CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 70 ️


__ADS_3

" Sel, aku ajak kau jalan-jalan mau?" tanya Dido yang sudah rapi memakai jaket nya.


" Mau kemana?" tanya Selomita yang juga sudah berganti pakaian.


" Kita ke taman kota, ada wisata kuliner di sana karena ada pekan raya." ujar Dido.


" Oh, aku ambil tas dulu." kata Selomita yang mengambil tasnya di loker.


Mereka pun berangkat menggunakan mobil, menuju pekan raya di taman kota.


" Do, terima kasih. " ucap Selomita dengan tersenyum ke arahnya.


" Terima kasih untuk apa?" tanya Dido.


" Karena sudah memajang keripik buatan ku." kata Selomita.


" Oh aku pikir apa, " kata Dido balik tersenyum.


" Memang nya kamu berpikir tentang apa?" tanya Selomita.


" Aku pikir karena aku sangat mencintaimu, dan ingin melamar mu." ujar Dido.


" Ih kamu mah geeer. " ucap Selomita yang mencubit pinggang Dido.


" Iya, iya..." jawab Dido yang mengalah.


Mereka sudah sampai di taman kota, Dido memarkirkan mobilnya.


Selomita pun keluar dari mobil Dido, dan berjalan ke arah tempat wisata kuliner.

__ADS_1


" Sel, " sapa suara gadis yang menyentuh pundak Selomita.


Selomita pun berbalik ke arah samping. Dan dia langsung teriak histeris.


" Fatimah..." ucap Selomita yang langsung memeluk Fatimah.


" Kamu di sini?" tanya Fatimah.


" Iya, kamu juga disini?" tanya Selomita.


" Aku ikut ayahku, dan melamar jadi PNS." kata Fatimah.


" Wah enak dong." jawab Selomita.


" Tapi baru calon, dan belum jadi PNS." tutur Fatimah, " Sel, kamu awet ya sama dia." kata Fatimah yang melirik ke arah Dido.


" Iya, " jawab Selomita dengan wajah tertunduk malu.


" Aku belum mau nikah muda, tau!" sahut Selomita.


" Ih dia tuh makin tampan, nanti malah di rebut orang." Bisik Fatimah.


" Udah ah, kamu sama siapa kesini?" tanya Selomita.


" Sama ibuku." jawab Fatimah, " Eh aku duluan ya, ibuku ngajak keponakan-keponakannya." kata Fatimah.


" Nomor kamu masih yang lama kan?" tanya Selomita.


" Iya, nanti kita video call ya." teriak Fatimah.

__ADS_1


Fatimah pun pergi meninggalkan Selomita dan Dido.


" Kenapa kau tidak memperkenalkan aku?" tanya Dido.


" Untuk apa?" jawab Selomita.


" Iya, agar aku tahu siapa aja nanti yang akan kamu undang ke pernikahan kita." canda Dido.


" Ih apaan sih, genit ah." kata Selomita yang langsung mencubit pinggang Dido.


" Iya, iya ampun." kata Dido yang terkekeh geli.


Mereka berjalan menyusuri taman kota, banyak pedagang kuliner yang berjajar di pinggir jalan. Sungguh ramai saat waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Karena ada acara kembang api. Malam ini taman kota sungguh menjadi tempat hiburan para pemuda-pemudi.


****


Hari sudah pagi, Selomita sudah rapi mengenakan baju untuk berangkat kerja. Fania harus ikut dengan Yasmin ke acara seminar property di kampus yang letaknya tak jauh dari rumah Yasmin. Karena Yasmin dan Fania kiliah di satu jurusan yang sama. Dari nol mereka menjalankan bisnis properti, sampai mereka menjadi motivator para generasi muda yang ingin membangun bisnis. Fania memang lebih tua dari Yasmin. Karena masalah ekonomi, dan Fania harus bekerja lebih dulu. Maka kuliahnya terlambat lima tahun. Tapi Fania tetap semangat demi mengejar cita-cita. Walaupun sekarang usianya menginjak 30 tahun.


" Do, aku akan ikut seminar. Bisa kan kamu mengantar Selomita?" tanya Fania.


" Aku selalu bisa, dan diandalkan." kata Dido yang terlihat bahagia. Karena semalam mereka menghabiskan malam berdua di taman kota.


" Sel, kakak jalan dulu ya. Nanti kamu absenin kakak." pesan Fania, " Sepulangnya kakak langsung ke kantor."


" Iya, Kak." jawab Selomita.


Mereka pun berangkat ke tujuan masing-masing.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2