
Setelah selesai makan,aku dan mas Kris membawa semua peralatan makan tadi kembali ke dapur.Tak ada sisa makanan sedikit pun di piring kami berdua,semua makanan habis tak tersisa.Apalagi tadi adalah salah satu menu favorite mas Kris,jadi dialah yang paling habis banyak.
"Aduh dek perut ku kenyang banget" kata mas Kris.
"Bagaimana gak kenyang banget,tadi mas loh makanya sampai dua piring gitu" kata ku sambil ku tersenyum pada mas Kris.
"Hehehehehe iya juga ya dek,aku rakus banget" kata mas Kris.
"Oya dek piring,gelas dan cobeknya biar mas saja yang mencucinya" sambung mas Kris.
"Loh ya jangan lah mas,gak pantas tau cowok cuci piring" kata ku.
"Emmm dek dek pantas gak pantas itu pendapat masing-masing orang dek.Kalau mas sih apa yang menurut mas baik dan itu patut untuk di lakukan ya sah-sah saja sih dek" kata mas Kris.
"Tapi kan mas??" kata ku.
"Tapi apa dek??" kata mas Kris.
"Ya tetap gak pantes saja mas,sini biar aku saja yang mencucinya" kata ku.
Kami berdua saling berebut untuk mencuci piring,dan tak ada yang mau mengalah antara aku maupun mas Kris.Akhirnya mas Kris menarik ku dan seketika itu pula dia mengajak ku duduk dan menjelaskan semuanya.
"Dek bagi mas mencuci piring itu hal biasa dan seorang lelaki pun boleh dan bisa melakukan hal itu.Termasuk mas juga dek" kata mas Kris.
"Tapi aku gak enak mas,karena selama ini aku tak pernah melihat ayah ku mencuci piring di dapur" kata ku.
"Apa ayah mu juga tidak pernah membantu pekerjaan ibu kamu dek??" kata mas Kris.
"Kalau membantu sih ayah sering membantu ibu mas,kenapa mas??" kata ku.
"Nah itu ayah kamu juga sering membantu ibu kamu kan.Dan kali ini mas juga ingin membantu kamu dek" kata mas Kris sambil memegang kedua tangan ku.
"Setiap lelaki akan melakukan apa pun untuk meringankan beban orang yang di cintai dan di sayanginya dek" kata mas Kris.
"Oh gitu ya mas" kata ku.
"Kamu sudah paham belum dek sekarang??" kata mas Kris.
"Iya mas aku sudah paham" kata ku.
"Ya sudah mas mau mencuci piring dulu ya" kata mas Kris.
"Oke" kata ku.
Mas Kris pun memncuci semua peralatan makan yang kami pakai tadi,aku hanya menunggu dan melihatnya saja.Karena mas Kris sudah melarang ku untuk membantunya.
(Ya Allah dia memang lelaki idaman,ah aku makin jatuh cinta padanya) gumam ku dalam hati.Dan mulailah otak ku bekerja dengan imajinasi ku dan ke haluan ku.
Karena aku sedang asyik dengan dunia lamunan dan ke haluan ku,aku tak menyadari jika mas Kris sudah selesai mencuci piring.(Kenapa ni anak,senyum-senyum sendiri,,apa dia ke sambet) gumam mas Kris dalam hatinya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dek dek kamu gak apa-apa kan??" kata mas Kris sambil mengoyang-goyang tubuh ku.
"Ah iya iya mas ada apa??" kata ku.
"Kamu melamun ya dek??" kata mas Kris.
"Gak kok mas?" kata ku.
"Idih kalau kamu gak melamun,,kenapa tadi senyum-senyum sendiri.Hayo ngelamunin apaan??" kata mas Kris sambil mencubit hidung ku.
"Au au au sakit tau mas hidung ku" kata ku.
"Habisnya mas itu gemes sekali tau lihat kamu senyum-senyum kayak gitu tadi" kata mas Kris.
"Jangan-jangan tadi kamu lagi bayangin tentang mas yang gak-gak ya" kata mas Kris sambil tersenyum pada ku.
"Idih mas pede banget" kata ku.
"Yuk mas kita lanjut ngobrolnya di ruang tamu saja" kata ku.Kami berdua berjalan menuju ruang tamu.
"Oh ya mas.apa mas jadi berangkat kerja di luar pulau??" kata ku.
"Insya Allah jadi dek,kenapa??" kata mas Kris.
"Gak apa-apa mas" kata ku.Seketika itu pula wajah ku yang tadinya ceria kini menjadi sedih setelah mendengar jawaban dari mas Kris.
Kemudian mas Kris mendekati ku.
"Aku takut mas kamu akan melakukan hal yang sama ke aku,seperti yang kamu lakukan dulu sam pacar kamu" kata ku.
"Insya Allah mas gak akan seperti itu kok dek,karena mas sudah yakin pada pilihan mas saat ini yaitu kamu dek" kata mas Kris.
"Malah mas sekarang yang takut kehilangan kamu dek" sambung mas Kris.
"Emangnya mas takut aku hilang kemana??" kata ku.
"Usia kamu dan mas kam terpaut cukup jauh,kamu masih muda dan di luaran sana juga pasti sudah ada cowok yang mengincar mu dek" kata mas Kris.
"Nanti pas mas tinggal,yang ada kamu lupa sama mas del" sambung mas Kris.
"Ya gak lah mas,aku juga sudah satu hati dengan mu mas" kata ku.
"Insya Allah kalau kita bisa menjaga hati kita masing-masing semuanya akan baik-baik saja dek" kata mas Kris sambil tersenyum kepada ku.
Kali ini apa yang di omongin mas Kris ada benarnya juga,jadi aku bisa sedikit tenang.
"Dek kamu besok sekolah kan?" kata mas Kris.
"Iya mas aku besok sekolah,kenapa mas??" kata ku.
__ADS_1
"Mas anter ya??" kata mas Kris.
"Bolehlah mas" kata ku.
"Kamu malam ini tidur di temani Melinda kan???" kata mas Kris.
"Iya mas,sebaiknya aku menelfonya sekarang mas dan menyuruhnya ke sini" kata ku.
Aku segera mengambil ponsel ku dan segera aku menelfon Melinda.
Tutttt......Tutttt....Tutttttt......(Suara telfon tersambung).
"Hallo ada apa El??" kata Melnda.
"Kamu di mana Mel,kamu jadi kan ke sini temanin aku??" kata ku
"Iya tenang saja,aku jadi kok ke rumah mu.Tap agak nanti ya" kata Melinda.
"Memangnya kamu sekarang lago dimana Mel" kata ku.
"Aku lagi kencan dong sama si ganteng ku hahahahahahaha" kata Melinda.
"Emangnya kamu saja yang bisa kencan dengan si Kris itu" sambung Melinda.
"Hemmm ya sudah deh aku tunggu loh di rumah,awas saja kalau sampai gak datang" kata ku.
"Iya iya aku datang,,udah dulu ya El kamu ganggu aja sih hahahahahaha" kata Melinda.
Belum sempat aku menjawabnya dengan enaknya Melinda mematikan telefonnya.
"Dasar Melinda orang belum selesai ngomong,sudah di matiin begitu saja telfon ku" gerutu ku.
"Gimana dek,kata Melinda??" kata mas Kris.
"Katanya sih nanti ke sini mas,tapi agak nanti" kata ku.
"Memangnya dia sibuk apa dek sekarang??" kata mas Kris.
"Dia lagi sibuk kencan dengan ayang bebebnya mas" kata ku.
"Ouh begitu ya,ya sudah kalau begitu mas tungguin di sini saja sampai dia datang" kata mas Kris.
"Memangnya mas gak di cariin ibu mas apa kalau di sini lama-lama??" kata ku.
"Ya gak lah dek,emang mas masih anak kecil apa" kata mas Kris.
Akhrinya mas Kris memutuskan untuk di rumah ku sampai Melinda datang ke rumah ku.
~Bersambung~
__ADS_1