CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 72


__ADS_3

" Fan, kamu terlihat gelisah?" tanya Yasmin yang sedang memegang kendali stir mobilnya.


" Kau tahu mamakku sangat membenci bapakmu?" ujar Fania.


" Apa?" kaget Yasmin yang langsung memberhentikan mobilnya.


" Iya, aku takut dengan hubungan Selomita dan Dido." kata Fania seraya memainkan jari-jarinya.


" Itu yang membuat Dido depresi kemarin?" tabya Yasmin yang melihat adiknya seperti setengah gila.


" Iya, karena Selomita meninggalkan nya." kata Fania, " Kita harus bagaimana?" tanya Fania.


" Aku juga bingung, biar kita diskusikan sama mereka." kata Yasmin mencari jalan tengah.


Dan Yasmin pun melajukan kembali mobilnya menuju kafe. Sepanjang perjalanan, Fania hanya menggigit kuku jarinya. Dia akan bersedih jika Selomita atau mamaknya kembali berseteru.


Mobil Yasmin sudah sampai di kafe, terlihat kafe sangat ramai. Seperti nya banyak pengunjung yang antri membeli keripik singkong buatan Mak Inah.


" Fan, itu bisa jadi alasan mamakmu untuk cepat kembali." kata Yasmin memberi ide.


" Maksud mu?" tanya Fania bingung.


" Kau foto orang yang antri, lalu kau tunjukkan kepada emakmu. Kalau keripiknya laku keras, dan dia bisa cepat pulang untuk membuat keripik lebih banyak." ujar Yasmin.


" Kau ini, mamakku sekarang sudah jadi bos. Proses produksi sudah ada yang memegang." ungkap Fania.


" Oh, rupanya produksi keripik kalian sudah sangat maju ya. " kata Yasmin yang mengunci mobilnya.


" Iya, semua itu Selomita yang mengaturnya. Mamak gak usah pusing lagi soal produksi, karena pegawai yang mereka punya sangat kompeten." kata Fania.

__ADS_1


" Lalu kenapa Selomita tidak mengembang kan bisnisnya?" tanya Yasmin.


" Iya itu, karena masalah dengan Dido. Selomita di paksa untuk pergi ke kota. Dan mau tak mau dia harus mencari pekerjaan disini. Untuk menambah pengalamannya." jelas Fania.


" Oh, sungguh rumit." kata Yasmin.


Lalu mereka kembali ke posisi masingmasing, Fania menuju meja kerjanya. Dan Yasmin menuju kantor nya.


" Do, mamaknya Selomita ada di kostan." kata Yasmin yang menghampiri Dido sedang berdiri di depan kaca melihat Selomita bekerja.


" Apa?" kaget Dido.


" Iya, dan sekarang dia ada di kamar kost Fania." ujar Yasmin, " Apa yang akan kau lakukan?" tanya Yasmin.


" Akan aku pikirkan." ucap Dido dengan raut wajah yang berubah menjadi sedih.


" Tok, tok, tok ..."


Kristiana langsung membukakan pintu rumah nya.


" Bapak, " kata Kristiana yang terkejut melihat kehadiran suaminya.


" Bu, bagaimana kabar Dido?" tanya Pak Condro yang sudah masuk ke dalam rumah.


" Dido sekarang sedang bekerja." ucap Kristiana yang menyambut kedatangan suaminya dengan senyum termanis nya.


" Bekerja?" kening nya mengerut, karena hanya dengan pindah ke kota Dido dapat melupakan semuanya.


" Iya, sekarang dia sudah tampan lagi seperti dulu." ucap Kristiana.

__ADS_1


" Jadi dia sudah melupakan gadis itu?" tanya Pak Condro dengan tersenyum miring.


" Justru gadis itu yang merubah Dido kembali. " terang Kristiana


" Apa? Bagaimana bisa?" sungguh sangat terkejut Pak Condro mendengar penuturan Kristiana.


" Iya, Selomita tinggal di kostan Yasmin. Dan tanpa sengaja mereka bertemu." kata Kristiana.


" Rupanya dunia sangat lah sempit, " ucap Pak Condro seraya menghela nafas nya.


" Istirahat lah dulu, Pak." kata Kristiana yang sudah membawa Pak Condro ke kamar. Seperti nya Kristiana pun juga sudah merindukan Pak Condro.


Mereka pun beristirahat berdua di dalam kamar, ya walaupun mereka sudah tua. Tapi kecantikan Kristiana masih terpancar di mata Pak Condro.


KAFE


" Do, sebenci apa mamak Selomita pada bapak?" tanya Yasmin.


" Entahlah Kak, semua itu adalah masa lalu mereka yang dikaitkan kepada aku dan Selomita." kata Dido menjelaskan.


" Alasannya?" tanya Yasmin.


" Aku gak tahu, dan bapak pun tidak bercerita." kata Dido.


-


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2