tempat biasanya,namun kali ini ak tak melihat keberadaan mobilny maupun orangnya.
(Mungkin mas Kris belum sampai,aku telfon dia dulu deh) gumam ku dalam hati.Segera ku ambil ponsel ku yang berda di dalam saku ku.
Tuttt,,,,tuttt,,,,tuttt,,,,,,(suara telfon tersambung).Tak berapa lam telfon ku di angkat oleh mas Kris.
(Assalamu'alaikum,ada ap dek??) kata mas Kris.
(Katanya mas mau jemput aku,kok aku lihat di empat biasanya mas gak ada.Mas belum nyampai ya??) kata ku.
(Astagfirullah mas lupa dek ngasih tau kamu,kalau mas sekarang lagi nungguin kamu di depan tempat parkir umum anak-anak) kata mas Kris.
(Oh ya sudah aku kesana kalau begitu mas) kata ku.
(Oke dek) kata mas Kris.Sambungan tekfon pun terputus,segeralah aku berjalan menuju parkiran umum tempat parkir anak-anak.
(Aduh di sana banyak anak-anak lagi,kalau mereka tau aku masuk mobil mas Kris.Mereka pasti akan berpikir yang lebih aneh-aneh lagi) gumam ku dalam hati.Dan ya benar juga saat aku akan berjalan menuju mobil mas Kris tiba-tiba salah satu kumpulan anak-anak itu menyapa ku.
"Duh El masih sekolah kamu itu,kok sudah jadi simpenan om-om sih.Kalau aku sih ogah kayak gak ada cowok muda saja" celetuknya di iringi tawa dari yang lainnya.
"Maksud kamu apa ngomong kayak gitu sama aku???" kata ku.
"Masa kamu gak ngerti maksud aku sih" katanya.
(Kalau aku ladeni mereka pasti tak akan ada habisnya ,mending aku hindari saja deh) gumam ku alam hati.Saat aku akan meinggalkan mereka,ada salah satu dari mereka yang ngomongnya sangat tidak sopan sama sekali,dan itu sangat membuat ku marah.
"Tuh kan beneran apa kata aku dia jual d--i kan buat bayar sekolahnya" celetuk salah satu dari mereka sambil menunjuk ke arah ku.
"Kamu kalau ngomong bisa baik gak ya,kalau gak tau apa-apa jangan asal ngomong kamu" kata ku dengan nada tinggi sambil sedikit berkaca-kaca mata ku.
"Kalau kamu gak kayak gitu,woles aja dong gak usah marah,kalau kamu marah itu tandanya beneran" katanya.
"Aku marah itu karena omongan mu itu yang gak sopan sama sekali,punya mulut di sekolahin dong" kata ku.
__ADS_1
Saat aku adu mulut dengannya ada salah satu teman dari kelas ku melerai.
"Sudah-sudah El kamu gak usah meladeni mereka,anggap saja angin lalu.Mereka ini memang julid" kata Nur teman sekelas ku.
(Ela kok lam sekali ya,kok masih diam di situ saja.Kok kayaknya ada yang gak beres sama Ela,pasti terjadi sesuatu.Lebih baik aku menghampirinya saja) gumam mas Kris dalam hatinya.
Mas Kris pun keluar dari mobilnya dan menghampiri ku.
"Ada apa dek??" kata mas Kris.
"Gak ada apa-apa mas,yuk mas pulang" kata ku.
"Tunggu dek" kata mas Kris sambil mengandeng tangan ku.
"Ada yang bisa jelasin ke saya gak,apa yang barusan terjadi di sini??" sambung mas Kris.
Semua kumpulan anak-anak tadi hanya diam membisu tak ada yang berani menjawab pertanyaan mas Kris,namun beda dengan Nur dia sangat berani menjelaskan semuanya pada mas Kris.
"Begini mas,tadi sebenarnya mereka-mereka ini itu mengatai Ela mas,kalau Ela itu jual d--i dan menjadi simpanan om-om untuk biayain sekolahnya,karena orang tua Ela orang tidak mampu" Kata Nur pada mas Kris sambil menunjuk ke arah kumpulan anak-anak tadi.
"Sama-sama mas,ya sudah mas saya permisi dulu ya" kata Nur pada mas Kris.
"Oke"' kata mas Kris.
Saat aku lihat wajah mas Kris sangat berapi-api,terlihat ada amarah yang begitu memuncak yang akan di keluarkannya.Kemudian mas Kris mendekati dan semakin dekat ke mereka.
"Kalian ini ya masih sekolah,tapi kok ya omongannya gak bisa di jaga.Kalian pikir pantas seorang pelajar ngomong seperti itu hah" kata mas Kris dengan sedikit nada tinggi.Namun semuanya hanya diam karena saat ku lihat ada rasa takut di wajah mereka saat melihat mas Kris.
"Gini saja deh aku akan laporin perbuatan kalian ini kepada kepala sekolah.Biar kalian dapat hukuman dan sadar akan kesalahan kalian" kata mas Kris.
"Tolong mas jangan,kami minta maaf atas perbuatan kami tadi mas.Kami janji tak akan mengulanginya lagi mas" kata salah satu dari mereka.
"Sekarang saya tanya kenapa kalian bisa berpikir kalau Ela pacaran sama om-om??" kata mas Kris.
"Habisnya kami sering lihat Ela di antar jemput pakai mobil pasti sperti itu kayak kakak kelas kita itu" kata mereka.
__ADS_1
"Kalian tidak bisa menyamaratakan semua orang itu sama,kalau kalian berda di posisi Ela,nbagaimana persaaan kalian,,pasti gak terima di giniin itu" kata mas Kris.
"Apa aku saat ini terlihat seperti om-om saat ini??" sambung mas Kris.
"Gak sih mas ternyata masih muda juga ya,,malah gak covo kalau di panggil om-om" kata mereka.
"Kalian sekarang bisa ;ihat kan kenyataannya,jadi jangan di ulangi lagi perbuatan kalian baik kepada Ela atau pun yang lainnya" kata mas Kris.
"Iya mas,kami minta maaf ya.Dan Ela kami semua minta maaf ya sama kamu" kata mereka.
"Iya aku maafin" kata ku.
"Ayo dek kita pulang sekarang" kata mas Kris kepada ku sambil mengandeng ku.
Sebenarnya aku sangat berat hati memaafkan mereka karena apa yang mereka katakan tadi itu sangat menyakiti hati ku.Aku dan mas Kris pun pergi meninggalkan meraka dan berjalan menuju ke mobil.
Saat berada dalam mobil mas Kris terus senyum-senyum sendiri.
"Mas kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu sih,kayak habis dapat lotre saja" kata ku.
"Mas inget-inget yang tadi dek lucu juga ya tingkah anak-anak sekolah itu" kata mas Kris.
"Gak ada yang lucu tau mas" kata ku sedikit seel jika mengigat kejadian tadi.
"Oya dek kamu gak pengen ganti ponsel dengan model terbaru??" kata mas Kris.
"Sebeneranya sih pengen banget mas,tapi aku gak mau ngebebanin orang tua aku mas.Aku masih punya ponsel ini saja aku sudah bersyukur banget mas senengnya minta ampun" kata ku sambil menunjukkan ponsel jadul ku.
"Kalau misalnya mas mau beliin,kmu mau gak dek??" kata mas Kris.
"Gak usah ah mas,nanti aku beli sendiri saja kalau aku sudah kerja" kata ku sambil tersenyum ke arah mas Kris.
"Baiklah dek" kata mas Ktis.
Kali ini mas Kris tidak langsung mengantarkan akunpulang,melainkan di berhenti di sebuah toko ponsel yang terkenal dan terbesar di kota ku.
__ADS_1
~Bersambung~