
Happy Reading 🥰🥰🥰
Mobil yang dikendarai oleh Kenan dan Liora, telah sampai di parkiran kampus. Kenan tetap dengan wajah datarnya. Sedangkan Liora menampilkan raut wajah bahagia, karena sebentar lagi anak-anak kampus akan heboh jika melihat dirinya turun dari dalam mobil Kenan. Hingga Kenan turun lebih dulu dari dalam mobil. Dengan cepat Liora menyusul Kenan keluar. Dan benar saja banyak pasang mata yang melihatnya. Liora dengan sengaja mendekati Kenan, untuk mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih kasih ya Pak, atas tumpangannya. Pulang dari kampus boleh numpang lagi 'kan?" tanya Liora dengan wajah polosnya. begitulah Liora. Dia sangat tidak tahu diri, dikasih tumpangan satu kali, eh ..., Malah ngelunjak, mau numpang lagi. Ia ingin melihat reaksi Kenan saat mendengar ucapannya. Benar saja, Kenan langsung menghentikan langkahnya dan melirik sinis ke arah dirinya. Dari tatapan matanya bisa diartikan jika Kenan tidak suka dengan ucapan Liora.
"Dasar! Tidak tahu diri!" setelah mengatakan itu, Kenan langsung pergi meninggalkan Liora di sana.
"Astaga! Dia benar-benar menakutkan! Tapi aku sangat menyukainya! Lihat saja, aku akan membuat pak Kenan mencintaiku! ucap Liora dengan yakin. Ia tidak sadar jika dirinya sudah menjadi tatapan para mahasiswa disana. Semua atensi tertuju kepadanya. Dengan percaya diri, Liora melangkahkan kaki melewati para manusia yang menatap penuh dengan tanda tanya. Ia mengabaikan bisikan-bisikan aneh para wanita yang menatap sinis kepadanya.
Saat Liora memasuki kelas, dia dikejutkan dengan suara cempreng Mella di hadapannya. "Liora! Apa maksudnya ini?" teriak Mella menunjukkan sebuah foto yang terpampang dilayar ponselnya. Disana terlihat Liora yang turun dari dalam mobil Kenan. Ternyata salah satu mahasiswa ada yang mengabadikan moment tadi. Dengan senyum yang mengembang, Liora merampas ponsel Mella dari tangannya. Ia mengirim foto itu ke ponsel miliknya. Ia mengabaikan ocehan Mella yang sedari tadi terus mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
"Kamu ada hubungan apa sama pak Kenan, Li? kemarin dia mengantarkan mu pulang. Sekarang kalian berangkat bareng ke kampus. Pasti ada apa-apa kan?" todong Mella yang merasa curiga.
"Kebetulan saja Mel. Aku sama pak Kenan memang gak ada apa-apa. Tapi aku pastikan setelah ini akan ada apa-apa antara aku dengannya," ucap Liora dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya. Ia mengembalikan ponsel Mella yang sempat ia rampas tadi.
__ADS_1
"Teman-teman, tugas dari pak Kenan sudah semua 'kan? Ayo kumpulkan semuanya!" titah Liora. Setelah semua tugas terkumpul, Liora kembali ke tempat ia duduk. Karena sebentar lagi dosen kesayangan akan memasuki kelas.
Liora menyerahkan tugas-tugas tersebut kepada Kenan. Ia meletakkannya di meja guru tempat Kenan berada. "Semua tugas sudah dikumpulkan semua pak dan tidak ada yang mengeluh tentang tugas itu. Berarti anak-anak sudah paham dan mengerti dengan materi yang bapak berikan," jelas Liora.
"Hem!" Kenan hanya menganggukkan kepala. Ia mengambil kertas jawaban dari soal yang ia berikan. Kenan tidak mengoreksinya, melainkan meletakkannya di dalam tas kerja yang selalu dibawa saat mengajar. Setelah Liora kembali ke tempat duduknya, Kenan langsung membuka laptop untuk memberikan materi kepada para mahasiswa di kelas itu.
...----------------...
Di cafe Moana.
"Jes, hari libur kamu ada acara?" tanya Edo memulai percakapan.
"Entahlah, nanti aku tanyakan dulu sama Liora. Biasanya jika hari libur dia akan mengajak pergi ke pantai. Memangnya kenapa?
"Aku ingin mengajak mu jalan-jalan."
__ADS_1
"Kemana? Kenapa gak sekalian saja kita jalan bertiga?"
"Kemanapun kamu ingin pergi! Baiklah kita pergi bertiga," ucap Edo dengan semangat. Meskipun sebenarnya ia hanya ingin pergi berdua bersama Jesicca. Tapi tidak masalah meskipun nanti ada Liora. Yang penting Jesicca senang. Lagi pula mereka memang sering jalan bertiga, karena Jesicca tidak pernah bisa meninggalkan adiknya sendirian di rumah, disaat waktu libur.
"Oke! Nanti aku tanyakan Liora dulu ya," jawab Jesicca, ia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena menjawab pertanyaan dari Edo.
Setelah makan siang itu selesai mereka kembali ke kantor. Jarak dari cafe Moana ke perusahaan Khendrik, memang tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. Karena itu mereka memilih tidak berlama-lama di sana, agar tidak terlambat kembali ke kantor.
...----------------...
Terima kasih yang masih setia membaca karya pertama ku🥰🥰.
Semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya🤗.
Lophe-Lophe sekebon cabe🌶🌶🌶
__ADS_1