CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 92


__ADS_3

Karena hari ini adalah hari pertama mereka berada di desa. Maka Hari membawa nya ke rumah nya. Mereka akan diperkenalkan kepada papanya.


" Kalian tunggu di sini ya." kata Hari yang menyuruh para calon dokter untuk duduk di ruang tamu.


Hari menghampiri papanya yang berada di ruang makan. Setelah memberitahu ada dokter magang yang akan bertugas di tempat nya. Maka kepala desa yang bernama Richard Salomon keluar menemui nya.


" Perkenalkan ini papa saya, beliau adalah kepala desa di sini. Namanya Richard Salomon " kata Hari memperkenalkan ayahnya.


Lalu mereka berjabat tangan satu persatu, dan mulai memperkenalkan diri sesuai bidang keahlian masing-masing.


" Kalian sudah sarapan?" tanya Richard.


" Belum Pak, kami baru saja ingin mencari sarapan." kata Alena sebagai ketua grup.


" Oh kalau begitu kita sarapan sama-sama. Mari masuk." kata Richard yang menyuruh para dokter magang untuk ikut sarapan.


Mereka sudah masuk ruang makan, dan menempati bangku masing-masing.


" Maaf, lauk yang seadanya. " kata Richard yang merupakan kepala desa yang tidak sombong. Dia tidak ingin makan enak, kalau warganya masih susah untuk mendapatkan makanan. Lauk yang tersaji hanya hidangan laut hasil tangkapan Hari. Tugas Hari mencari ikan, dan di bagikan pada warga yang tidak punya lauk.

__ADS_1


" Oh ini mah udah enak Pak, ada berbagai jenis ikan di sini. Seperti nya enak, kan ikan mempunyai banyak protein." ujar Johan.


Lalu mereka memulai sarapan, tidak lupa mereka berdoa terlebih dahulu.


" Sudah jam delapan, kita balik ke rumah. Nanti dosen bingung nyari kita." kata Alena.


" Pak, kami pamit pulang dulu ke penginapan. Makanan nya enak, terima kasih telah menerima kami untuk sarapan." kata Riski yang berjabat tangan dengan Richard.


" Sama-sama, kalau kalian butuh bantuan silahkan bilang sama Hari." kata Richard membalas jabatan tangan Riski


Mereka meninggalkan rumah kepada desa yang rupanya sama dengan penduduk lainnya. Seperti nya dia tidak ingin hidup bermewah-mewah an.


" Sudah tugasku sebagai anak kepala desa. Kalian adalah tamu, dan kami akan mengistimewakan nya." kata Hari.


Mereka sudah sampai di penginapan, dan benar saja dosen pembimbing telah menunggu.


Mereka langsung merapikan barang-barang yang akan di bawa ke puskesmas. Sedangkan Hari kembali ke rumahnya.


Mereka berangkat menggunakan mobil jeep yang khusus di berikan oleh pemerintah, untuk menjemput dokter magang.

__ADS_1


Sesampainya di puskesmas, mereka melihat suasana masih sangat sepi. Tidak ada tanda-tanda warga yang akan berobat.


" Pak, para warga belum ada yang datang mendaftar?" tanya Selomita yang berada di depan pintu masuk puskesmas.


" Puskesmas di sini sangat jarang di datangi oleh warga. Tugas kita adalah keliling desa, menawarkan jasa." kata Iwan dosen pembimbing mereka.


" Oh, jadi kita gak stag di sini?" tanya Riska yang mengibaskan tangannya karena panas dan membuat keningnya berkeringat.


" Tidak, kita akan mendatangi warga yang terdata di lembar ini. Dan mengecek kesehatan mereka." kata Iwan yang menyerahkan beberapa lembar kertas.


" Terus kita jalan?" ketus Riska.


" Ris, kalau gak sanggup kamu pulang aja." sela Alena yang menyikut lengan Riska.


" Iya, mulai dari rumah yang terdekat." kata Iwan, " Baiklah, kita mulai kerja. Di bagi dua kelompok ya." Iwan mengatur bagian kelompok yang akan mengitari desa.


-


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2