
Dua hari sudah Mak Inah menginap di kostan Selomita.
" Sel, mamak pulang dulu ya.Kalau sudah mendaftar di universitas, langsung kabari secepatnya." ucap Mak Inah yang sudah rapi dengan koper berjejer di depannya.
" Iya, Mak." jawab Selomita sambil memeluk mamaknya.
" Fatur, jaga mamak dan Sarina. Dan kamu juga harus belajar yang rajin." kata Fania sambil memeluk adiknya.
" Sarina, kamu jangan nakal ya. " pesan Selomita.
Lalu Mak Inah dan kedua anaknya pun pergi menggunakan mobil travel.
Mereka pun saling melambaikan tangan nya.
" Kamu udah ambil formulir?" tanya Fania.
" Udah Kak." jawab Selomita.
" Tanggal penyerahan nya kapan?" tanya Fania yang masuk ke kamar Selomita.
" Besok Kak, " jawab Selomita.
" Semoga kamu bisa menjadi dokter yang hebat." pesan Fania.
" Amin." jawab Selomita.
Hari ini Selomita libur bekerja, dan mulai besok dia mendapatkan shift malam. Karena paginya akan pergi kuliah.
Selomita masih berkutat dengan layar ponselnya, dia mengecek pesanan yang masuk. Selesai membuat rekapan, langsung mengirim pesan pada pegawai nya. Dan tugas mereka adalah membuat dan mengirimkannya.
" Sel, apa kamu sibuk?" tanya Dido yang berada di depan pintu.
" Iya, aku lagi buat rekapan pesanan yang masuk di market place." jawan Selomita.
" Kapan kau akan mulai kuliah?" tanya Dido.
__ADS_1
" Minggu depan, dan besok aku harus menyerahkan formulir pendaftaran." jawab Selomita.
" Aku akan mengantarmu." kata Dido.
" Besok kamu kan harus bekerja." kata Selomita.
" Aku kan bosnya." ujar Dido.
" Ish, kamu ya Gak boleh nyontohin karyawan yang jelek dong " kata Selomita.
" Demi pacar aku." kata Dido yang langsung mengusap pipi Selomita.
" Ih genit, " ucap Selomita yang langsung menggelitik pinggang Dido.
" Eh iya, ampun, ampun.." geliat Dido yang langsung terbaring di kasur. Lalu Dido menarik tangan Selomita, dan dia jatuh ke pelukan Dido.
Mata mereka saling memandang, hidung Dido dan Selomita pun bertemu.
Detak jantung mereka berdua berirama sangat cepat. Seperti orang yang sedang lari maraton.
Kemudian bibir Dido mendekat bibir Selomita, di pegang nya tengkuk Selomita agar merasakan ciumannya. Cukup lama, Selomita pun tak menolak ciuman dari Dido. Mereka sangat menikmati nya. Tanpa mereka sadari, tangan mereka mulai bermain. Dido terus memperdalam ciumannya, tangannya terus meraba punggung Selomita. Hingga Selomita pun berada di atas tubuh Dido.
Keduanya saling memejamkan mata, menikmati ciuman yang sudah menyatu dari lima menit yang lalu.
" Tok, tok, tok..." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
Kemudian mereka menghentikan ciuman yang sudah mulai memanas. Keduanya saling membuka mata. Selomita langsung bangkit dari tubuhnya Dido. Dan dia pun merapikan rambutnya, yang tadi di acak-acak oleh Dido saat mencium bibirnya.
" Siapa?" tanya Selomita.
" Ini kakak, " kata Fania.
" Iya kak, " kata Selomita yang langsung menuju pintu.
" Ada apa kak?" tanya Selomita yang lagi merapikan rambutnya.
__ADS_1
" Oh ada Dido di dalam, " kata Fania yang memang tahu keberadaan Dido. Fania tahu kalau Dido dan Selomita lagi berciuman. Makanya dia mengetuk pintu, biasanya dia langsung masuk saja. Selomita yang ceroboh, dia lupa menutup jendela nya. Tapi untungnya Fania tahu, jadi mereka tidak akan meneruskan adegan yang terlarang.
" Mamak udah pulang, apa kamu sudah menyusun berkas yang akan di bawa besok?" tanya Fania.
" Udah kak." jawab Selomita.
" Do, kamu gak kerja?" tanya Fania.
" Kerja Kak, bentar lagi jalan." kata nya.
" Ya udah, kakak jalan duluan ya." kata Fania yang pamit pada Selomita.
" Iya, kak." jawab Selomita.
Kemudian Selomita langsung menutup pintu kamarnya, " Huft, untung aja" ucap Selomita seraya mengelus dadanya.
" Untung kenapa?" tanya Dido yang masih berada di tempat tidur.
" Untung gak ketahuan kak Fania " kata Selomita yang langsung menghampiri Dido.
" Memangnya kalau ketahuan kenapa?" ledek Dido.
" Ya aku malu tahu, " ujarnya.
" Apa kamu menikmati ciuman kita tadi?' tanya Dido sambil memegang tanga Selomita.
" Ih kamu masih genit aja, eh kamu tahu gak? Ada sesuatu yang mengganjal tadi di pahaku." kata Selomita dengan polosnya.
" Itu adik kecil aku yang bangun, " ucap Dido sambil mengusap wajah Selomita.
" Adik kecil? Emang kamu punya adik?" tanya Selomita sambil berpikir.
" Ih kamu tuh bikin gemes, nanti kalau kita uda nikah aku kasih tahu adik kecil aku." kata Dido yang langsung bangun dan pamit untuk bekerja.
-
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.