CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 129 ( Extra part)


__ADS_3

"Hey, lepaskan istriku!" teriak Dido , namun tak terdengar oleh Hari, karena mereka telah memasuki mobil.


Selomita mencoba meminta tolong sambil berteriak. Namun sayangnya mobil milik Hari terbilang mahal, hingga suara Selomita tak akan terdengar ke luar.


Pintu pun terkunci dan Selomita tak bisa melarikan diri.


"Tolong...Hari, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku," ucap Selomita seraya menggedor pintu mobil.


Hari langsung melajukan mobilnya saat Didi akan menggapai bagian pintu mobil.


"Selomita!" panggil Dido


"Dido..." teriak Selomita, namun sepertinya usahanya sia-sia. Karena jendela mobilnya menggunakan kaca film berwarna hitam.


"Hari! Berhenti, itu suamiku." Selomita menggoyangkan tubuh Hari. Namun kesabaran Hari sepertinya hilang. Dia memukul Selomita hingga membuatnya pingsan. "Bugh!"


Seketika Selomita pun pingsan seketika dengan luka di bibirnya.


Di balik keluguan Hari, ternyata dia adalah pemuda yang temperamental.


"Aku gak percaya dia itu suamimu," ujar Hari dengan seringai liciknya.


Sementara Dido langsung menghampiri mobil nya, dan mengejar mobil Hari. Dido telah menghafal plat nomor mobil milik Hari.


Dido menghubungi pihak kepolisian, lalu melaporkan plat mobil yang di kendarai oleh Hari.


Kemudian dia mengecek ponselnya, karena ponsel nya terhubung dengan GPS di ponsel milik Selomita.


Dido mengabarkan posisi nya pada pihak kepolisian. Jika mobil yang membawa Selomita telah melaju menuju desa.

__ADS_1


"Tunggu! Kenapa dia membawa ke desaku?" gumam Dido saat melihat lokasi yang di tuju oleh GPS milik Selomita. "Baiklah, kau menyerahkan dirimu sendiri."


Dido langsung menghubungi karyawan dan pemuda di desa. Jika melihat plat nomor mobil milik penculik Selomita, maka harus di hadang.


Dido mencoba menghubungi Ujang, karena dia adalah pemuda yang terkenal di desa.


"*Jang!"


"Iya, Den! Ada apa?"


"Selomita di culik, dan kini mereka sedang menuju desa...."


"Apa! Non Selo di culik?"


"Iya, aku belum selesai berbicara. Nanti kalau kau melihat mobil hitam dengan plat B 90 CBA langsung hadang."


"Baik, Den*!"


Hari terus fokus mencari tempat penginapan di desa. Mobilnya terus melaju ke arah kaki gunung. Sepanjang jalan banyak pemuda desa, yang menawarkan vila milik juragan nya.


Mereka melambaikan tangan untuk memanggil para pengunjung, yang akan menginap di vila milik juragan masing-masing.


Mobil Hari berhenti di depan sosok pemuda setinggi kurang lebih 160 cm. Memiliki kulit sawo matang dengan sarung melingkar di lehernya. Kepalanya memakai kupluk berwarna biru.


Hari membuka kaca mobilnya, bermaksud ingin menanyakan apakah ada vila yang kosong.


"Permisi!" Hari menyapa sang pemuda.


"Iya," jawab pemuda itu yang langsung melihat ke arah dalam mobil.

__ADS_1


"Selomita!" gumam pemuda yang mengenali gadis yang tertidur di sebelah pria bertubuh atletis.


Pemuda itu bernama Heri, dia adalah sahabat Selomita. Sebelumnya Heri telah di beritahu oleh Ujang jika Selomita di culik.


Kemudian Heri tidak ingin bertindak gegabah, karena dia melihat Selomita tertidur sangat pulas.


"Bisa tunjukkan penginapan yang kosong?" tanya Hari seraya mengeluarkan uang selembar seratus ribu.


Karena tak ingin di curigai, terpaksa Heri menerima uang dari Hari.


"Ada, Tuan!" jawab Hari. "Maaf, Anda bersama siapa?" tanya Heri agar tak di curigai oleh Hari.


"Oh, dia istriku. Kami mau bulan madu," ucap Hari berbohong.


"Cih! Istri, dasar penculik. Lihat aja nanti pas sampai penginapan, akan aku grebek bersama para teman-teman ku." Heri terlihat geram dalam hatinya.


Kemudian Heri hanya tersenyum kecut, saat penculik itu menyebut Selomita sebagai istrinya.


"Baik, Tuan! Aku tunjukkan." Heri langsung membuka pintu belakang.


"Eh, kamu mau ngapain?" tanya Hari.


"Mau nunjukin vilanya, karena jaraknya lumayan jauh dari sini." Heri beralasan.


"Bukannya di belakang situ?" tanya Hari yang di pikir penginapan dekat dengan tempat Heri berdiri.


"Bukan Tuan, semua vila di sini letaknya jauh. Jadi kami membantu untuk promosi saja," jawab Heri.


"Ya sudah, kalau begitu naik." Hari langsung membuka kunci pintu belakang.

__ADS_1


Heri pun masuk ke dalam mobil milik Hari.


__ADS_2