
"Ummy kenapa Ummy????" tanya Seno dia benar-benar sangat panik
"Ayo my, duduk dulu !" perintah asisten rumah tangga itu
Ummy pun duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar Seno .
Ummy masih terus memegang dadanya yang terasa sakit itu .
"My umy kenapa sih ???
kalau ummy masih sakit harusnya ummy jangan naik ke atas dong my " Ujar Seno sambil memeluk ummy nya
"Dulu Aby mu meninggal karena ulahmu, apa kamu juga ingin ummy meninggal juga???? Hiksss. .hiksss" Ummy pun menangis
Dia benar-benar tidak habis fikir dengan Senopati yang ternyata sampai detik ini masih terus membela Andini dan bahkan anak semata wayangnya itu rela bertengkar dengan keponakan sekaligus menantunya .
"Maafkan Seno my, bukannya Seno membela Andini tapi memang jafran sudah keterlaluan karena dia sudah berani menyuruh orang lain untuk merusak rumah tangga Andini" ucap Seno
tapi belum selesai dia berbicara, ummy langsung marah dan memotong pembicaraannya
"Sudah hentikan Seno !!!
Ummy tidak mau dengar apapun alasan mu .
ummy hanya mau minta tolong .
tolong sayangi jumaira dan cintai dia sepenuh hatimu nak " huhu. .huhu. .huhu
Jumaira yang melihat ibu mertuanya menangisi dirinya itu juga ikut menangis .
setelah beberapa jam berlalu dan keadaan pun sudah mulai membaik ,dan Senopun sudah meminta maaf pada ummy dan juga istrinya .
ummy kembali turun ke bawah di bantu bibik .
dan Jumaira juga sudah memaafkan suaminya dengan satu syarat kalau suaminya tidak boleh membahas tentang Andini lagi .apapun itu masalahnya
Keesokan harinya, Andini pun pamit pada kedua Mertuanya karena hari ini giliran ia akan berkunjung ke kerumah orangtunya dan membawa anaknya .
"mi kami pamit dulu ya, semoga mami ,papi dan kak Daniel sehat-sehat terus " ucap nya
"Iya sayang, kalian hati-hati ya salam sama orangtua mu " jawab mami atau ibunya Delon
lalu supir pribadi keluarga Delon pun mengangkat tas dan koper Andini ke dalam mobil .
sebenarnya mami juga sudah menawarkan pada Andini agar mereka semua ikut mengantar Andini kerumah orangtuanya sekalian silaturahmi tapi Andini menolaknya .
Setelah berpamitan Andini dan juga anaknya pun berangkat menuju rumah orangtuanya nya .
Tidak berapa lama merek pun tiba
__ADS_1
Tok. .Tok . .Tok ...
"Assalamualaikum" ucap Andini
ayah dan ibunya Andini yang tadinya sedang asik menonton televisi pun sekarang saling menatap satu sama lain .
karena mereka mendengar suara salam dari luar yang dimana suara itu sepertinya tidak asing di telinga mereka .
"Siapa yah ??
kok suara nya mirip seperti suara . ." ucap ibu sambil menebak-nebak
"Andini bu " lanjut ayah kegirangan
mereka berdua pun langsung berdiri dan bergegas membuka pintu , karena putri kesayangan mereka yang sudah jaya dan kaya raya di ibukota sekarang datang kerumah sederhana mereka itu
Setelah ayah nya Andini membuka pintu
ia langsung memeluk putri nya itu .
"Andini ini kamu nak ??? " ucap nya sambil melihat penampilan Andini
dia juga tidak percaya kalau Andini tiba-tiba datang menemui mereka tanpa memberitahu terlebih dulu .
dan ayahnya Andini langsung menggendong cucu pertama mereka yang sangat tampan itu .
"Ayo masuk sayang " Ucap ibu
"Ibu dan ayah sehat ????" tanya nya walaupun ia tahu kalau kedua orangtuanya sehat ,karena meskipun mereka sudah lama tidak bertemu secara langsung tapi Andini sering menelpon dan mengirim uang untuk kedua orangtuanya itu
"Iya sayang, ayah dan ibu sehat .
Ooo. .iya kenapa kamu tidak memberitahu kami kalau kamu mau datang ???" tanya ibu
"namanya juga Surprise Bu !!!
Ooo. .iya Bu aku sangat merindukan kalian " jawabnya sambil memeluk ibunya yang sudah tua itu
Andini juga tidak memberitahu kepada ayah dan ibunya bahwa kedatangannya yang sebenarnya adalah ingin memberi peringatan pada Seno dan juga istrinya ,agar mereka menghentikan jafran .
karena kalau kedua orangtuanya tau, pasti mereka juga ikut marah pada keluarga Senopati
lagi pula ia tidak ingin membuat kaluarga nya khawatir .
dan ia merasa kalau dia sanggup melewati ini semua dengan sendirian tanpa keluarganya ikut turun tangan .
Andini menghabiskan waktunya dengan orangtuanya,karena ia tidak membawa oleh-oleh apapun dari Jakarta . sebagai gantinya lalu setelah beberapa jam kemudian ia pun mengajak ayah dan ibunya berbelanja ke sebuah mall .
Ayah dan ibunya pun sudah rapih mereka sudah siap untuk pergi berbelanja.
__ADS_1
Tidak berapa lama Andini ,anaknya dan juga dengan kedua orangtuanya pun tiba di mall tempat sebuah perbelanjaan furniture
ia membeli barang-barang mewah untuk orang tuanya, seperti lemari ,sofa ,springbad dan lainnya .
setelah mereka capek berputar - putar Andini pun mengajak kedua orangtuanya makan di restoran termahal yang ada di mall itu .
"Din, maafkan ibu dan ayah ya yang selalu merepotkan kan mu " ucap ibu nya
"Tidak Bu, kalian tidak merepotkan ku.
justru aku senang kalau aku bisa membuat kalian bahagia, sejak aku kecil sampai dewasa kalian selalu hidup susah dan menderita .
dan kebetulan takdir baik berpihak pada putri kalian ini , sekarang putri kalian ini sudah menikah dengan orang kaya dan sukses jadi sudah saat nya putri kalian ini membantu kalian Bu.
dan ini belum seberapa ,kalau di bandingkan dengan apa yang sudah kalian lakukan untukku selama ini " Suasana yang tadinya terlihat seru dan happy saat belanja furniture tiba-tiba sekarang menjadi melow dan sedih
sedangkan anak Andini yang berusia 1 tahun 6 bulan itu sudah tidak sabar ingin makan ,dari tadi dia mengacak-acak nasi yang ada di piringnya .
Akhirnya Andini dan Kedua orangtuanya pun makan .
setelah satu jam kemudian mereka selesai makan , lalu mereka pun pulang .
Dalam perjalanan saat hendak pulang kerumah Andini pun memulai pembicaraan lagi .
"Ibu ayah , Andini sudah pesan tiket kalian dan insya Allah bulan depan kalian akan berangkat naik umroh " Ucap Andini
bulan depan adalah hari ulang tahun ayah nya yang ke 56 jadi Andini sengaja memberikan kado tiket untuk umroh .
karena ia tahu dari dulu kedua orangtuanya memang sangat ingin ke tanah suci .
Orangtuanya bengong mereka bahagia sekaligus kaget seakan tidak percaya kalau Andini akan memberangkatkan mereka umroh
"Din kamu serius ????" tanya ibunya
"Iya Bu Andini serius " jawab Andini
ingin rasanya ibunya bersujud mengucap syukur tapi karena mereka sedang ada di dalam mobil jadi ia pun hanya bisa menangis .
Tidak berapa lama mereka pun tiba dirumah .
Setibanya dirumah . ibu dan ayahnya Andini memeluk dirinya
"Makasih ya nak semoga Allah selalu melimpahkan rejeki untuk mu dan delon . dan semoga kalian bahagia selalu "
Saat Ibunya berbicara tentang Delon andini pun batuk
Uhuk. .uhukk. .uhukk.
andai saja mereka tau kalau keluarga kecil putri mereka sedang ada dalam masalah yang yang sangat besar pasti mereka akan sedih .
__ADS_1
"Iya Bu aminnnnn" Jawab Andini sambil tersenyum