
Happy Reading🥰
Hari telah berlalu. sekarang adalah hari liburan untuk Liora, Jesicca dan Edo. Mereka bertiga akan pergi berlibur ke pantai karena Liora dan Jesicca sangat menyukai pantai. Edo menjemput mereka berdua disaat hari masih sangat pagi. Ia tidak ingin berangkat kesiangan. Setelah semuanya siap, mereka pun menuju ke pantai yang akan mereka kunjungi.
Edo duduk di bangku kemudi, Jesicca duduk di kursi sampingnya dan Liora duduk di kursi belakang. Terpancar aura kebahagiaan diwajah ketiganya. Mereka tidak hentinya bercanda dan tertawa. Apalagi Liora, ia yang paling heboh di dalam mobil. Selain cerewet ternyata Liora juga sering menggoda Edo dan kakaknya. Sampai mereka merasa jengah dengan sikap Liora.
"Wah ..., aku seperti anak kecil yang sedang berlibur dengan kedua orang tuanya," kekeh Liora. "Kak Jesi sama kak Edo, cocok banget jadi pasangan suami istri. Kapan kalian menikah?" Liora bertanya dengan entengnya. Membuat kedua orang di depannya merasa tersedak ludahnya sendiri.
"Uhuk ... Uhuk ...! Liora kalau ngomong tuh jangan sembarangan!" Jesicca menimpali.
"Memangnya aku ngomong apa kak? Aku kan hanya menilai apa yang aku lihat!
"Kamu melihat apa?" Jesicca membalikkan badan ke belakang untuk menghadap ke arah Liora.
"Melihat seorang laki-laki dan perempuan yang katanya mereka seorang teman. Tapi mereka malah terlihat seperti sepasang kekasih!" Atau, mereka memang sengaja menyembunyikan status hubungan mereka!"
"Astaga! Terserah kau saja! Akhirnya Jesicca mengalah, dia tidak ingin berdebat dengan sang adik. Ia kembali ke posisi awal, duduk menghadap ke depan.
Sedangkan Edo, hanya diam dan tersenyum melihat keduanya. Tanpa mau menyela perdebatan di antara kakak beradik itu. Sebenarnya hatinya sedikit teriris mendengar jawaban Jesicca, ia rasa Jesicca memang tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya.
Akhirnya mereka telah sampai di pantai. Suasana pantai tampak ramai oleh pengunjung, karena sekarang adalah hari libur. Mereka turun dari mobil menuju ke bibir pantai. Dengan langkah cepat Jesicca dan Liora langsung masuk ke dalam air, meninggalkan Edo yang mengikutinya di belakang. Mereka berenang di pantai. Sesekali Jesicca melemparkan air ke wajah Liora, begitupun dengan Liora. Ia membalas perbuatan sang kakak. Hingga akhirnya terjadilah aksi saling melempar air, layaknya orang yang sedang berperang.
Liora sangat senang karena bisa bermain air dengan sang kakak di pantai. Ia pergi dari sisi Jesicca untuk menghampiri Edo yang masih berada di pinggir pantai. Tanpa aba-aba Liora langsung menarik pergelangan tangan Edo, ia membawanya masuk ke dalam air dan mendekat ke arah Jesicca.
Edo yang mendapatkan perlakuan mendadak dari Liora, ia hanya bisa pasrah tanpa mau menolak ajakannya. Hingga pakaiannya basah karena terkena air yang asin itu.
__ADS_1
Jesicca tampak senang melihat kehadiran Edo yang ditarik paksa oleh Liora. Dengan cepat Jesicca langsung mencipratkan air ke wajah Edo. Ia tertawa lepas melihat Edo yang tidak siap dengan serangannya, sehingga membuatnya tersedak air asin.
"Awas kau ya, aku balas!" Edo mengancam Jesicca yang sudah berani menyerangnya. Ia mendekati Jesicca lalu menaikkannya ke atas punggung bidangnya. Ia memutar tubuhnya dan otomatis tubuh Jesicca juga berputar di atasnya.
"Edo, ampun. Stop! Turunkan aku! Haha ... Haha..., Edo, aku pusing!" ucap Jesicca sambil tertawa.
"Tidak akan! Rasakan ini! Edo membawa Jesicca berenang dengan posisi yang sama. Jesicca berteriak sangat kencang. Bukan karena takut, tapi karena dia menikmati suasana itu. Liora yang melihat adegan yang menurutnya sangat romantis, ia tersenyum bahagia. Berharap kakaknya dan Edo bisa menjalin kasih. Karena ia yakin kalau Edo adalah laki-laki yang baik dan bisa membahagiakan kakaknya. Ia juga melihat cinta yang begitu besar di mata Edo, ketika menatap sang kakak. Tapi entah mengapa, Jesicca malah menutup mata akan hal itu.
...----------------...
Liora memilih pergi dari sana dan membiarkan sang kakak bermain dengan Edo. Ia berjalan ke bibir pantai dan menuju ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Meskipun dia dan Jesicca berenang di pantai tapi mereka tetap memakai pakaian yang layak, tidak menggunakan bikini seperti orang berenang pada umumnya. Saat ia berjalan tiba-tiba ada seorang pria yang menghadangnya.
"Hai cantik. Sendirian aja, kita berenang bareng yuk?" ajak laki-laki itu. "Namaku Juna," sambungnya lagi. Ia mengulurkan tangan kehadapan Liora.
Liora hanya memandang tangan laki-laki itu tidak berniat untuk membalasnya. Ia melenggang pergi dari sana.
"Maaf, tapi aku tidak ingin berkenalan denganmu! Jadi tolong lepaskan tanganku!" ucap Liora dengan tegas. Ia menghempaskan tangan Juna dengan sedikit kasar.
Juan tetap tidak menyerah. Ia malah mendekap tubuh Liora dari belakang.
"Jangan kurang ajar ya! Lepas!" Liora memberontak dari dekapan pria yang ia anggap sangat lancang itu.
Bukannya melepaskan, tapi Juna semakin mengeratkan dekapannya. Entah kenapa dia sangat tertarik dengan gadis cantik yang sedang memberontak dalam dekapannya. Baru kali ini ada seorang wanita yang berani menolak berkenalan dengannya. Biasanya dia yang dikejar para wanita untuk mengajaknya berkenalan atau bahkan mereka akan menawarkan diri dengan senang hati.
Liora sangat marah, karena baru sekarang ada seorang pria yang bersikap kurang ajar terhadapnya. Posisinya sekarang sudah jauh dari tempat kakaknya berada, jadi dia tidak bisa meminta tolong kepada kakak atau pun kepada Edo. Disekitarnya juga hanya ada beberapa orang saja, itu pun mereka terlihat tidak perduli dengan keadaannya. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Lepaskan dia!" ucap seorang pria yang tiba-tiba datang dan melepaskan dekapan Juan kepada Liora. Ia menarik tubuh Liora ke samping tubuhnya.
Liora mendongakkan kepala untuk melihat siapa pria yang menolongnya. Seketika matanya membulat melihat sosok itu. "Pak Kenan!" Liora tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Mana mungkin Kenan juga berada di pantai yang sama dengannya.
"Mengganggu saja! Menyingkir lah!" tegas Juna kepada Kenan. Ia kembali ingin menarik tangan Liora, tapi dengan cepat Kenan menepisnya. Kenan memberikan tatapan tajam ke arah Juna, yang seketika membuat nyali Juna menciut.
"Baiklah! Aku pergi. Tapi lain kali aku tidak akan melepaskan mu gadis cantik." Juna pergi meninggalkan Liora dan Kenan.
"kau tidak apa-apa? Apa yang dia lakukan kepadamu?" tanya Kenan dengan penuh perhatian dan khawatir. Meskipun ekspresinya tetap datar.
Liora yang mendapat pertanyaan dari Kenan hanya bergeming. Ia masih tidak percaya bahwa Kenan mengkhawatirkan dirinya. Hingga tiba-tiba Kenan menyentil kening Liora, Karena Liora tidak merespon pertanyaan dan malah sibuk melamun.
"Aw! Liora mengusap keningnya. Iya pak saya baik-baik saja kok. Makasih ya pak, karena bapak sudah menolong saya," ucap Liora dengan tulus.
"Lain kali jangan berkeliaran seorang diri jika tidak bisa menjaga diri dengan baik!" tegas Kenan. Lalu ia pergi meninggalkan Liora di sana.
"Astaga, dia cepat sekali kembali ke habitat aslinya. Baru saja dia berkata baik, eh sekarang main pergi aja tanpa mau mendengar perkataanku. Padahal aku masih ingin berbicara dengannya." Liora berdecak kesal. Ia tak habis pikir dengan sikap Kenan yang terkadang membuatnya senang dan terkadang membuat kesal. Liora memilih pergi dari sana untuk kembali ke tempat Jesicca dan Edo. Karena dia baru ingat, bahwa dia tidak membawa baju ganti yang masih ada di dalam mobil Edo. Sungguh waktu yang terbuang dengan sia-sia. Tapi dia tidak menyesal, karena dengan itu ia bisa bertemu dengan Kenan.
"Liora, kamu dari mana saja? Dari tadi kita cariin!" ujar Jesicca setelah melihat Liora yang tiba-tiba duduk di sampingnya. Yang berada di pinggir pantai. Saat Jesicca asik berenang dengan Edo, ia tidak menyadari kepergian Liora, maka dari itu saat ia menyadarinya, ia langsung mengajak Edo untuk berhenti berenang dan duduk di pinggir pantai sambil menunggu Liora datang yang entah pergi kemana.
...----------------...
Terimakasih yang masih setia membaca karyaku🥰🥰🥰
semoga kalian betah dan suka dengan cerita nya ya🤗🤗🤗
__ADS_1
Lophe-Lophe sekebon cabe🌶🌶🌶